free page hit counter

Ransomware Mengajarkan Kita untuk Lebih Berhati-hati

Dalam dunia sistem informasi, data merupakan aset terpenting sebuah perusahaan yang perlu dijaga dengan baik. Infrastruktur IT pada dasarnya digunakan untuk menunjang proses pertukaran data dan mengamankan data agar selalu dapat digunakan untuk kepentingan perusahaan maupun user mereka. Backup merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menjaga data mereka tetap aman. Lalu apa jadinya jika sebuah perusahaan kehilangan data mereka?

Masih ingat kasus virus Ransomware WannaCry? Malware yang menyerang pengguna OS ini berusaha mendapatkan jutaan data dan menukarnya dengan uang tebusan. Puluhan perusahaan tercatat menjadi korban.  Nissan dan Renault adalah dua dari puluhan perusahaan yang terpaksa membayar sang hacker agar kembali mendapatkan data mereka.

Apakah sang hacker menyalahgunakan data yang telah berhasil mereka retas? Ternyata tidak! Salah satu Rumah Sakit di Hollywood yang menjadi korban, Presbyterian Medical Center di Los Angeles, Amerika Serikat mengakui tak ada satupun data pasien yang dicuri oleh peretas. Namun saat-saat peretas mulai menyerang sistem mereka, saat itulah hubungan komunikasi antar pegawai terputus.

Demi mendapatkan kembali akses yang hilang itu, pihak rumah sakit rela menebus sekitar Rp 266 juta. Bayangkan berapa dana yang harus dikeluarkan jika suatau hari peristiwa yang sama terulang? Apakah jalan “menebus” harus selalu dilakukan? Bukankah lebih baik jika mencegah sejak dini?

Don’t try to do everything by yourself

Para pelaku bisnis menyadari bahwa IT akan sangat membantu efektifitas bisnis mereka, akan tetapi tidak semua orang bisnis adalah orang yang paham tentang IT. Mereka dapat merekrut karyawan yang memiliki pengetahuan di bidang IT, atau mereka menggunakan layanan dari perusahaan IT untuk mendukung bisnis mereka.

Untuk tingkat corporate, opsi kedua merupakan hal yang paling masuk akal. Mempekerjakan staff IT, tanpa didukung dengan infrastruktur IT perusahaan yang mumpuni juga tak akan banyak membantu, seperti yang dialami Presbyterian Medical Center yang tak mampu berkutik dan memilih untuk membayar tebusan .

Menggunakan layanan managed service dari perusahaan IT bisa menjadi pilihan utama. Penyedia layanan managed service, tentunya memiliki resource yang lebih mumpuni dari segi kualitas SDM, kemampuan troubleshooting, dukungan teknis dan kualitas perangkat yang digunakan. Kemampuan mereka mengatasi masalah teknis sudah teruji untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dari sisi penggunaan teknologi dibanding dengan staff IT internal. Pelaku bisnis dapat fokus mengembangkan bisnisnya, sementara urusan teknis sebaiknya diserahkan kepada ahlinya.

 

Sebagai salah satu penyedia layanan Managed Services, Lintasarta juga menjual Managed Security Services. Klik disini untuk membaca selengkapnya atau lihat semua produk IT Services Lintasarta.