free page hit counter

Amankan Seluruh Data Perusahaan Anda dengan Data Recovery Cloud

Tahukah Anda bahwa menurut situs World Backup Day, satu dari sepuluh komputer terserang virus setiap bulannya? Masih dari sumber yang sama, diketahui bahwa 29% bencana yang menimpa komputer ternyata disebabkan oleh ketidaksengajaan. Parahnya, sebanyak 30% orang tidak pernah melakukan backup sehingga data dalam komputer terancam rusak atau hilang.

Bagaimana jika hal tersebut terjadi pada bisnis Anda? Padahal, data merupakan hal yang sangat penting terhadap kelangsungan suatu bisnis, terutama untuk mengambil keputusan. Karenanya, agar hal tersebut tak terjadi, Anda perlu menggunakan data recovery cloud.

Kecelakaan Dapat Terjadi Kapan Saja

Tidak ada yang dapat menduga terjadinya kecelakaan, termasuk kecelakaan terhadap data perusahaan Anda. Kecelakaan paling sederhana yang dapat terjadi adalah listrik padam di tengah kerja. Sebelumnya, Anda lupa menyimpan data yang sedang dikerjakan sehingga ketika listrik mati, data Anda pun tak akan tersimpan. Di sisi lain, perangkat komputer belum tentu akan melakukan recovery data secara otomatis.

Belum lagi risiko sistem penyimpanan data yang bisa saja mengalami down, crash, atau corrupt. Hal-hal seperti itu tentu tak dapat diprediksi. Jika kecelakaan tersebut terjadi, bukan tak mungkin Anda akan kehilangan seluruh data yang telah disimpan. Karenanya, data recovery cloud sangat dibutuhkan demi keberlangsungan bisnis Anda sendiri.

Cloud Data Recovery Membuat Backup Lebih Cepat

Coba bayangkan, ketika bencana terjadi, berapa banyak downtime yang dapat Anda toleransi? Terjadinya bencana sudah sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis. Setiap detik yang terlewat ketika bencana terjadi dan data tak dapat diakses akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kabar baiknya, hal ini bisa diminimalisir apabila Anda menggunakan data recovery cloud. Teknologi ini mampu membantu mengembalikan sistem operasi data dalam hitungan menit. Idealnya, semakin besar bandwidth-nya, semakin cepat pula backup-nya.

Efisiensi Biaya dan Sumber Daya

Penggunaan data recovery cloud sama sekali tidak akan membuat budget perusahaan Anda membengkak. Hal ini disebabkan oleh infrastruktur data recovery cloud yang sangat terukur. Artinya, data recovery cloud membutuhkan sumber daya operasional yang relatif rendah. Anda tak perlu khawatir tentang server backup karena hal tersebut telah dikelola pihak penyedia layanan. Hal tersebut juga mencakup skala bandwidth dan daya komputasi. Karena pengelolaan telah dilakukan provider, Anda pun tak membutuhkan SDM tambahan. Pengeluaran bisa sangat ditekan untuk hal-hal lain.

Skalabilitas

Ada banyak macam bencana yang dapat mengancam keamanan data perusahaan Anda. Namun, Anda tak perlu khawatir akan hal tersebut karena data recovery cloud mampu menawarkan berbagai layanan untuk sistem bisnis yang berbeda. Kabar baiknya lagi, umumnya data recovery cloud sangatlah scalable sehingga Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan. Anda dapat memilih layanan data recovery cloud dari berbagai lingkup pemulihan berdasarkan jenis bencana yang kemungkinan terjadinya paling tinggi di kantor Anda, entah itu server yang crash, listrik padam, atau yang lain.

Isu Keamanan

Ya, perangkat data recovery cloud memang dikelola oleh pihak provider. Hal ini kerap menimbulkan anggapan yang kurang tepat, bahwa data recovery cloud memiliki keamanan yang dipertanyakan. Padahal, data recovery cloud selalu mengharuskan Anda untuk melakukan verifikasi data yang dienkripsi. Jadi, tidak semua orang bisa melakukan penyelamatan data, tergantung dari akses yang telah diatur. Hal ini membuktikan bahwa data recovery data memang peduli terhadap keamanan data Anda.

 

Tentunya Anda juga harus mempertimbangkan provider mana yang hendak dipilih untuk memasang data recovery cloud di perusahaan Anda. Pastikan provider tersebut memiliki track record baik dan layanan berkualitas tinggi seperti Lintasarta. Dengan begitu, data Anda akan selalu aman dan terhindar dari risiko kerusakan atau hilang.

 

Photo Credit: wynpnt (Pixabay)