free page hit counter

Apa itu Tier III Data Center?

Ketika akan menggunakan layanan pusat data, Anda tidak bisa langsung menjatuhkan pilihan pada sebuah vendor. Namun, harus melalui banyak pertimbangan. Pemakaian pusat data mencakup jangka waktu yang lama sehingga jangan sampai salah pilih karena jika salah pilih, maka Anda tidak akan mendapatkan sesuai apa yang Anda inginkan untuk perusahaan Anda.

Selain pertimbangan perusahaan, dalam memilih layanan pusat data Anda juga harus memperhatikan kualitas layanan itu sendiri. Untuk mengetahui sebaik mana kualitas layanan pusat data, Anda harus mengenal sertifikasi data center. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh organisasi bernama Uptime Institute asal Amerika. Uptime Institute memberikan penilaian suat pusat data dengan mengklasifikasikannya menjadi empat tingkatan yang dikenal dengan tier.

Bagi Anda yang ingin memilih layanan pusat data, pilihlah yang sudah memiliki sertifikasi minimal tier 3. Jika Anda belum paham apa itu tier 3 dalam sertifikasi pusat data, berikut penjelasannya.

Diperuntukkan bagi Perusahaan Besar

Pengguna pusat data dengan sertifikasi tier 3 pada umumnya merupakan perusahaan berskala besar. Perusahaan ini bertindak sebagai pihak ketiga dalam penyediaan layanan pusat data bagi perusahaan lainnya, karena untuk sertifikasi tier 1 dan tier 2 dianggap kurang mumpuni dalam memenuhi kebutuhan sebagai penyedia layanan. Sehingga, jika Anda akan memakai suat layanan, pastikan tidak mengambil risiko untuk memilih vendor dengan sertifikasi tier 1 dan tier 2.

Waktu Downtime Cukup Singkat

Waktu downtime sangat berpengaruh bagi perusahaan, apalagi perusahaan besar. Satu detik saja bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar. Oleh sebab itu, waktu downtime harus menjadi pertimbangan saat akan memilih layanan pusat data. Vendor pusat data yang sudah memiliki sertifikasi tier 3 bisa Anda andalkan karena pusat data mereka hanya memiliki waktu downtime kurang dari 2 jam dalam setahun, lebih tepatnya hanya 1,6 jam.

Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding downtime yang dimiliki oleh tier 1 maupun tier 2 yang bisa mencapai 22 hingga hampir 29 jam lamanya. Bisa Anda bayangkan semakin lama waktu downtime yang diperlukan maka akan semakin banyak kerugian yang harus Anda tanggung, bukan? Selalu ingat kata pepatah, waktu adalah uang.

Tier 3 Sudah Memiliki Sistem Redundan yang Bisa Diandalkan

Meskipun tier 2 juga sudah memiliki sistem redundan, namun sistem redundan pada pusat data dengan sertifikasi tier 3 jauh lebih baik. Jika tier 2sistem redundan yang dimiliki hanya sebagian, maka tier 3 sistem redundannya lebih kompleks. Sistem redundan pada tier 3 memungkinkannya untuk menonaktifkan sistem termasuk mekanik dan elektrik, secara sementara waktu untuk tujuan maintenance. Jadi, tier 3 ini boleh dibilang infrastrukturnya sudah di-maintin secara baik.

Availabilitas Tinggi

Pusat data pada tier 3 memiliki availabilities yang cukup tinggi, yakni 99,982 persen. Jumlah ini memiliki selisih yang cukup jauh dibanding tier 1 maupun tier 2 yang hanya 99,67 persen dan 99,75 persen. Namun, dibanding tier 4, ketersediaan ii tidak begitu berpaut jauh, dengan availabilities di angka 99.995 persen.

 

Sebelum memutuskan layanan pusat data mana yang akan Anda ambil, pastikan dulu apakah layanan tersebut sudah memiliki sertifikasi minimal tier 3. Caranya dengan menanyakan pada vendor tersebut dan jika Anda masih belum yakin dengan keunggulan yang dimilikinya, tanyakan saja semuanya agar lebih detil dan jelas. Pihak vendor akan memberikan penjelasan maksimal sehingga Anda bisa memutuskan. Jadi, sudah siap memilih vendor mana untuk mempercayakan pusat data Anda?

Photo credit: commons.wikimedia.org

 

Info data center tier 3 indonesia