free page hit counter

IT Outsourcing untuk Sebuah Kenyamanan Menjalankan Bisnis Utama

JAKARTA. Kondisi bisnis dalam negeri pada 2014, menyajikan sebuah tantangan baru bagi para pelaku usaha di berbagai sektor industri. Penurunan pertumbuhan ekonomi nasional, perekonomian global yang masih rentan, dan peningkatan arus perdagangan bebas menjadi faktor yang perlu diperhitungkan pelaku usaha di setiap sektor industri.

Untuk bisa tetap eksis dalam persaingan pasar maka pelaku industri dituntut untuk memiliki kesiapan yang prima. Peningkatan efisiensi menjadi sebuah keharusan termasuk fokus dalam menunjang peningkatan daya saing.

Lebih spesifik lagi beberapa sektor industri besar seperti resources yang didalamnya terdapat sektor minyak dan gas(migas) memiliki tantangan teknis maupun non teknis pada tahun ini. Target produksi migas yang semakin tinggi dan kondisi semakin tuanya peralatan serta lapangan migas menjadi tantangan tersendiri.

Sektor keuangan seperti perbankan juga memiliki tantangan pada tahun ini terkait likuiditas yang semakin mengetat dan potensi peningkatan resiko kredit bermasalah. Penerapan integrasi sektor perbankan ASEAN pada tahun 2020 juga mendorong perbankan nasional untuk meningkatkan daya saing agar dapat memanfaatkan pasar di Asia Tenggara.

Tak hanya sektor migas serta perbankan, sektor manufaktur juga dituntut untuk terus berinovasi dan meningkatkan ekspansi perusahaan. Hal ini tak lain didorong semakin maraknya produk-produk merek asing memasuki pasar dalam negeri.

Tantangan yang semakin kompleks di pasar, membuat setiap perusahaan harus bisa fokus di bisnis utamanya. Agar bisa fokus maka salah satu faktor strategis penunjang kualitas pelayanan perusahaan yaitu sistem IT harus bisa dikelola secara maksimal.

Setiap sektor industri tentunya memiliki kebutuhan teknologi yang spesifik dan berbeda satu sama lain. Sistem IT sendiri dapat mendukung kelancarangan interaksi antara perusahaan dengan pihak suppliers, employees, customers, maupun stakeholders.

Khusus kalangan pelanggan, saat ini semakin mengharapkan sebuah pelayanan yang mengedepankan kecepatan, kemudahan akses, fleksibel, dan produk yang semakin variatif. Faktor keamanan juga menjadi aspek yang tidak kalah pentingnya untuk memberikan sebuah kenyamanan kepada pelanggan.

Oleh karena itu, aspek pemeliharaan dan operasional infrastruktur IT menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga tingkat ketersediaan dan kehandalan sistem informasi yang dibutuhkan.

Sistem pengelolaan layanan IT harus memiliki kehandalan dan keamanan yang terjamin, agar perusahaan dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Tak jarang, untuk memastikan seluruh operasional IT berjalan dengan baik, perusahaan akan mempekerjakan staff atau karyawan IT yang handal untuk mengelola, memperbaharui, dan membangun sistem IT di internal perusahaan.

Menjadi masalah, dimana sebuah teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat dan kompleks serta disertai biaya yang semakin mahal. Keterbatasan perusahaan seringkali memberikan hambatan kepada staff IT untuk dapat meningkatkan kualitas pengelolaan operasional IT.

Tentunya permasalahan tersebut perlu disertai sebuah solusi yaitu dengan IT outsourcing yang semakin populer dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar disegala sektor industri baik di dalam negeri maupun global. Menjadi pertanyaan kenapa perusahaan-perusahaan besar mengoutsourcingkan sistem IT-nya ?.

Jawabannya karena didorong oleh faktur pengurangan beban biaya perusahaan. Faktanya penyerahaan pengelolaan secara penuh kepada pihak ketiga mampu mengurangi biaya operasional perusahaan secara signifikan.

Pada intinya, dengan IT outsourcing maka IT staff perusahaan tidak akan mengalami kesulitan untuk mengelola operasional IT karena ada pihak ketiga yang membantu. Terpenting perusahaan dapat fokus menjalankan bisnis utamanya.

Dalam menentukan pihak ketiga untuk mengelola secara penuh jaringan dan sistem layanan IT, perlu disertai perhitungan yang matang. Pengalaman, jangkauan jaringan yang luas, kelekapan produk layanan dan jaminan kualitas pekerja profesional menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pihak ketiga.

PT Aplikanusa Lintasarta, dengan pengalaman lebih dari 25 tahun karena telah berdiri sejak 1988 memberikan jaminan kualitas pelayanan yang prima. Lintasarta memiliki keahlian dengan jaminan sertifikasi serta pengalaman yang mampu menangani sebagian atau seluruh kegiatan informasi dan komunikasi secara bertanggung jawab.

Lintasarta telah melayani lebih dari 1.700 mitra perusahaan dari berbagai sektor industri, menghubungkan lebih dari 19.000 jaringan, dan memanfaatkan infrastruktur canggih berbasis Platform Next Generation Network (NGN). Pelanggan juga akan didukung dengan local support di lebih dari 44 kota yang tersebar di seuruh daerah di Indonesia.

Melalui faktor pendukung tersebut maka menjadi sebuah pilihan yang tepat menjadikan Lintasarta sebagai rekan kerja dalam mengelola sistem layanan IT perusahaan. Lintasarta sebagai Managed Service Providers atau MSPs dapat memenuhi semua kebutuhan IT outsourcing setiap perusahaan.

Managed Services Lintasarta memberikan solusi one stop solution penyediaan, pengelolaan, pemeliharaan dan performance monitoring untuk jaringan WAN, router, server, LAN, hosting services, beserta sistem keamanannya (security).

Managed Services Lintasarta juga tersedia dalam tiga paket layanan yaitu basic, professional, dan platinum. Paket layanan tersebut tergantung dari produk layanan yang dipilih dan kebutuhan setiap pelanggan.

Layanan Managed Services Lintasarta ditunjang dengan sertifikasi disetiap produk layanan, tenaga profesional dan berpengalaman, serta one stop shop untuk pengelolaan jaringan dan layanan IT.

Melalui Managed Services Lintasarta, maka perusahaan akan dapat fokus kepada bisnis utama, mengurangi biaya operasional, mendapatkan manajemen fasilitas serta operasional yang profesional, dan meminimalisasi resiko yang dapat mengganggu kinerja perusahaan.

Lintasarta memastikan dapat menjadi solusi bisnis sekaligus rekan kerja yang profesional dalam mendorong pertumbuhan perusahaan. Kenyamanan dalam menjalankan bisnis utama perusahaan telah menjadi kebutuhan dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat.