free page hit counter

Menjawab 3 Keraguan yang Kerap Muncul dalam Penggunaan Layanan Cloud

Dengan perkembangan teknologi yang pesat di era digital seperti sekarang, kebutuhan bisnis pun pasti ikut mengalami perubahan. Teknologi cloud computing hadir untuk membantu Anda dalam menghadapi perubahan tersebut. Dengan migrasi ke cloud, Anda bisa membuat proses bisnis berjalan secara lebih praktis dan efisien.

Sayangnya, masih ada sejumlah keraguan atau mitos yang terkait dengan layanan cloud computing. Berbagai keraguan atau mitos inilah yang membuat orang atau perusahaan masih merasa enggan untuk berpindah dari data center lama ke layanan ini. Itulah mengapa edukasi tentang cloud computing sangat diperlukan. Melalui artikel ini, kami akan menjawab beberapa keraguan yang kerap muncul terkait layanan cloud.

Bagaimana Keamanan Data yang Disimpan dalam Cloud?

Sejak awal, perlu dipahami bahwa penggunaan layanan cloud bukan berarti sistem tersebut langsung 100% aman. Berbagai provider cloud di Indonesia tetap perlu memasang sistem pengamanan dan memastikan apakan semua layer keamanan mudah ditembus atau tidak.

Misalnya, di Lintasarta, jika Anda mengalami kegagalan sistem atau kehilangan file di dalam sistem Lintasarta Public Cloud, sudah ada layanan Lintasarta Cloud Backup yang memastikan Anda selalu merasa aman dari kehilangan data, karena backup yang dilakukan secara berkala.

Tak ketinggalan adanya Lintasarta Cloud Backup & Disaster Recovery untuk membantu Anda melakukan sinkronisasi terhadap virtual server utama. Caranya dengan menggunakan backup link/internet terhadap virtual server cadangan untuk meminimalisir terjadinya hal buruk pada virtual server utama melalui built-in WAN optimization, deduplication, dan multiple-compression.

Bukankah Lebih Aman Jika Semua Data Berada di Tempat Kita Sendiri?

Masih terkait masalah keamanan, beberapa orang merasa bahwa akan jauh lebih aman apabila mereka menggunakan perangkat sendiri atau menerapkan sistem manual untuk menyimpan data. Dengan begitu, hanya mereka lah yang memiliki akses terhadap data-data tersebut.

Namun, apa benar begitu kenyataannya?

Hanya karena menggunakan cloud dan data-data Anda tersimpan di internet, bukan berarti semua orang bisa mengaksesnya. Idealnya, berbagai cloud provider di Indonesia memiliki sistem yang memungkinkan Anda untuk membatasi akses terhadap data-data yang tersimpan di cloud. Lintasarta, misalnya, menyediakan infrastruktur IT yang dapat diakses melalui jaringan internet maupun private. Anda bisa mengatur karyawan mana saja yang berhak mengakses data di dalam cloud, sejauh mana mereka bisa mengaksesnya, dan sebagainya.

Apakah Penggunaan Layanan Cloud Membutuhkan Skill IT Baru?

Dibandingkan dengan sistem penyimpanan data manual, cloud computing memang bersifat baru. Sama seperti hal-hal lain yang juga bersifat baru, pengelolaan infrastruktur berbasis cloud tentu akan membutuhkan pembelajaran dan proses adaptasi. Terlebih, pesatnya perkembangan teknologi berbasis cloud computing membuat kita harus selalu memperbarui kemampuan kita. Jadi, sebenarnya, apapun teknologi yang diterapkan pada perusahaan Anda, hal tersebut pasti akan membutuhkan penyesuaian baru kembali.

Namun, khusus untuk layanan cloud, karyawan atau pihak yang ditunjuk untuk mengelolanya, tentu harus mengerti seluk beluk dan proses pengelolaannya. Untungnya, hal ini tidak susah untuk dilakukan karena provider cloud yang baik pasti akan membantu Anda dan perusahaan dalam menangani teknologi cloud computing yang Anda terapkan.

 

Layanan cloud memang memudahkan Anda dalam menyimpan data secara efisien sehingga mampu membantu perkembangan perusahaan. Namun, Anda dan karyawan lain yang menggunakannya tetap harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses penggunaannya berlangsung lancar. Semoga ulasan di atas bisa menghapus keraguan Anda terhadap cloud computing. Masih ragu? Gunakan layanan cloud dari Lintasarta untuk membuktikannya!

Photo credit: pixabay.com