free page hit counter

Tips Memilih Penyedia Colocation Data Center

Colocation server adalah server yang dititipkan ke tempat khusus penyimpanan server dengan infrastruktur dan keamanan yang telah sesuai standar, misalnya seperti kestabilan arus listrik, power generator, suhu yang terkontrol, dan CCTV. Nah, tempat untuk menyimpan server tersebut lah yang dinamakan colocation data center.

Umumnya, colocation data center dipilih banyak perusahaan karena tingginya biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk membangun data center sendiri. Namun, agar kualitas colocation data center tidak kalah dengan data center yang berdiri sendiri, perlu dipastikan bahwa Anda memilih provider yang tepat. Bagaimana cara mengetahui hal tersebut?

Tentukan Dulu Target Data Center Perusahaan

Kehadiran teknologi mampu mendukung target bisnis suatu perusahaan, dan data center lah yang mendukung teknologi tersebut. Oleh sebab itu, pihak perusahaan harus mengetahui dan menentukan target jangka panjang terkait data center dan bagaimana target tersebut akan memengaruhi orang-orang yang menggunakan data center. Masalahnya, berbagai divisi di perusahaan kemungkinan besar punya strategi dan target data center yang berbeda pula.

Untuk itu, Anda bisa melakukan interview dengan pihak stakeholders terkait hal tersebut. Identifikasi strategi dan target data center yang telah mereka tentukan. Jika sudah, Anda bisa mengajak beberapa perwakilan dari berbagai divisi untuk membicarakan tentang strategi dan target mana saja yang patut diprioritaskan serta eksekusi seperti apa yang harus dijalankan.

Sejalan dengan Rencana Disaster Recovery dan Kelanjutan Bisnis

Apakah Anda memanfaatkan colocation data center sebagai Disaster Recovery Center (DRC)? Jika iya, pastikan bahwa provider dari colocation data center Anda menyediakan kualitas yang setidaknya sama dengan data center utama, mulai dari infrastruktur jaringan, cooling, dan power. Selain itu, sebaiknya cari pula provider colocation data center yang menyediakan area kerja bagi tim teknisi Anda untuk digunakan saat sesi testing. Dengan begini, Anda bisa benar-benar memastikan bahwa colocation data center dan data center utama dapat berjalan beriringan dengan baik.

Kapasitas Daya untuk Mendukung Teknologi

Kapasitas daya yang diperlukan sebuah data center terus meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi. Sayangnya, belum banyak provider dari colocation data center yang menawarkan kapasitas daya memadai untuk mendukung penerapan perkembangan teknologi di masa depan. Agar bisa mendukung lingkungan berkapasitas daya tinggi, idealnya provider harus mendistribusikan muatan ke footprint yang lebih besar atau menggunakan sistem pendingin tambahan. Keduanya mampu mengatasi isu kapasitas daya tanpa harus meningkatkan biaya.

Keamanan Fisik Berlevel Tinggi

Hal lain yang harus Anda pertimbangkan saat memilih provider colocation data center adalah keamanan fisiknya. Pastikan colocation data center tersebut memiliki keamanan yang terjamin di bagian dalam dan luar data center-nya. Anda bisa memastikan hal ini dengan bertanya ke pihak provider, area eksternal mana saja yang ter-cover oleh kamera dan seberapa jauh kamera tersebut dapat men-cover­-nya. Cari tahu pula bagaimana prosedur keamanan yang diterapkan oleh provider dan tanyakan apakah Anda boleh menambah kamera keamanan sendiri di area colocation data center Anda.

Pemilihan Lokasi yang Tepat

Jika Anda memanfaatkan colocation data center sebagai DRC, tentukan seberapa jauh jarak yang Anda inginkan antara colocation data center dan data center utama. Pastikan provider membangun colocation data center di lokasi yang tidak rentan mengalami bencana.

Namun, perlu diingat pula bahwa semakin jauh jarak colocation data center, semakin banyak pula biaya jaringan yang harus Anda keluarkan. Colocation data center yang tidak terlalu jauh akan memudahkan Anda untuk melakukan tindakan secara cepat jika terjadi masalah. Idealnya, lokasi antara data center utama dan DRC harus berjarak setidaknya 35 KM.

 

Colocation data center dapat menjadi solusi bagi Anda yang ingin memiliki data center, tetapi tidak memiliki budget terlalu banyak untuk membangunnya sendiri. Pastikan saja Anda memilih provider yang tepat sehingga kualitasnya pun benar-benar terjamin.