free page hit counter

Cara Mencegah Kebocoran Data Nasabah Bank

Data Nasabah Mencegah kebocoran data nasabah

Kebocoran data nasabah merupakan salah satu risiko yang mungkin terjadi pada dunia perbankan. Hal ini tentu akan merugikan baik untuk nasabah maupun pihak bank. Nasabah akan rugi karena data-data yang seharusnya bersifat rahasia justru disalahgunakan, sedangkan bank pun demikian karena kredibilitasnya akan dipertanyakan oleh masyarakat.

Baca juga: Bagaimana Keamanan Data Center Dijaga?

Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mencegah risiko kebocoran data nasabah bank. Namun, cara-cara tersebut memerlukan kolaborasi aktif dari pihak bank sekaligus nasabah. Apa saja itu? Silakan simak penjelasannya di bawah ini:

Mencegah terjadinya phishing

Phising merupakan sebuah modus penipuan dengan tujuan untuk mendapat informasi nasabah dengan cara ilegal. Biasanya phising dilakukan melalui telepon (voice phising), situs palsu, atau mengirimkan email kepada nasabah. Meski sudah sering terjadi, masih banyak nasabah bank yang menjadi korban phising.

Untuk bisa mencegah terjadinya phising dibutuhkan kolaborasi aktif dari pihak bank dan nasabah. Dari pihak bank bisa memberikan edukasi kepada nasabah, segala transaksi hanya dilakukan melalui nomor serta website resmi. Sementara itu, nasabah bisa segera melaporkan pada bank jika menemukan kasus phising dengan melampirkan nomor atau website yang digunakan pelaku saat menjalankan aksi penipuan.

Meminimalisasi risiko spyware

Selain melalui phising, data nasabah juga bisa dicuri melalui spyware. Spyware merupakan program yang menginfiltrasi sistem komputer tanpa disadari pengguna. Biasanya spyware masuk ke dalam komputer melalui virus dari internet atau transfer data. Cara ini juga bisa mengambil data nasabah bank, terutama jika nasabah sering menggunakan transaksi internet.

Baca juga: Bagaimana Mengurangi Risiko Kehilangan Data Perusahaan?

Untuk mencegah komputer terjangkit spyware, nasabah bisa memasang anti-virus. Usahakan juga untuk menggunakan anti-virus yang benar-benar aman. Saat melakukan transaksi lewat internet nasabah juga harus berhati-hati. Jangan log-in pada website jika tidak diperlukan. Dari pihak bank, bisa meminimalisasi masalah ini dengan memblokir situs-situs yang dapat membahayakan nasabah atau situs-situs palsu.

Meningkatkan kenyamanan transaksi

Risiko kebocoran data nasabah juga terkadang bisa muncul akibat adanya celah pada saat melakukan transaksi. Satu di antaranya, pada saat transaksi dengan menggunakan mesin EDC (Electric Data Capture). Transaksi dengan metode ini memang digemari nasabah karena praktis dan tidak memakan banyak waktu.

Namun, transaksi EDC ternyata memiliki celah untuk tindak kejahatan. Data kartu nasabah bisa direkam oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk keperluan yang merugikan nasabah.

Untuk mencegahnya nasabah bisa menolak saat petugas melakukan swap kartu lebih dari sekali. Terlebih swap yang dilakukan pada mesin cash register. Penyebabnya karena tindakan swap lebih dari sekali bisa merekam data kartu pada komputer pelaku. Magnetik pada mesin cash register bahkan dapat mengimpor data nasabah dan mengumpulkannya pada database khusus.

Meningkatkan sistem keamanan bank

Dari pihak bank dapat meningkatkan sistem keamanannya dengan memastikan perangkat keamanan yang digunakan telah memenuhi kualifikasi standar internasional terbaru (misal: ISO 27001) dan rutin diperbarui (dibuktikan oleh audit dari instansi berwenang seperti SGS atau BI).

Bank juga bisa mulai bermigrasi pada teknologi cloud untuk penyimpanan data nasabahnya. Teknologi cloud ini jauh lebih aman jika dibandingkan dengan penyimpanan konvensional karena risiko hilang atau terkena virus jauh lebih rendah. Menyimpan data nasabah dalam cloud juga lebih efisien karena tidak membutuhkan biaya besar.

Baca juga: Tips Melakukan Backup Berskala Perusahaan

Lintasarta melalui Lintasarta Cloud Services mampu melindungi data nasabah dengan motto SAFE (Secure, Affordable, Flexible, and Excellence). Layanan kami juga telah tersertifikasi ISO 27001 dan diaudit secara berkala oleh SGS, BI, serta internal. Dengan demikian data nasabah bank pun akan terjamin keamanannya. Anda bisa menghubungi kami jika ingin tahu lebih detail mengenai layanan Lintasarta Cloud Service.