free page hit counter

Bagaimana Memilih Model Layanan IT Outsourcing?

Memilih layanan IT Outsourcing

Pengalihan daya teknologi informasi atau biasa disebut IT outsourcing menjadi inisiatif menarik bagi perusahaan, baik yang ingin melakukan efisiensi biaya atau yang bermaksud melakukan langkah strategis. Pada umumnya, kebutuhan setiap perusahaan unik dan tidak dapat disamakan satu sama lain. Akibatnya, model layanan IT outsourcing yang dibutuhkan juga berbeda-beda sesuai keperluan.

Baca juga: 3 Tantangan Umum ketika Melakukan IT Outsourcing

Salah satu keunggulan IT outsourcing adalah mengubah belanja modal (Capital Expense atau Capex) menjadi belanja operasional (Operational Expense atau Opex). Namun, perencana anggaran juga tidak akan suka apabila ternyata Opex susah diperkirakan dan sering berubah-ubah.

Ketika memilih model tersebut, perusahaan tidak hanya harus memerhatikan masalah efisiensi dan menekan biaya, tetapi juga bagaimana agar biaya yang dikeluarkan pada periode tertentu relatif lebih mudah diramalkan.

Ada berbagai macam model layanan yang ditawarkan penyedia jasa IT outsourcing. Misalnya, menawarkan paket berdasarkan SLA (Service Level Agreement) ataupun berdasarkan jumlah engineer yang akan disediakan. Detail layanan ini umumnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, tentunya dalam batas kapabilitas perusahaan IT outsourcing tersebut.

SLA IT Outsourcing: Persetujuan untuk menjamin standar layanan

SLA atau persetujuan tingkat layanan merupakan kesepakatan yang dibuat antara penyedia jasa IT outsourcing dan pelanggan. Salah satu isinya yang terpenting adalah menetapkan standar paket layanan yang disediakan. Sebagai contoh, kesepakatan dalam suatu SLA untuk layanan jaringan komputer bisa menetapkan ketersediaan jaringan selama 99,99 persen per tahunnya. Ini berarti sekitar 5 menit dalam dalam 365 hari.

Penyedia jasa IT outsourcing biasanya sudah memiliki paket SLA standar untuk setiap jenis layanan yang ditawarkan. Pelanggan dapat menegosiasikan standar yang dikehendaki sesuai kebutuhan. Misalnya, suatu perusahaan yang beroperasi setiap hari mungkin menuntut layanan IT helpdesk tersedia 24 jam dalam seminggu, dan harus dapat menyelesaikan masalah dalam waktu singkat (misalnya kurang dari 1 jam untuk semua masalah dasar dan kurang dari 1 hari untuk 90 persen masalah lanjut).

Baca juga: Maksimalkan Penggunaan Layanan IT Outsourcing di Perusahaan

Sebaliknya, mungkin terdapat perusahaan yang sudah puas dengan ketersediaan layanan IT helpdesk pada hari kerja dan jam kantor (pukul 08.00-17.00), dan waktu penyelesaian masalah lebih longgar.

Dalam merumuskan SLA, perusahaan harus memerhatikan bahwa standar yang diinginkan memang terukur dan realistis. Banyak perusahaan tentunya tidak keberatan membayar lebih untuk standar layanan yang tinggi. Namun, pelanggan tentunya tidak bisa menuntut ekspektasi lebih dari standar yang dapat dicapai oleh penyedia jasa IT outsourcing.

Selain menetapkan standar layanan, SLA juga menetapkan hal lain seperti proses pelaporan, prosedur penyelesaian sengketa, dan prosedur pembaruan kesepakatan.

Berdasarkan kebutuhan terhadap tenaga IT

IT Outsourcing berdasarkan SLA tidak hanya satu-satunya model yang tersedia. Model layanan lain yang dapat ditemui adalah paket layanan berdasarkan tenaga profesional  IT (engineer) yang disediakan oleh penyedia jasa outsourcing.

Biaya tidak hanya ditentukan berdasarkan jumlah tenaga IT yang dijamin keberadaannya untuk menyediakan pelanggan, tetapi juga level kompetensi yang ditawarkan. Model ini cocok jika perusahaan dapat memperkirakan dengan baik jumlah dan kemampuan tenaga profesional IT yang dibutuhkan untuk kebutuhan operasional bisnisnya.

Baca juga: IT Outsourcing untuk Sebuah Kenyamanan Menjalankan Bisnis Utama

Sebagai contoh, pada level kompetensi dasar, pelanggan bisa mendapatkan layanan dari tenaga IT yang menjalankan tugas-tugas dasar seperti reset kata sandi (password), tes koneksi dan aplikasi, dan berbagai tugas dasar lainnya yang biasa ditangani oleh IT Helpdesk dan Call Center. Untuk level yang lebih tinggi, pelanggan bisa mendapatkan akses ke teknisi, Field Engineer dan Network Operation Engineer yang bisa melakukan operasi seperti perubahan konfigurasi mesin, baik on-site ataupun remote.

LEAPS (Lintasarta Enterprise on Advance Professional Services) menyediakan layanan yang memungkinkan pelanggan mendapatkan akses terhadap profesional IT yang terlatih dan bersertifikat, dengan memenuhi standar industri. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan IT outsourcing yang ditawarkan Lintasarta, hubungi kami.