free page hit counter

Modernisasi Pengelolaan Supply Chain Lewat Adopsi SD-WAN

SD-WAN

Tuntutan kompetisi dari pada pesaing dan ekspektasi konsumen semakin mendesak banyak pelaku bisnis untuk memodernisasi pengelolaan supply chain. Nyatanya, masih banyak perusahaan mengelola supply chain lewat cara tradisional seperti e-mail, fax, dan bahkan telepon. Modernisasi dan digitalisasi pengelolaan supply chain akan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan kelincahan perusahaan. Digitalisasi supply chain pada gilirannya akan membutuhkan infrastruktur jaringan andal, yang bisa didapatkan dengan implementasi teknologi SD-WAN.

 

Baca juga: Teknologi SD-WAN: Pilar Penunjang Inisiatif Digital Perusahaan Anda

 

Sebuah studi dari McKinsey tahun 2017 lalu menunjukkan bahwa digitalisasi supply chain merupakan salah satu yang paling berdampak, dibandingkan modernisasi dalam dimensi bisnis lainnya seperti pemasaran, distribusi, dan proses bisnis. Perusahaan yang secara agresif melakukan digitalisasi bisa mencapai pertumbuhan penghasilan tahunan (annual earning) sebesar 3,2%, dan pertumbuhan pendapatan tahunan (annual revenue) sebesar 2,3%.

Berbagai teknologi digital seperti aplikasi Cloud (terutama yang berupa Software as a Service, atau lebih dikenal sebagai SaaS), Big Data Analytics dan Internet of Things (IoT) akan mampu mentransformasi pengelolaan supply chain secara menyeluruh. Big Data Analytics misalnya, disebut sebagai salah satu teknologi kunci oleh 90% perusahaan yang disurvei oleh Capgemini Consulting pada tahun 2016. Dalam survei yang sama, aplikasi Cloud menempati peringkat kedua (80%). Sementara itu, teknologi IoT merupakan salah satu teknologi kunci yang disebut Gartner sebagai tren teknologi kunci untuk pengelola supply chain pada tahun 2020.

SD-WAN dan manfaat teknologi digital

Pada saat ini, tersedia solusi Cloud (SaaS) untuk berbagai fungsi pengelolaan supply chain, yaitu untuk perencanaan, pengadaan dan pencarian sumber pasokan (procurement and sourcing), serta manufaktur dan logistik. Aplikasi pengelolaan supply chain berbasis Cloud, memiliki berbagai keuntungan dibandingkan aplikasi tradisional. Pertama, dari segi kecepatan deployment. Proses pengadaan dan instalasi aplikasi bisa lebih cepat dilakukan dibandingkan aplikasi tradisional (on-premise). Kedua, adalah dari segi biaya investasi awal yang lebih murah. Karena aplikasi Cloud dapat diakses dari lokasi mana pun asal memiliki akses Internet, berbagai pihak yang terlibat dalam supply chain dapat terhubung dengan lebih mudah, dan dapat mengakses data yang sama serta tidak terpecah-pecah.

Internet of Things merupakan teknologi lain yang dapat merevolusikan pengelolaan supply chain. Sebagai contoh, penggunaan perangkat seperti GPS tracking dan teknologi RFID memungkinkan perusahaan melacak lokasi dan pergerakan barang-barang secara real-time. Sensor pintar seperti termometer yang terhubung dengan jaringan bisa mengetahui kondisi barang pada saat itu, dan memberi tahu bila terjadi anomali.

Pengumpulan data dalam jumlah besar, secara real time, dapat dimanfaatkan untuk Big Data analytics. Data yang dianalisis tidak hanya bersumber dari berbagai jenis perangkat IoT, tetapi juga data lain seperti penjualan dan pemasaran, dan data yang diberikan oleh para pemasok. Perangkat analytics ini berguna untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik dari operasi supply chain dan pemasaran, serta pada gilirannya memberikan saran tindakan apa yang harus dilakukan untuk optimasi supply chain.

 

Baca juga: Inilah Manfaat Teknologi SD-WAN untuk Keamanan Jaringan Anda

 

Pilar inovasi

Transformasi dan modernisasi supply chain perlu didukung oleh infrastruktur yang mumpuni, salah satunya jaringan yang andal. Adopsi teknologi SD-WAN adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dan keandalan jaringan WAN perusahaan. Secara umum, teknologi SD-WAN adalah salah satu pilar inovasi digital di dalam bisnis.

Sebagai contoh, adopsi aplikasi SaaS untuk mengelola supply chain memang akan meningkatkan efisiensi supply chain. Namun WAN tradisional akan mengalami kesulitan untuk mendukung penggunaan SaaS. Lalu lintas data harus terlebih dahulu melalui kantor pusat terlebih dulu sebelum mengakses layanan Cloud. Ini merupakan salah satu masalah yang bisa diatasi dengan adopsi SD-WAN di jaringan perusahaan.

Penerapan IoT untuk supply chain mensyaratkan jaringan berskala besar dengan latensi rendah, real-time, dan tentunya andal. SD-WAN merupakan keharusan buat  perusahaan yang ingin membangun infrastruktur IoT, yang memerlukan landasan infrastruktur jaringan yang tangguh.

SD-WAN dapat membantu aplikasi Big Data analytics dalam dua hal. Pertama, sebagai infrastruktur untuk IoT yang memberikan pasokan data secara real-time terhadap perangkat analytics. Kedua, solusi Big Data analytics umumnya juga memanfaatkan layanan Cloud, yang pada gilirannya akan lebih efisien bila dipasangkan dengan jaringan SD-WAN.

 

Baca juga: SD-WAN dan MPLS: 2 Teknologi yang Saling Melengkapi

 

Modernisasi pengelolaan supply chain sudah merupakan hal mendesak. Untuk memantapkan proses modernisasi supply chain ini, perusahaan dapat memanfaatkan layanan managed service SD-WAN. Managed Service SD-WAN, seperti yang ditawarkan Lintasarta, memungkinkan perusahaan untuk migrasi dari WAN tradisional dengan cepat dan mudah tanpa investasi awal yang mahal.

Lintasarta merupakan penyedia layanan IT komprehensif, dengan pengalaman puluhan tahun bekerja sama dengan berbagai sektor industri. Lintasarta memiliki kepakaran dalam implementasi teknologi SD-WAN, untuk menunjang modernisasi pengelolaan supply chain industri Anda. Untuk mendapatkan informasi lebih jauh, silakan hubungi kami.