free page hit counter

Menyibak Tren ICT 2014

Tahun 2013 adalah tahun yang sangat dinamis bagi perkembangan teknologi, baik secara global maupun di Indonesia sendiri. Di tahun inilah beberapa embrio dari ekosistem teknologi baru tumbuh cepat meski mungkin baru akan “lahir” pada 2-3 tahun mendatang.

Selain itu, tahun ini juga memperlihatkan perubahan dari cara perusahaan memanfaatkan Information, Communication, and Technology (ICT) dalam menjalankan bisnis mereka, juga konsumen memanfaatkan perangkat genggam mereka.

Tentu saja, tidak mungkin untuk membeberkan begitu banyaknya dinamika perubahan tren yang akan terjadi pada 2014 mendatang. Tapi, ada beberapa hal penting dan yang perlu untuk mendapatkan perhatian karena mungkin akan bersinggungan langsung dengan kehidupan keseharian kita.

 

Dalam simposiumnya di Orlando Amerika Serikat pada Oktober lalu, Gartner Inc, sebuah lembaga riset ICT terkemuka di dunia telah memberikan daftar 10 besar tren teknologi yang akan punya peran strategis dalam sebagian besar organisasi pada 2014 nanti. Teknologi dengan peran strategis ini adalah faktor potensial yang memiliki dampak besar bagi perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.

Teknologi strategis ini, sebut analis Gartner, David Cearley, adalah teknologi yang sudah ada dan matang atau makin cocok dipakai untuk pengguna yang lebih luas. Juga teknologi baru yang memberikan peluang besar bagi para pemakai awalnya untuk tumbuh setidaknya dalam tiga tahun mendatang.

Tiga dari daftar “Top Ten” teknologi strategis yang dikeluarkan Gartner, berkaitan dengan cloud computing. Pertama adalah hybrid cloud and IT, bagaimana mengkombinasikan cloud computing dengan perangkat teknologi ICT lainnya. Kemudian apa yang disebutnya sebagai cloud/client achitecture, yaitu bagaimana membuat cloud computing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan atau keperluan klien. Ini mengingat banyak perusahaan yang memiliki sistem operasi atau kerja yang berbeda satu dengan lainnya. Yang ketiga adalah tahun depan disebut sebagai era personal cloud. Sekarang ini banyak orang menggunakan beberapa gadget dan saling melengkapi, tidak ada yang menjadi gadget utama. Personal cloud diyakini akan mengambil peran itu.

Global Business Guide Indonesia menyebutkan, untuk 2013 adopsi cloud computing bagi perusahaan Indonesia terus tumbuh. Berdasarkan perhitungan lembaga konsultan Frost and Sullivan pertumbuhan adopsi cloud computing di Indonesia diramalkan tumbuh 48% sejak 2010-2014. Untuk penggunaan cloud computing, Springboard Research melaporkan penggunaan cloud computing Singapura mencapai 29%, sebesar27% di Malaysia and hanya 20% di Indonesia. Ini memberikan banyak kesempatan untuk terus tumbuh.

Catatan penting untuk cloud computing Indonesia adalah berdasarkan riset Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Informasi (LPPMI) terkait persepi publik soal cloud computing pada 2012 lalu. Sebanyak 31,9% menyebut keamanan menjadi isu dalam cloud computing dan 21,65% menyebut soal reliabilitas.

Sementara untuk tren 2014 bagi konsumen individual, pengamat IT Danang Arradian menyebut smartphone akan tumbuh. Tahun depan akan terlihat peningkatan permintaan terhadap ponsel berlayar besar yang belakangan akrab disebut phablet. Lembaga riset Canalys memperkirakan bahwa seperempat dari jumlah smartphone yang dikapalkan ke seluruh dunia pada kuartal ketiga 2013 memiliki ukuran layar diatas 5 inci.

Artinya ada 56 juta unit ponsel berlayar besar yang dikapalkan ke seluruh dunia dalam tiga bulan terakhir. Tahun lalu jumlahnya hanya 45 juta unit. Bahkan, iPhone 6 yang rencananya akan dirilis pada 2014 juga disebut-sebut hadir dengan layar lebih besar, yakni 4,8 inci.

“Namun, pada 2014 teknologi ini akan terus dieksplorasi lagi oleh para vendor. Bukan tidak mungkin nanti akan hadir smartphone yang layarnya bisa fleksibel, ditekuk-tekuk atau diubah menjadi gelang,” katanya.

Bicara fleksibilitas erat kaitannya dengan Wearable Device. Wearable Device adalah perangkat portabel yang dikenakan di tubuh seperti Google Glass, Fitbit Flex, Nike Fuelband, hingga Jawbone Up. Tahun depan akan semakin banyak perangkat fleksibel yang bisa dikenakan di tubuh. Perangkat itu sudah dibekali banyak sensor yang akan merekam aktivitas tubuh manusia seperti tekanan darah, denyut jantung, dan masih banyak lagi.

Teknologi memang semakin melekat pada kehidupan manusia sehari-hari. Tidak hanya untuk berkomunikasi lewat aplikasi Internet Messenger (IM) yang tahun depan bakal semakin panas. Tapi juga dirasakan pula di dalam rumah. Pada 2014 akan banyak rumah-rumah pintar yang akrab disebut Home Automation. Di rumah pintar ini aplikasi teknologi akan semakin terasa. Mengunci pintu, mengatur AC, memutar musik di home entertaintment system, dapat dilakukan lewat sebuah hub: smartphone.

Dan karena konsumsi smartphone yang begitu tinggi itu, teknologi yang paling banyak ditunggu-tunggu adalah wireless charging. Tahun depan akan ditemukan teknologi pengisian baterai yang sangat mudah karena dapat dilakukan secara nirkabel (tanpa kabel).

Anda, misalnya, cukup menggunakan casing tertentu dan ketika sampai di rumah atau kafe tertentu ponsel akan langsung melakukan charging. Teknologi ini, salah satunya, akan merubah bagaimana cara kita menggunakan smartphone. Tidak perlu lagi khawatir dengan baterai yang cepat habis. Yang pasti, akan lebih banyak hal menarik yang akan terjadi pada 2014.