free page hit counter

Mau Aman Bahas Data Lewat Komunikasi Daring, Ini Solusinya

komunikasi dalam jaringan

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola kerja masyarakat sedunia menjadi serba dalam jaringan atau daring. Seluruh urusan pekerjaan dari berbagai jenis industri perusahaan sebisa mungkin dilakukan secara virtual, termasuk lembaga pemerintah baik kementerian maupun non-kementerian.

Bahkan, pada masa transisi ke New Normal, pola kerja baru yang lebih banyak dilakukan melalui jaringan Internet ini tidak lalu hilang. Interaksi langsung dengan tatap muka yang tetap dibatasi, meski lebih longgar, masih harus dijalankan sebagai bagian dari protokol kesehatan menghadapi Covid-19.

Tantangannya, terdapat banyak data yang bersifat rahasia tak terelakkan menjadi bagian dari pekerjaan, apalagi di lembaga pemerintah. Rapat pengambilan keputusan terkait kebijakan, misalnya, nyaris mustahil tak berbekal dan bertukar data di antara para peserta.

Belum lagi, semua pemerintahan di dunia juga kini berjibaku mengelola data pasien Covid-19 yang diperlukan untuk penanganan yang tepat. Tak sekadar untuk bidang kesehatan, data tersebut juga menjadi dasar penting bagi pengambilan kebijakan terkait dampak ekonomi dan sosial.

Menurut The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), koordinasi yang sekarang harus dijalankan oleh pemerintah di negara mana pun haruslah multi-jenjang pemerintahan. Sekalipun ini juga hal yang jamak pada masa sebelum pandemi, respons kebijakan atas pandemi Covid-19 menuntut pelaksanaan yang radikal melampaui yang pernah terjadi pada masa sebelum pandemi.

Salah satu saran dari OECD untuk situasi sekarang adalah menggunakan seluas mungkin peluang yang ditawarkan digitalisasi untuk mengelola krisis akibat Covid-19. Catatannya, privasi data harus mendapatkan perhatian serius dalam proses tersebut.

Ini menjadi tantangan tersendiri ketika banyak peranti komunikasi yang kini digunakan tidak dapat dipastikan keamanannya. Akan mengkhawatirkan bila data terkait data pribadi dan nasib warga negara bocor karena salah pakai peranti.

Namun, tantangan juga bukan tak punya solusi dan cara. Terkait rapat virtual, misalnya, ada solusi seperti Hosted Collaboration Solution (HCS) dari Lintasarta. Pada dasarnya ini adalah layanan untuk mengakomodasi kebutuhan bekerja dari rumah (WFH) dan atau koordinasi dari banyak tim yang beda lokasi seperti rapat virtual tersebut.

Baca Juga: Inilah Manfaat Teknologi SD-WAN untuk Keamanan Jaringan Anda

Fitur Lintasarta HCS juga relatif dikenal. Seperti banyak layanan dan aplikasi yang kini beredar, HCS dari Lintasarta menyediakan fitur seperti share content dan speaker tracking dalam konferensi video. Layanan Lintasarta HCS pun dapat dijalankan melalui aplikasi di gadget mobile, termasuk telepon seluler (ponsel).

Yang berbeda dari kebanyakan layanan serupa, HCS dari Lintasarta memungkinkan pengguna menelepon dari ponsel ke nomor telepon kantor tanpa memotong pulsa ponsel. Satu lagi yang lebih penting, Lintasarta memiliki standar keamanan (security) jaringan yang tinggi.

Jaminan keamanan komunikasi daring

Lintasarta HCS adalah software as a service (SaaS) yang dibangun di atas infrastructure as a service (IaaS) alias infrastruktur dengan basis layanan komputasi awan (Cloud). Pada 2019, layanan Cloud Lintasarta telah memenuhi kualifikasi sertifikasi PCI-DSS.

Sertifikasi PCI-DSS adalah hal penting dalam dunia teknologi informasi dan komunikasi karena menyangkut keamanan data pribadi para pengguna. Memang, sertifikasi ini relatif lebih jamak bergaung di industri keuangan. Di industri keuangan, sertifikasi PCI-DSS memberikan jaminan perlindungan data pengguna transaksi non-tunai, juga bagi usaha ritel yang mengandalkan layanan Cloud terkait lokasi dan atau skala usahanya. Namun pada prinsipnya, yang terlindungi oleh pemenuhan kualifikasi standardisasi PCI-DSS adalah layanan end-to-end dari data center, jaringan, perangkat yang dipakai dalam jaringan, dan sistem yang digunakan, yang kesemuanya terkait erat dengan keamanan privasi data.

Jadi, ketika Lintasarta meluncurkan HCS, standardisasi keamanan PCI-DSS dengan otomatis diterapkan pula. Sebagai standar untuk transaksi keamanan yang diregulasi secara jelas, penerapan PCI-DSS dapat berdampak ke perlindungan data secara umum.

Sebagai contoh, whitepaper Comforte menyebutkan bahwa prinsip keamanan data yang digunakan pada sertifikasi PCI-DSS punya kaitan erat dengan regulasi perlindungan data pribadi di Uni Eropa (GDPR).

Kembali ke Lintasarta HCS, meski layanan ini dibangun di atas Cloud, pengembangan sistemnya (deployment) mendukung transparansi untuk audit. Misal, tak seperti platform lain, Lintasarta HCS dapat menunjukkan lokasi server virtual room.

Baca Juga: Lintasarta Intelligent Growth Analytics: Solusi digital marketing menghadapi New Normal

Karenanya, pengguna tidak lagi harus memiliki sendiri infrastruktur server fisik dedicated jika hanya digunakan untuk menggelar komunikasi virtual yang aman. Investasi dan biaya perawatan yang mahal pun dapat ditekan dengan pilihan menggunakan Lintasarta HCS.

Masih demi memastikan keamanan, Lintasarta HCS dapat dikemas menjadi satu paket (bundling) dengan Lintasarta Next Generation Firewall (NGFW) on Cloud. Ini krusial, terutama untuk komunikasi virtual dalam jaringan Internet alias bukan dalam jaringan privat.

Lintasarta HCS akan lebih aman ketika digunakan di jaringan privat. Namun, WFH juga sangat mungkin melibatkan pekerja di rumah yang terhubung melalui Internet pula, bukan?

Dengan Lintasarta NGFW on Cloud, ancaman keamanan siber yang sekarang makin marak (cyber attack) tetap bisa ditekan sekalipun komunikasi virtual menggunakan jaringan Internet.

Baca Juga: Tips memilih penyedia VPN yang tepat untuk masa WFH

Salah satu hal penting yang juga perlu dilakukan adalah memasang antivirus dan antimalware di komputer dan laptop yang dipakai bekerja dan berkomunikasi di rumah melalui jaringan Internet. Untuk perlindungan perangkat dari virus dan malware, Lintasarta menyediakan Managed Endpoint Protection (MEP) yang dapat di bundling dengan layanan Lintasarta HCS. Hindari serangan virus dan malware yang berisiko menular ke jaringan perusahaan.

Sejak jauh-jauh hari sebelumnya, Lintasarta juga sudah menggengam sederet sertifikasi ISO. Salah satunya, ISO 27001:2013 tentang sistem manajemen keamanan informasi.

Layanan Lintasarta HCS akan semakin optimal ketika jaringan yang digunakan telah terintegrasi dengan Lintasarta Managed SD-WAN. Tak hanya menjamin keandalan jaringan saat melayani trafik penggunaan sesuai skala kebutuhan pengguna, Lintasarta SD-WAN juga didukung dengan aneka fitur jaminan keamanan.

Jadi, saat bahas data rahasia lewat pertemuan virtual, keamanan tak perlu menjadi kekhawatiran ketika menggunakan layanan Lintasarta HCS. Tugas pemerintahan termasuk dalam penanganan dampak multidimensi dari krisis Covid-19 menjadi salah satu yang akan mendapatkan solusi memakai layanan ini.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami.