free page hit counter

3 tantangan bisnis e-commerce di Indonesia saat pandemi dan New Normal

3 tantangan e-commerce di era new normal

Perilaku konsumen di pasar global saat pandemi Covid-19 berubah sangat cepat dibanding sebelumnya. Perubahan ini diprediksi akan terus berkembang lebih lanjut dalam beberapa pekan dan bertahan selama berbulan-bulan setelahnya, termasuk di Indonesia. Sebagian besar konsumen kini beralih ke marketplace atau e-commerce Indonesia untuk membeli produk, dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

Riset Technomic menunjukkan, 52% konsumen menghindari kerumunan dan 32% menjadi lebih jarang meninggalkan rumah karena kekhawatiran terpapar Covid-19. Riset First Insight juga menunjukkan 30% responden kini lebih sering berbelanja online dibanding sebelumnya. Perubahan perilaku ini mendorong pelaku bisnis e-commerce maupun marketplace di Indonesia untuk mengubah strategi serta operasi bisnisnya.

 

Tidak dapat dipungkiri, saat pandemi maupun New Normal, marketplace dan e-commerce Indonesia memang mendapati peningkatan permintaan karena memungkinkan konsumen berbelanja secara online. Namun tentu saja, peningkatan permintaan ini tidak serta merta muncul tanpa tantangan bisnis.

 

Memahami perubahan perilaku konsumen

 

Sebagaimana disebutkan di atas, pandemi Covid-19 membawa perubahan perilaku konsumen termasuk saat memasuki New Normal di Indonesia. Fenomena ini juga mendorong konsumen yang belum pernah belanja online, untuk beralih ke marketplace atau e-commerce. Pelanggan baru tersebut kemungkinan besar akan terus berbelanja online bahkan pasca pandemi atau New Normal.

 

Oleh sebab itu, marketplace dan e-commerce Indonesia perlu fokus pada pengalaman pelanggan karena hal ini akan menentukan bagaimana mereka menilai perusahaan. Untuk memahami perubahan perilaku konsumen, Anda dapat menggunakan solusi Lintasarta Intelligent Growth Analytics.

 

Lintasarta Intelligent Growth Analytics didukung dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent (AI) yang secara otomatis menganalisa data untuk memberikan rekomendasi kampanye pemasaran (marketing campaign) tersegmentasi dan dipersonalisasi secara real-time.

 

Algoritma dalam solusi ini dilatih dalam berbagai konteks sehingga dapat memahami perilaku konsumen lokal di Indonesia. Selain itu, algoritma yang digunakan dalam Lintasarta Intelligent Growth Analytics dilatih untuk menemukan pola baru. Dengan demikian, layanan ini dapat menganalisa perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan perilaku pelanggan saat New Normal di Indonesia.

 

Baca juga: Lintasarta Intelligent Growth Analytics: Solusi digital marketing menghadapi New Normal

 

 

Meningkatnya permintaan dan masalah rantai pasokan

 

Permintaan konsumen yang meningkat dalam waktu yang cepat terkadang tidak dapat berbarengan dengan rantai pasokan yang memadai. Untuk meminimalisir dampak lebih lanjut, marketplace atau e-commerce dapat mengatur ketersediaan produk di gudang perusahaan dengan sistem manajemen persediaan dan rantai pasokan yang baik.

 

Alur pencatatan barang di supply chain sendiri, kini bergantung pada Cloud. Data lainnya yang terkait dengan perusahaan juga tersimpan pada layanan komputasi awan. Infrastruktur Cloud mampu membantu sistem supply chainuntuk memonitor proses pengiriman dalam tahap apa pun sehingga dapat meminimalisir terjadinya kehilangan produk. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan pada produk, perusahaan dapat segera mengambil tindakan secepat dan seefektif mungkin.

 

Solusi Lintasarta Cloud Services dapat membantu marketplace maupun e-commerce dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Lintasarta Cloud Services juga dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi di saat New Normal di Indonesia, terutama pada penggunaan Capital Expenditure (capex) perusahaan untuk berbagai investasi IT yang tidak perlu, serta menjamin kelancaran bisnis e-commerce maupun marketplace.

 

Baca juga: Menghemat Anggaran Perusahaan dengan Adopsi Cloud Computing

 

  

Kolaborasi antar divisi yang tak kalah penting

 

New Normal di Indonesia memang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan kebijakan shifting bagi karyawan untuk bekerja di kantor. Meski tak lagi sepenuhnya bekerja dari rumah, pola kerja di saat New Normal mendorong perusahaan untuk menggunakan solusi ICT dalam berkomunikasi dan berkolaborasi antar divisi.

 

Agar kolaborasi dan komunikasi di internal marketplace maupun e-commerce berjalan dengan sinkron, perusahaan dapat menggunakan solusi Lintasarta Hosted Collaboration Solution. Layanan ini berfungsi sama seperti aplikasi video conference yang sudah banyak beredar. Perbedaannya adalah Lintasarta Hosted Collaboration Solution dapat dikemas menjadi pelengkap ruang meeting Anda dengan koneksi yang aman melalui integrasi dengan jaringan pribadi.

 

Meski berjalan di atas Cloud, data perusahaan akan tetap aman karena adanya proses enkripsi end-to-end ketika data berpindah. Dukungan keamanan lainnya pada Lintasarta Kombinasi enkripsi end-to-end dan endpoint akan membantu menjaga keamanan aktivitas bisnis saat video conference berlangsung maupun setelahnya.

 

Baca juga: Tips Memilih Layanan Video Conference yang Lebih Aman

 

 

Lintasarta Hosted Collaboration Solution adalah platform yang dapat diimplementasikan pada banyak perangkat dengan merek berbeda sehingga memudahkan Anda melakukan kolaborasi.

 

Lintasarta juga menyediakan berbagai solusi berbasis teknologi lainnya untuk membantu Anda mengembangkan bisnis di era New Normal. Anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang solusi Lintasarta lainnya.