Pentingnya Mengetahui Sertifikasi Data Center Provider

Seperti yang kita tahu, teknologi cloud hampir dibutuhkan oleh siapa saja yang kegiatan operasionalnya tidak bisa lepas dari yang namanya teknologi. Terutama bagi mereka yang kegiatannya di bidang bisnis. Tak hanya bisnis atau perusahaan dalam skala besar yang memerlukan layanan cloud ini, tapi juga bisnis kecil dan kelas menengah. Misalnya dalam bidang manajemen keuangan, sebuah bisnis kecil memerlukan aplikasi keuangan yang berbasis cloud karena dinilai lebih praktis dan ringan.

Tapi, ada satu yang perlu diperhatikan sebelum memilih layanan cloud, yakni apakah provider tersebut sudah memiliki yang namanya sertifikasi data center? Bagi Anda yang masih awam dengan istilah ini, tak ada salahnya menyimak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Sertifikasi Data Center

Bagi Anda yang masih merupakan pemain baru dalam dunia bisnis dan berencana menggunakan layanan cloud, harus tahu apa itu sertifikasi data center. Seperti yang telah kita ketahui bersama, sertifikasi merupakan suatu pengakuan secara formal dan tertulis bahwa suatu pihak telah memenuhi standar tertentu. Sertifikasi data center merupakan pengakuan bahwa data center yang dimiliki oleh provider tersebut sudah memenuhi standar kriteria yang ada. Ada banyak lembaga yang memberikan sertifikasi, salah satunya Uptime Institute. Uptime Institute adalah organisasi yang memberikan sertifikasi data center berdasarkan kriteria desain, konstruksi, dan operasional, mereka membagi kualitas data center menjadi 4 tingkatan (Tier), yakni Tier 1, Tier 2, Tier 3, dan Tier 4.

Faktor-Faktor penilaian Sertifikasi Data Center

Beberapa faktor yang menjadi penilaian dalam penilaian data center antara lain desain, konstruksi, dan operasional. Pihak yang biasanya memberikan sertifikat ini adalah Uptime Institute. Uptime Institute akan menilai suatu kualitas data center dengan memperhatikan ketiga hal tersebut. Dalam prakteknya, ketika hal tersebut dijabarkan ke dalam 4 tier uptime data center. Tingkatan paling rendah adalah Tier 1 yang masih merupakan kapasitas basis dan rentan terhadap gangguan. Di tingkatan ini, setiap satu peralatan IT sudah dilayani oleh satu server.

Bedanya dengan Tier 2 adalah, di tingkatan ini peralatan IT sudah memiliki sumber daya cadangan sehingga jika terjadi mati listrik, proses komputasi bisa dilakukan dengan bantuan genset. Berbeda lagi untuk Tier 3 yang sudah ditambah dengan fasilitas maintenance. Jika Anda ingin memilih yang aman, maka Tier 4 bisa menjadi kuncinya karena provider yang sudah mendapatkan sertifikasi ini artinya sudah tidak rentan terhadap gangguan.

Mengapa Harus Memilih DC Provider Yang Tersertifikasi

Memilih Indonesia data center yang sudah tersertifikasi sangatlah penting karena hal ini menyangkut keamanan informasi yang dimiliki oleh perusahaan Anda. Selain itu juga akan berdampak pada kegiatan operasional perusahaan terutama sehingga keamanan listrik juga perlu dipertimbangkan. Tentunya Anda tidak mau jika info perusahaan Anda diketahui oleh pihak-pihak yang tidak diinginkan, bukan? Selain itu, provider yang sudah tersertifikasi memiliki antivirus yang selalu update.

Sertifikasi Data Center yang dimiliki Lintasarta

Salah satu provider cloud yang sudah memiliki sertifikasi data center adalah Lintasarta. Kita telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 untuk fitur Secure Data Privacy-nya sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi soal data. Selain sertifikasi data center, para teknisi yang ada di Lintasarta juga merupakan orang-orang terampil yang sudah bersertifikasi secara internasional.

Jaminan keamanan yang kami miliki membuat  provider berhasil menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan di bidang perbankan, mining, distributor, maskapai penerbangan, hingga konsultan. Jadi, Anda tak perlu lagi untuk memilih Lintasarta Cloud Service sebagai solusi untuk kegiatan operasional kompleks berbasis IT.

Photo credit: pixabay.com

Info sertifikat data