Peran IoT dalam Mewujudkan e-Government

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology atau ICT) memungkinkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanannya terhadap masyarakat. Konsep pemerintahan elektronik (e-government) telah dirumuskan agar penerapan ICT dalam pemerintahan bisa berjalan lebih efektif.



Konsep e-government sudah dijajaki dan diterapkan pemerintah Indonesia sejak tahun 2003. Dengan Peraturan Presiden no. 95/2018, Presiden Joko Widodo telah menjadikan e-government sebagai salah satu kebijakan kunci pemerintahannya. Salah satu jenis teknologi yang berpotensi dan semakin banyak digunakan dalam e-government adalah Internet of Things (IoT).



Istilah IoT mengacu kepada segala jenis perangkat cerdas yang terhubung ke Internet, dan mengumpulkan dan mengirimkan data setiap saat. Karena pada saat ini sangat mudah menanamkan chip dan menghubungkan setiap benda ke Internet, perangkat yang disebut sebagai Internet of Things bisa sangat beragam.



Baca Juga: SD-WAN dan Cloud Computing: Kombinasi Ampuh Dua Teknologi



IoT semakin banyak diadopsi di berbagai sektor di Indonesia. Pada 2022, Asosiasi IoT Indonesia (Asioti) menyebutkan bahwa perangkat IoT di Indonesia mencapai 400 juta unit, dengan nilai pasar menembus Rp 350 triliun.



Salah satu penerapan IoT dalam sektor pemerintahan elektronik adalah dalam konteks kota pintar (Smart City). Kota pintar diartikan sebagai kota yang menerapkan ICT untuk meningkatkan pelayanan terhadap warganya.



IoT menjadi teknologi kunci, sebagai “jaringan saraf” yang mampu memperoleh data dari berbagai jenis sensor yang tersebar di seluruh penjuru kota. Namun, potensi penerapan IoT sebenarnya tidak terbatas pada infrastruktur perkotaan saja, dan bisa digunakan oleh lembaga pemerintahan pada umumnya sebagai bagian dari penerapan e-government.



Selain Smart City, lembaga pemerintah juga dapat menerapkan teknologi IoT. Termasuk di antaranya adalah untuk pengawasan lingkungan dan bencana alam, transportasi, serta pertahanan dan keamanan.



Pengawasan lingkungan dan bencana alam



Kebakaran hutan menjadi salah satu masalah yang selama bertahun-tahun selalu berulang terjadi di Indonesia. Langkah yang bisa diambil oleh lembaga terkait, seperti Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, adalah menerapkan teknologi IoT untuk deteksi dini kebakaran hutan.



Baca Juga: Inilah Peran SD-WAN dalam Digitalisasi Industri Kesehatan



Pemasangan sensor dan perangkat mobile IoT seperti pesawat terbang nirawak (UAV, unmanned aerial vehicle) bisa dipakai untuk mendeteksi dan memantau kebakaran hutan. Saat ini telah tersedia juga solusi deteksi banjir berbasis IoT, yang tidak hanya bisa diterapkan di perkotaan (sebagai bagian dari Smart City), tapi juga di kabupaten.



Transportasi



Pemerintah dapat memasang solusi berbasis IoT untuk memecahkan beragam masalah di sektor transportasi. Perangkat IoT dapat dipasang di infrastruktur seperti jalan, rel, atau bangunan maupun di kendaraan (mobil, bus, kereta api).



BUMN transportasi seperti PT KAI misalnya telah menggunakan solusi IoT untuk pemantauan kereta pembangkitnya. Ini diharapkan akan menekan biaya perawatan. Sementara itu, tilang elektronik (e-tilang) menggunakan solusi berbasis IoT untuk mendeteksi pelanggar kecepatan di jalan tol. Penerapan e-tilang ini diharapkan akan meningkatkan keamanan pengguna jalan.



Pertahanan dan keamanan



IoT dapat digunakan untuk pemantauan dan pengintaian yang lebih efektif terhadap daerah dan lokasi penting. Perangkat seperti kamera pengintai, sensor gerakan, sensor akustik, dan UAV dapat mengawasi daerah perbatasan, pengawasan maritim, dan lokasi strategis (misalnya, instalasi militer, bandara, pemasok sumber air atau pembangkit tenaga listrik).



Dengan bantuan perangkat IoT, pengawasan dapat dilakukan secara terus-menerus (24x7). Aparat keamanan (polisi dan tentara) akan lebih mudah dalam menunaikan tugas-tugas seperti mencegah penyelundupan,  sabotase, atau ancaman keamanan lainnya.



IoT dan SD-WAN



IoT tidak bisa berfungsi tanpa kehadiran infrastruktur jaringan yang andal dalam skala besar, dan dengan biaya yang relatif terjangkau. Karena data dari perangkat IoT dikirim secara real-time, jaringan ini haruslah berlatensi rendah.



Jaringan pendukung IoT juga kemungkinan akan menggunakan berbagai jenis konektivitas data, mulai dari seluler (LTE dan 5G), radio trunking, ataupun Wi-Fi dan sambungan kabel. Teknologi SD-WAN dapat memenuhi kebutuhan infrastruktur jaringan untuk IoT.



Baca Juga: Mempersiapkan Perusahaan untuk Konektivitas Teknologi 5G dengan SD-WAN



Selain lebih mudah dikelola,  berbagai fitur SD-WAN juga memastikan keandalan dan kestabilan jaringan. SD-WAN juga bisa digunakan dengan beragam jenis sambungan. Pemasangan dan konfigurasi perangkat IoT dapat dilakukan dengan cepat. Kemampuan segmentasi SD-WAN membantu pengelola jaringan untuk meningkatkan keamanan perangkat IoT.



Lintasarta menyediakan layanan Managed SD-WAN dan Lintasarta IoT Platform yang sesuai untuk digunakan lembaga pemerintahan. Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana layanan Managed SD-WAN dan IoT Platform dari Lintasarta dapat membantu e-government, silakan hubungi kami.