lintasarta

August 31, 2021

Kampus Merdeka, Apa Itu dan Bagaimana Peran Teknologi Pendukungnya?

Pandemi Covid-19 ini secara tidak langsung mendorong akselerasi transformasi digital di berbagai sektor industri. Tidak hanya di sektor ekonomi yang esensial, tapi juga di dunia pendidikan , yang menuntut transformasi digital sejak beberapa tahun lalu.



Konsep Kampus Merdeka yang dibuat pemerintah pun merupakan salah satu respons untuk menjawab hal tersebut. Dengan program Kampus Merdeka, kini pihak perguruan tinggi dituntut untuk mengembangkan strategi pendidikan agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang lebih adaptif dalam penguasaan teknologi serta siap bersaing dalam era ekonomi digital.



Baca juga: 5 Universitas yang Telah Terapkan Teknologi Smart Campus



Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai konsep Kampus Merdeka ini akan memiliki banyak manfaat, baik bagi perguruan tinggi maupun para mahasiswa. Salah satunya, konsep tersebut akan meningkatkan jumlah penelitian di Indonesia, karena memberikan hak bagi para pelajar untuk mengambil penelitian di luar program studi yang digelutinya.



Selain itu, konsep Kampus Merdeka juga akan memberikan fleksibilitas terhadap dunia perkuliahan. Sebab, tujuan lain dari konsep tersebut adalah melepas belenggu kampus agar lebih mudah bergerak sehingga para mahasiswa dapat belajar lebih dalam mengetahuinya perannya dengan baik.



4 poin kebijakan Kampus Merdeka



Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim, mengatakan setidaknya ada empat poin utama dalam program Kampus Merdeka yang perlu diperhatikan. Pertama adalah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, kini memiliki otonomi khusus untuk membuat program studi (prodi) baru.



Akan tetapi, pemberian otonomi tersebut tidak bisa dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi, karena baik PTN maupun PTS harus memiliki akreditasi A dan B, serta sudah melakukan kerjasama sebelumnya dengan universitas-universitas yang masuk ke dalam QS Top 100 World University.



Dalam penerapannya, Kemendikbud dikabarkan akan bekerja sama dengan perguruan tinggi, serta mitra prodi untuk melakukan pengawasan setiap tahunnya. Ini untuk meminimalkan risiko bahwa prodi yang dibuat oleh perguruan tinggi tersebut tidak berjalan efektif dan maksimal.



Baca juga: Lintasarta Smart Campus, Solusi Mendirikan Kampus Digital



Poin kedua yang menjadi tujuan konsep Kampus Merdeka adalah sistem akreditasi perguruan tinggi. Dengan begitu, program re-akreditasi akan bersifat otomatis bagi setiap perguruan tinggi yang sudah siap naik peringkat saat ingin melakukan pengajuan tersebut.



Apabila perguruan tinggi sudah memiliki akreditasi tersebut akan tetap berlaku hingga 5 tahun, namun akan diperbarui secara otomatis apabila sudah berakhir. Sementara itu, pengajuan akreditasi perguruan tinggi dibatasi paling cepat dua tahun setelah akreditasi sebelumnya.



Poin ketiga adalah kemudahan bagi perguruan tinggi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Dengan adanya program Kampus Merdeka, kini setiap perguruan tinggi dapat mengubah statusnya melalui beberapa persyaratan tertentu, tanpa terikat status akreditasi.



Terakhir, konsep Kampus Merdeka juga dapat memberikan keuntungan bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar prodi dan melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS). Dengan begitu, mahasiswa dapat mengambil SKS dari prodi lain di dalam kampus sebanyak satu semester dari total semester yang ditempuh.



Teknologi pendukung Kampus Merdeka



Di tengah akselerasi digitalisasi dalam dunia pendidikan dengan adanya konsep Kampus Merdeka, secara tidak langsung transformasi teknologi pun akan semakin dibutuhkan dalam lingkungan kampus. Terlebih, penggunaan teknologi dalam sistem pengajaran pun terkadang masih menemui kendala, mulai dari infrastruktur dan sistem aplikasi yang harus memadai, teknologi untuk pengawasan ujian, hingga masih seringnya serangan siber di Indonesia.



Sebagai solusi, Lintasarta dapat membantu perguruan tinggi di Indonesia dalam mewujudkan proses digitalisasi kampus untuk menjalankan konsep Kampus Merdeka agar berjalan lebih maksimal. Melalui layanan Lintasarta Smart Campus, perguruan tinggi akan mendapatkan solusi ICT menyeluruh mulai dari penyediaan fasilitas infrastruktur yang andal, platform dan sistem terintegrasi untuk manajemen perguruan tinggi, hingga aplikasi mobile phone.



Baca juga: Digitalisasi kampus dengan Smart Campus di Indonesia



Platform LMS (Learning Management System) Lintasarta dapat diintegrasikan dengan platform video conference, Sistem Informasi Akademis (SIAKAD), dan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) milik Kemendikbud untuk memberikan kemudahan mahasiswa mengambil mata kuliah dari perguruan tinggi lain.



Saat ini, Lintasarta telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, dan masih banyak lagi yang telah menggunakan teknologi Smart Campus dalam lingkungan akademiknya. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana solusi Lintasarta Smart Campus, silakan hubungi kami.