lintasarta

September 27, 2021

Apa itu Metode Pembelajaran Blended Learning?

Pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai aktivitas masyarakat, termasuk juga dalam dunia pendidikan. Jika dulu sistem mengajar dalam dunia pendidikan selalu bertatap muka, kini telah bertransformasi menjadi beragam model, termasuk satu di antaranya adalah metode Blended Learning.



Pembelajaran Blended Learning adalah metode pembelajaran tatap muka (konvensional) yang digabung dengan metode e-learning atau jarak jauh yang berbasis teknologi digital untuk bisa saling melengkapi.



Seringkali, metode ini disalah artikan sama saja dengan metode pembelajaran daring (online), hanya saja hal tersebut menjadi tidak tepat karena dalam Blended Learning, siswa bisa melakukan tatap muka secara langsung dengan pengajar.



Blended Learning dianggap sebagai penyempurna dari metode e-learning, yang mengkhususkan para siswa melakukan proses belajar secara penuh dengan sistem daring. Dengan Blended Learning, proses mengajar dianggap akan lebih efektif dan tidak membuat siswa merasa cepat bosan karena tetap memiliki kesempatan berkomunikasi dua arah secara langsung.



Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metode pembelajaran Blended Learning. Pertama adalah tatap muka, yang sebenarnya bukan menjadi hal baru dalam dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Ini penting dilakukan agar tim pengajar atau siswa dapat melakukan proses pengajaran dengan efektif.



Kedua adalah mandiri. Dengan metode pembelajaran Blended Learning, siswa tentu akan memiliki kesempatan untuk belajar mandiri karena tidak memusatkan proses mengajar dari pengajar saja, tetapi juga kepada banyak hal yang harus dijalani oleh siswa yang bersangkutan.



Baca Juga: E-Learning, Apa Itu dan Bagaimana Mengoptimalkannya?



Unsur lain yang perlu diperhatikan adalah proses pengaplikasikan sebuah masalah dengan konsep. Ketika pengajar memberikan materi yang berbasis masalah, siswa pun secara tidak langsung akan dituntut untuk memberikan atau mencari solusi dengan berbagai konsep yang ada.



Terakhir adalah kerjasama dan evaluasi. Unsur ini sangat penting karena, baik pengajar dan siswa diharapkan dapat memaksimalkan waktu dengan efektif ketika proses pembelajaran dilakukan secara daring. Selain itu, evaluasi dari metode pengajaran pun perlu dilakukan untuk mengukur tingkat keefektifan proses pembelajaran di ruang kelas maupun virtual.



Lantas, apa saja kelebihan menggunakan metode pembelajaran Blended Learning? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini:



Fleksibel



Metode pembelajaran Blended Learning tentu akan memberikan fleksibilitas terhadap siswa maupun pengajar saat belajar. Sebab, dengan metode tersebut, siswa dan pengajar tidak perlu setiap hari datang ke dalam kampus.



Proses pembelajaran dapat dilakukan secara daring dalam sebuah kesempatan, sesuai dengan kesepakatan jadwal. Setelah itu, dalam satu atau dua minggu berikutnya, pengajar dapat meminta para siswa untuk melakukan pertemuan di kelas untuk memberikan masukan dan saran atas materi yang sudah dikerjakan.



Baca Juga: 5 Universitas yang Telah Terapkan Teknologi Smart Campus



Efisien



Keunggulan lain dari metode pembelajaran Blended Learning adalah efisiensi, baik dari segi biaya dan waktu. Sama seperti metode pembelajaran daring pada umumnya, dengan Blended Learning, setiap pemangku kepentingan tidak perlu lagi memiliki materi pengajaran dalam bentuk fisik, karena biasanya telah tersedia dalam bentuk berkas data.



Selain itu, proses mengajar ini pun dapat memangkas biaya karena biaya transportasi untuk datang ke kampus dapat dipangkas. Demikian halnya dengan efisiensi waktu yang bisa membuat siswa dan pengajar dapat kapanpun melakukan proses belajar di rumah.



Materi lebih interaktif



Jika dalam kelas konvensional, proses mengajar lebih sering menggunakan buku ataupun layar di papan tulis, kini dengan metode Blended Learning materi yang diberikan pengajar pun dapat lebih interaktif. Sebab, siswa dapat menerima materi pembelajaran berbentuk video interaktif, video penjelasan dari dosen, materi e-book, bahkan hingga podcast.



Selain itu, tidak jarang juga beberapa pengajar melakukan sesi khusus, seperti live session, live chat, dan webinar untuk memberikan materi-materi kuliahnya kepada para siswa.



Demikian penjelasan mengenai apa itu Blended Learning dan seperti apa manfaatnya jika diterapkan dalam dunia pendidikan. Intinya, metode Blended Learning merupakan salah satu model yang berkembang di tengah tuntutan pengaplikasian proses digitalisasi dalam dunia pendidikan.



Tentu saja, selain perubahan metode pembelajaran, setiap pemangku kepentingan harus pula memastikan beragam infrastruktur teknologi yang digunakan dapat mengakomodasi itu semua.



Blended Learning adalah cara pembelajaran yang akan digunakan di masa datang. Sehingga perguruan tinggi dapat menerima lebih banyak mahasiswa tanpa perlu menambah sarana prasarana kelas baru untuk mengakomodir jumlah mahasiswa.



Baca Juga: Lintasarta Smart Campus, Solusi Mendirikan Kampus Digital



Lintasarta, yang telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam dunia teknologi informasi, mempunyai layanan Lintasarta Smart Campus untuk membantu dunia pendidikan mempercepat proses digitalisasi tersebut. Dengan Lintasarta Smart Campus, perguruan tinggi dapat menerima solusi ICT menyeluruh, mulai dari fasilitas infrastruktur IT yang andal, platform, sistem terintegrasi untuk manajemen, hingga aplikasi mobile.



Jika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut bagaimana teknologi Lintasarta Smart Campus dapat meningkatkan efisiensi proses mengajar saat ini, silakan hubungi kami di sini.