free page hit counter

Efisiensi Beban Operasional Melalui Optimalisasi Bandwidth

JAKARTA. Kompleksitas menjadi sebuah kendala utama bagi perusahaan yang memiliki trafik data dan aplikasi cukup padat. Kendala ini menjadi masalah laten yang dapat mengganggu kinerja layanan sebuah perusahaan, khususnya untuk perusahaan yang memiliki kantor cabang ­­atau jaringan perusahaaan di banyak daerah.

Beberapa sektor industri yang memiliki jaringan luas di banyak daerah diantaranya seperti finance baik perbankan maupun non perbankan dan resources. Jumlah jaringan yang luas, seringkali menjadi legitimasi dari perusahaan untuk meningkatkan brand image di kalangan masyarakat secara umum dan khususnya untuk pelanggan.

Atas dasar menjaga hubungan baik dengan rekanan perusahaan atau pelanggan maka data di atas kertas seperti banyaknya jumlah jaringan tidak cukup untuk memastikan sebuah kualitas layanan yang prima. Kompleksitas komunikasi dan pengiriman data serta aplikasi di internal perusahaan harus mendapatkan sebuah solusi bisnis yang tepat agar kualitas pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.

General Manager IT Services PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), Gidion Suranta Barus, mengatakan, timbulnya kompleksitas salah satunya akibat beberapa perusahaan menempatkan server di kantor cabang. “Hal ini berdampak kepada beban operasional IT perusahaan,” ujarnya.

Sebagai contoh, untuk sektor perbankan, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), saat ini total jumlah Bank yang ada di industri perbankan nasional sebanyak 120 bank. BI juga mencatat bahwa jumlah kantor Bank umum di Indonesia sebanyak 18.558 unit kantor sampai akhir tahun 2013.

Jumlah kantor Bank umum sampai akhir tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 11,6% dari jumlah kantor Bank umum pada akhir tahun 2012 yang sebanyak 16.625 unit kantor. Kedepan dengan potensi nasabah pasar perbankan yang mencapai lebih dari 240 juta penduduk serta luasnya wilayah geografis Indonesia maka kebutuhan akan solusi layanan komunikasi dan data di sebuah perusahaan menjadi sebuah prioritas kebutuhan.

Trafik data dan aplikasi sebuah perusahaan harus sudah difasilitasi dengan sistem IT untuk menunjang komunikasi data dan aplikasi di internal perusahaan. Hal ini ditambah dengan fakta bahwa tidak semua daerah di Indonesia dapat terjangkau oleh jaringan tertentu misalkan serat optik atau fiber optic.

Gidion menggambarkan, bahwa jumlah aplikasi juga akan terus bertambah dengan jumlah kapasitas yang berbeda-beda. Ia menilai, perlu adanya pengaturan maksimal agar optimasi komunikasi data bisa tetap berjalan dengan baik.

Kondisi kapasitas jaringan sebuah perusahaan tentunya juga berbeda-beda dengan keterbatasan kapasitas bandwidth yang dihadapkan dengan volume aplikasi yang juga berbeda-beda. Tak jarang dengan bandwidth yang terbatas diikuti pengiriman volume aplikasi atau data yang cukup besar menyebabkan waktu tunggu yang cukup lama sehingga efisiensi waktu dan pengeluaran sulit tercapai.

Untuk memastikan bahwa trafik data dan aplikasi antara kantor pusat dengan kantor cabang atau sesama kantor cabang dapat bekerja dengan baik perlu adanya pihak yang ahli menangani hal ini. Sebuah perusahan seperti di sektor finance atau resources sudah sebaiknya fokus di bisnis utama atau core business sehingga dapat memastikan pertumbuhan perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Menurut Gidion, Lintasarta sebagai perusahaan yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun memberikan solusi pasti terhadap kompleksitas trafik data dan aplikasi. Lintasarta dapat memberikan layanan untuk menyelesaikan masalah kompleksitas yang dihadapi sebuah perusahaan dengan jaringan yang bersifat nasional.

Gidion menegaskan, bahwa kenyamanan pelanggan menjadi prioritas Lintasarta dalam memberikan sebuah layanan maksimal dengan menjadi solusi bagi terhambatnya trafik data dan aplikasi di internal perusahaan. Untuk memastikan kenyamanan sebuah perusahaan dalam menjalankan core business, Lintasarta menawarkan layanan Managed WAN Optimizer.

WAN Optimizer sendiri merupakan layanan untuk mempercepat atau melancarkan trafik aplikasi dan transfer data melalui daerah yang luas dan lewat jaringan hybrid. Melalui layanan Managed WAN Optimizer dari Lintasarta maka akan meningkatkan kinerja layanan perusahaan kepada pelanggan yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Sektor perbankan membutuhkan data yang real time seperti untuk layanan ATM, Managed WAN Optimizer Lintasarta akan memastikan kualitas layanan perusahaan kepada pelanggan tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.

Saat ini tuntutan pelanggan seperti di sektor perbankan terhadap kecepatan pelayanan seperti di mesin ATM semakin besar. Perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat menjadi salah satu faktor pendorong peningkatan tuntutan terhadap pelayanan yang mengedepankan kualitas dan kecepatan.

Managed Services Business Manager Lintasarta, M Dhany Lingga Prana, menambahkan, kapasitas bandwidth yang terbatas bukan sebuah kendala dalam menjamin kelancaran trafik komunikasi data dan aplikasi di sebuah perusahaan. Melalui managed WAN Optimizer dari Lintasarta, terbatasnya kapasitas bandwidth akan dimaksimalkan dengan optimalisasi dan pemberian skala prioritas bagi aplikasi tertentu sesuai kebutuhan pelanggan.

“Lintasarta akan memberikan layanan full managed untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan, dengan konsep ini maka beban up front investment yang harus dikeluarkan perusahaan dapat ditekan,” kata Dhany.

Dhany menuturkan, trafik data dan aplikasi sebuah perusahaan juga akan terjamin kelancarannya bahkan sampai ke daerah terpencil sekalipun yang tidak terjangkau jaringan serat optik. Ia menilai, hal ini karena layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) melalui akses satelit dengan teknologi Time Division Multiplex (TDM) atau Time Division Multiple Access (TDMA) juga dapat diintegrasikan dengan layanan Managed WAN Optimizer.

Pelanggan di daerah perkotaan serta daerah terpencil sekalipun akan tetap termonitor dan mendapatkan pelayanan yang cepat dari Lintasarta. Hal ini karena layanan Managed WAN Optimizer didukung dengan keberadaan local support di lebih dari 44 kota yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia.

Demi mewujudkan kenyamanan bagi pelanggan, tak hanya keberadaan local support, layanan help desk juga akan aktif melayani selama 24 jam dalam seminggu atau dalam setiap hari penuh.

Keberadaan tenaga IT profesional yang telah tersertifikasi akan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pelanggan untuk fokus menjalankan bisnis utamanya. Lintasarta juga menyediakan back up perangkat ketika terjadi masalah, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

Aktifitas pemeliharaan dan preventive maintenance juga telah menjadi bagian dari layanan yang diberikan oleh Lintasarta.

Dalam menyelenggarakan layanan ini, Lintasarta menggandeng Riverbed yang merupakan leader pada pasar perangkat WAN Optimizer berdasarkan kualifikasi pada Gartner Magic Quadrant. Melalui kerjasama ini, maka jaminan kualitas produk dan layanan pengelolaan maksimal menjadi hal yang tidak perlu diragukan lagi.

Berdiri pada tahun 1988, Lintasarta sebagai salah satu penyedia jasa teknologi informasi dan komunikasi yang paling komprehensif serta terdepan di Indonesia memastikan komitmen terhadap kenyamanan pelanggan.

Kini Lintasarta melayani lebih dari 1.700 mitra perusahaan, menghubungkan lebih dari 19.000 jaringan, memanfaatkan infrastruktur terkini berbasis Platform Next Generation Network (NGN). Dengan dukungan pengalaman dan sumber daya berkualitas maka masalah kompleksitas trafik data dan aplikasi dapat terselesaikan secara maksimal serta menjamin adanya solusi yang berkelanjutan.