free page hit counter

Bukan Wifi Biasa

Screen Shot 2016-08-25 at 5.07.21 PM

 

Saat ini, cukup sulit menemukan orang yang tidak memiliki smartphone, terutama di tengah masyarakat urban (perkotaan). Kapan saja, di mana saja, terlihat orang-orang membawa ponsel pintar. Di mal, pasar, kampus, perkantoran dan di mana pun orang terlihat sibuk dengan smartphone masing-masing.

Menurut International Data Corporation (IDC), Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna smartphone terbanyak di dunia dengan populasi tak kurang dari 55,4 juta unit pada 2015. Angka ini melampaui Jepang yang hanya sekitar 51,8 juta unit pada tahun yang sama.

Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai pasar smartphone terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah China dan India. Pada tahun ini, diperkirakan penggunaan smartphone di Tanah Air akan melonjak setidaknya mencapai 65,2 juta unit.

Dengan pertumbuhan populasi smartphone yang sedemikian kuat dan masif, kebutuhan akan jaringan Internet juga meningkat secara eksponensial. Keinginan setiap orang untuk terus saling terhubung di dunia maya, secara langsung dan signifikan telah membuat kebutuhan akan jaringan Internet semakin besar, dan terus meningkat.

Bahkan di era digital saat ini, Internet tampaknya sudah termasuk dalam daftar barang kebutuhan pokok. Banyak orang rela tidak makan siang demi bisa membeli paket Internet.Para pelajar dan mahasiswa kadang rela tidak jajan, hanya sekadar bisa terus terhubung dengan komunitasnya via jaringan.

Berdasarkan data E-Marketer, Data and Reserarch on Digital for Business Professionals, para pengguna Internet di Indonesia tersebut rata-rata memiliki rentang usia15-24 tahun. Perilaku kaum muda yang ‘gadget minded’ ini membuat Internet menjadi sebuah magnet super kuat untuk dapat menarik orang-orang datang di suatu tempat.

Lihat saja, setiap mal, hotel, taman kota, restoran, bandara dan sebagainya selalu menyediakan WiFi. Selain sebagai wujud pelayan kepada pelanggan atau publik, penyediaan WiFi juga bertujuan agar tempat tersebut ramai dikunjungi banyak orang. Sebagian di antaranya bahkan menyediakan WiFi gratis. Lintasarta melihat akan menjadi sinergi yang baik apabila pengguna WiFi, pemilik lokasi (venue) serta brand produk/ jasa dapat berkolaborasi untuk saling mendapat manfaat.

Saat ini, beberapa ruang publik atau kawasan terbuka seperti area bisnis, bandara, perguruan tinggi, tempat hiburan telah dipasang WiFi yang dapat digunakan secara gratis oleh pengunjung. Lewat kerja sama ini, para pemilik lokasi tadi dapat memperoleh manfaat berupa peningkatan jumlah kunjungan. Lokasi tersebut menjadi ramai pengunjung.

Kolaborasi apa yang bisa didapat untuk pemilik merk (brand)? Dody Indrawijaya, Senior Manager Marketing Communication & Channel Lintasarta, menjelaskan WiFi dapat didesain sedemikian rupa sehingga iklan akan muncul pada saat pengguna WiFi melakukan log in. Durasi dan frekuensi kemunculan iklan juga dapat disetting semisal per 30 menit.

“Ini tidak jauh berbeda dengan mekanisme iklan yang dilakukan youtube.com. Iklan yang ditampilkan di area venue itu juga bisa dalam bentuk TV Commercial/TVC,” jelas Dody.

Dia mengatakan, WiFi Ads ini merupakan cara yang sangat efektif bagi korporasi untuk memperkenalkan produk dan memperkuat brand.

Tidak terkecuali bagi pemerintah daerah juga dapat mengambil manfaat untuk menyebarluaskan program kerjanya. “Bahkan, lewat keberadaan WiFi ini, pemerintah daerah bisa juga bisa melakukan survei terhadap warganya mengenai apa saja, serta memperoleh data demografi pengunjung.”

WiFi ini juga tersebutdapat didesain terkoneksi dengan media sosial. Jadi, pada saat pengguna Internet akan melakukan browsing, mereka terlebih dahulu diarahkan untuk log in menggunakan media social melalui twitter. com dan facebook.com. Bisa juga melakukan pengisian data langsung.

Ini dimaksudkan agar pemilik merk atau instansi yang terkait maupunpemiliklokasi dapat memperoleh data profil dari pengunjung venue. Dengan begitu, pemasang iklan atau pemilik venue juga dapat dengan mudah melakukan survei terhadap pengunjung, baik melalui polling atau kuesioner.

Lewat kerja sama penyediaan WiFi gratis tersebut semua pihak sama-sama memperoleh keuntungan. Di satu sisi, jumlah pengunjung venue akan meningkat karena mereka dapat dengan mudah mengakses layanan Internet secara bebas tanpa membayar. Disisi lain, pemasang iklan juga mendapatkan keuntungan karena dapat melakukan aktivitas promosi secara efektif dengan biaya yang relatif murah dan tepat sasaran. Anda tertarik?