Menentukan Spesifikasi Storage pada Data Center

Salah satu hal paling penting yang menjadi pertimbangan banyak orang saat memilih layanan data center adalah storage. Menurut situs Techopedia, data center storage merujuk pada seluruh perangkat, peralatan, dan teknologi software yang bekerja untuk menyimpan data serta aplikasi dalam sebuah fasilitas data center.

Idealnya, data center storage terdiri dari hard disk drives, tape drives, dan berbagai bentuk lain dari penyimpanan internal serta eksternal; software untuk mengelola penyimpanan dan backup; fasilitas penyimpanan eksternal seperti cloud; serta teknologi storage networking seperti storage area networks (SAN) dan network attached storage (NAS).

Tapi tentunya setiap penyedia layanan data center memiliki fasilitas storage yang berbeda. Karenanya, agar bisa mendapatkan layanan data center yang tepat dan sesuai kebutuhan, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Kepadatan Daya yang Tinggi

Seiring berjalannya waktu, kemungkinan besar bisnis Anda akan berkembang. Secara otomatis, kebutuhan akan data center storage juga ikut bertambah. Artinya, ada kemungkinan Anda akan menambah kapasitas storage, yang pasti berdampak pada daya listrik yang dibutuhkan di data center. Oleh sebab itu, saat memilih layanan data center, perhatikan desain kepadatan daya listriknya (high power density).

Sebagai contoh, katakanlah rata-rata sebuah rak server mampu menampung sekitar 42 server. Masing-masing server tersebut menggunakan daya listrik sebesar 300W. Dengan kata lain, satu rak tersebut membutuhkan daya sekitar 12-13kW di area berukuran 25 square feet. Beberapa rak data center bahkan bisa menampung lebih banyak server lagi. Pastikan saja penyedia yang Anda pilih mampu memberikan lebih banyak daya jika Anda membutuhkan tambahan storage.

Scalability

Poin satu ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Skalabilitas memungkinkan Anda untuk menyesuaikan infrastruktur data center sesuai dengan kondisi pertumbuhan data Anda. Sebaliknya, jika Anda butuh menurunkan kapasitas, data center yang scalable juga memungkinkan Anda untuk melakukannya. Biasanya, layanan data center yang scalable memiliki arsitektur terdistribusi. Mereka memberikan fondasi yang tepat untuk menampung beban penyimpanan data apa pun berkat kemampuan untuk berkembang sesuai kebutuhan komputasi, penyimpanan, dan networking.

Kemampuan Backup dan Replikasi

Proses distribusi data bukan satu-satunya hal penting yang harus Anda pertimbangkan dalam memilih layanan data center. Replikasi juga berperan tak kalah penting dalam hal ini. Sistem penyimpanan data center tidak hanya harus bisa mengelola data pada situs utama, tetapi juga harus bisa mereplika data tersebut secara efisien ke lokasi lain sekaligus melakukan online backup.

Replikasi data dapat membantu mengatasi masalah-masalah tak terduga yang muncul pada hardware. Sedangkan, online backup bisa menangani masalah tak terduga lain seperti bencana alam. Dengan adanya replikasi data dan online backup, risiko data hilang dalam data center bisa diminimalisir.

Pertimbangkan Biaya

Selain penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya, ada alasan lain mengapa Anda disarankan untuk memilih data center yang scalable, yakni agar Anda dapat menghemat biaya. Data center yang scalable memungkinkan Anda untuk mendapatkan fasilitas penyimpanan data sesuai dengan kebutuhan, sehingga biaya yang harus Anda keluarkan pun juga tidak berlebihan. Sebaiknya, sejak awal alokasikan budget khusus untuk data center agar finansial bisnis Anda tetap sehat dan tidak terganggu.

 

Jadi, jangan lupa mempertimbangkan keempat hal penting di atas saat memilih layanan data center. Semoga Anda bisa menemukan data center dengan fasilitas storage yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Photo Credit: evertonpestana (Pixabay)

Info data center memberikan kapasitas power 5a maksudnya adalah