Solusi ICT untuk Peningkatan Daya Saing Industri Sawit

Source : flickr.com

 

Industri sawit nasional menjadi sektor industri yang strategis dengan nilai industri mencapai sekitar Rp 400 triliun. Perannya yang penting bagi perekonomian nasional juga ditandai dengan kontribusi terbesar untuk ekspor non migas.

Industri sawit nasional juga mampu bersaing di tingkat global dengan status sebagai pemimpin pasar untuk produk crude palm oil (CPO). Posisi menjadi perlu untuk terus dipertahankan dengan meningkatkan daya saing untuk persaingan pasar yang semakin ketat.

PT Aplikanusa Lintasarta sebagai ICT Total Solution Company yang telah berdiri sejak tahun 1988 memastikan kemudahan dan kenyamanan pelaku industri sawit dalam menjalankan operasional bisnisnya. Telah menjadi komitmen Lintasarta untuk menjadi partner strategis para pelaku industri sawit untuk bisa fokus di bisnis utamanya dan dalam rangka meningkatkan daya saing industri.

Business Director Lintasarta, Alfi Asman, mengatakan, Lintasarta berkomitmen untuk mendukung upaya peningkatan daya saing industri kelapa sawit melalui solusi layanan ICT yang inovatif dan dapat diandalkan. “Lintasarta siap memenuhi setiap kebutuhan pelaku industri kelapa sawit dalam rangka meningkatkan produksi dan memperlancar arus distribusi di industri sawit nasional,” ujarnya.

Tantangan di industri kelapa sawit seperti persoalan laten, tingginya tingkat pencurian, produktifitas rendah, proses bisnis tidak termonitor dengan baik, dan rendahnya kualitas SDM perlu mendapat solusi bisnis yang tepat. Untuk mencapai keunggulan usaha, perlu berbagai upaya seperti memperkuat produktifitas, efisiensi biaya, SDM, penelitian dan pengembangan (R&D) serta integrasi di sektor hulu sampai ke hilir.

Menurut Alfi, untuk menghadapi tantangan tersebut Lintasarta memastikan tersedianya solusi layanan IT yang tepat bagi para pelaku industri kelapa sawit. Alfi menuturkan, Lintasarta memberikan solusi e-surveillance berupa CCTV monitoring menggunakan media akses VSAT dengan akses hingga ke daerah terpencil sekalipun.

Layanan ini dapat mendukung misi perusahaan untuk meningkatkan produktifitas serta monitoring secara real time untuk setiap titik proses kegiatan industri. CCTV digunakan untuk memantau jembatan timbang, penerimaan tandan buah segar (TBS), loading ramps, dan dispatch station.

Lintasarta juga memberikan solusi jaringan dan Enterprise Resources Planning (ERP) application kepada perusahaan di industri kelapa sawit. Dengan aplikasi ERP, perusahaan dapat mengintegrasikan seluruh bisnis proses dari mulai estates, pabrik, laporan keuangan, laporan SDM, dan Geografic Information System (GIS).

Tak hanya itu saja, ketersediaan layanan Managed WAN Optimizer akan membuat trafik data dan aplikasi terkait data produksi, stok barang di gudang, distribusi hasil produksi akan terawasi dan tercatat dengan baik. Trafik data dan aplikasi sebuah perusahaan juga akan terjamin kelancarannya bahkan sampai ke daerah terpencil sekalipun yang tidak terjangkau jaringan fiber optic.

Lintasarta akan memberikan layanan full managed untuk memastikan kenyamanan pelanggan, termasuk mengurangi beban up front investment melalui bisnis model operational expenditure(Opex), solusi end to end(komunikasi data, internet, IT Services), full monitoring dan dukungan 24×7 hari, single point of contact, kantor perwakilan di 44 kota serta tenaga IT yang telah tersertifikasi lembaga internasional.

Lintasarta akan memberikan kualitas pelayanan prima dengan jaminan keamanan yang maksimal serta dukungan kepemilikan sertifikat IS0 9001:2008 tentang sistem manajemen mutu, ISO 27001:2005 tentang manajemen keamanan informasi dan sertifikasi OHSAS 18001 : 2007 (Occupational Health and Safety Management System ) dari Bureau Veritas.

Pada akhirnya melalui solusi yang diberikan oleh Lintasarta akan berdampak kepada peningkatan produktifitas atau terjadi peningkatan revenue sebesar 10%, menurunkan tingkat fraud, dan seluruh titik proses kegiatan industri termonitor secara real time.