free page hit counter

Bersiap Wabah Smartwatch

image source : en.wikipedia.org

Smartwatch secara sederhana adalah arloji canggih. Sudah dibenamkan layar sentuh, sistem operasi, aplikasi, bahkan sensor tertentu. Fungsinya bisa menjadi aksesori penunjang smartphone atau malah produk tunggal. Wearable device tersebut tidak hanya mampu menampilkan notifikasi pesan atau panggilan masuk, tapi juga dapat terhubung dengan berbagai aplikasi lewat sensor seperti pedometer atau bahkan gyroscope.

Ketika nanti semakin banyak aplikasi-aplikasi yang dirancang khusus untuk smartwatch, maka pemanfaatan jam tangan pintar itu bisa sangat beragam. Bolehlah kita membayangkannya seperti film-film sains fiksi.

Dalam rangka untuk bekerja dengan ponsel, smartwatch bekerja pada sistem operasi yang berbeda. Beberapa didesain hanya untuk sistem operasi Android, sedangkan yang lain bekerja dengan Android dan iPhone.

Smartwach dimulai sebenarnya pada awal 1980-an, namun baru booming di awal 2012. Menurut Canalys, lembaga riset teknologi,  lebih dari lima juta smartwatch akan dikirimkan ke seluruh dunia pada tahun 2014. Itu lonjakan besar dari 330.000 yang sudah dikirim pada tahun 2012 dan 1,9 juta unit selama 2013 lalu.

Angka ini masih terbilang cukup kecil dan belum mencapai 1% dibanding penjualan smartphone (990 juta unit) dan tablet (227 juta unit). Namun, tren ini diperkirakan bakal terus tumbuh, di mana hampir semua pemain besar, seperti Google, Microsoft dan Apple disebut telah mengembangkan smartwatch. Belum lagi, diperkirakan pada tahun ini, pasar smartphone akan mengalami kejenuhan sehingga memerlukan terobosan baru.

Presiden dan CEO Sony Mobile Communications Kunimasa Suzuki pun memprediksi smartwach yang masuk kategori wearable device memiliki potensi di masa depan. “Kita akan tiba di tahap di mana konsumen bisa menganggap wearable device sebagai the next mobile. Smartphone selalu di kantong atau di tangan, sementara wearable device selalu dipakai. Keduanya mirip sekaligus berbeda.”

 

Ada beberapa smartwatch yang akan beredar di pasar.

Sony Smartwatch 2

Sony Smartwatch 2 tidak disertai kamera, speaker atau mic. Sony mengatakan Smartwatch 2 akan bisa bekerja sama dengan semua perangkat Android dengan ICS atau yang lebih baru.

Smartwach 2 ini banyak mengadopsi desain Xperia Z, bentuknya kotak sport dengan sudut agak membulat dan cincin perak melingkari permukaannya. Sisi kiri terdapat standar port Micro USB untuk pengisian baterai.

Smartwatch 2 memiliki layar 1,6 inci transflective dengan resolusi 220 X 176 pixel. Teknologi transflective membuat layarnya tetap terlihat walau di terik matahari sekalipun.

Notifikasi Smartwatch 2 memberi informasi siapa yang mengirim  dan memberi Anda sedikit penggalan teks yang dikirim. Untuk notifikasi twitter dan facebook, Anda bisa mencentang dari siapa saja notifikasi akan muncul. Jadi Smartwatch 2 tidak akan penuh dengan nofikasi.

Pebble Steel

Pebble Steel adalah versi premium dari versi Pebble pertama. Tampilannya seperti jam tangan mahal namun menyembunyikan segudang teknologi di dalamnya.

Pebble Steel ini menggandakan memori dari versi Pebble smartwatch yang original . Ada lampu LED tunggal di bawah layar Pebble Steel yang menyala ketika smartwatch ini sedang diisi dan juga ketika ada pemberitahuan yang sedang masuk.

Pebble Steel juga memiliki port pengisian dua-pin yang mana tidak ditemukan pada original Pebble. Desainnya yang berkelas dengan memanfaatkan tali dari bahan stainless Steel dan mesin CNC, tentu Pebble smartwatch ini akan lebih berat.

Pebble Steel memiliki layar sebesar 1,26 inci dengan resolusi sebesar 144 x 168 piksel, non-touch, dilindungi dengan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass yang juga ditambahkan lapisan anti-sidik jari.

Pebble steeel ini mampu disinkronkan dengan perangkat iOS dan Android. Dengan prosesor ARM Cortex M3 berdaya rendah di dalamnya, ditambah dengan Bluetooth low energy (LE), vibrating motor, magnetometer, ambient light sensor, dan three-axis accelerometer membuat jam tangan ini bukan sekedar jam tangan.

Huawei Talkband B1

Sekilas pada padangan pertama, Huawei Talkband B1 mirip Fitbix Flex, namun sedikit lebih besar. Talkband B1 memiliki speaker di bagian belakangnya. Speaker itu berguna untuk menelepon. Ya, Talkband ini jadi pengganti semacam pengganti earphone yang telah disambungkan ke ponsel Anda.

Talkband B1 menggunakan sistem operasi iOS dan Android. Layarnya hanya 1,4 inci relatif berguna meski Anda harus menekan tombol kecil di sisi untuk melihat waktu. Sementara konektivitas USB bersembunyi di bawah ujung salah satu talinya. Bateri 90mAh bisa dicharge selama dua jam di komputer untuk bisa tahan selama hampir 6 hari. Sayangnya, bentuk dan desainnya kurang menarik.