Home Article Tips Memilih Provider Disaster Recovery Center

Tips Memilih Provider Disaster Recovery Center

Sebagai pemegang tanggung jawab pada perusahaan, Anda tentu harus memastikan keberlangsungan bisnis Anda, salah satunya dengan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana—baik itu bencana yang disebabkan oleh faktor internal seperti serangan virus pada jaringan komputer kantor atau faktor eksternal seperti bencana alam.

Disinilah Disaster Recovery Center (DRC) dapat membantu Anda untuk melakukan persiapan tersebut. Pada dasarnya, DRC akan menduplikat dan “menyelamatkan” seluruh data dari data center utama Anda. Di Indonesia sendiri, ada pihak-pihak yang menyediakan layanan DRC ini. Agar tak salah memilih provider DRC, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan.

Penggunaan Teknologi

Hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih provider DRC adalah teknologi yang digunakan. Idealnya, semakin canggih dan update teknologinya, maka semakin luas pula jenis kebutuhan DRC yang bisa dipenuhi oleh pihak provider. Tanyakan apa yang akan dilakukan provider apabila data Anda hilang atau tidak dapat diakses.

Pastikan pula bahwa provider menggunakan infrastruktur yang hanya didedikasikan untuk Anda. Ada beberapa provider DRC yang menyimpan data beberapa perusahaan sekaligus dalam satu server. Hal ini tentu meningkatkan risiko keamanan.

Kabar baiknya, kebanyakan provider DRC biasanya menawarkan layanan testing dan development. Jadi, Anda bisa mencoba menduplikasi beberapa data pada DRC selama beberapa bulan. Dalam jangka waktu ini, lakukan pengawasan ketat untuk memastikan bahwa provider memang mampu memenuhi kebutuhan DRC Anda. Jika semua berjalan baik, Anda bisa melanjutkan layanan hingga bulan-bulan berikutnya.

Kapasitas dan Skalabilitas

Provider DRC yang baik idealnya memungkinkan Anda untuk melakukan scaling. Contohnya begini: saat ini, bisnis Anda mungkin masih berskala kecil, data yang Anda miliki belum terlalu banyak sehingga kapasitas DRC yang Anda butuhkan pun tidak besar. Namun, kemungkinan besar bisnis Anda akan berkembang seiring berjalannya waktu. Data akan semakin banyak, memengaruhi kebutuhan jumlah kapasitas.

Nah, Anda harus memastikan bahwa provider DRC bisa meningkatkan kapasitas secara mudah (flexibility). Dengan begini, Anda bisa hemat biaya karena hanya mengeluarkan uang yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Jarak dari Data Center Utama

Tanyakan pada calon provider DRC Anda, seberapa jauh jarak antara DRC dan data center utama? Hal ini penting karena dapat memengaruhi keamanan perangkat. Sebaiknya pilihlah lokasi DRC yang berjarak 35 KM sampai 100 KM agar network latency-nya tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, proses backup dan restore bisa dilakukan dengan zero data loss.

Selain itu, pastikan pula calon provider tidak meletakkan DRC di zona seismik, yakni kawasan yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi sehingga lebih rentan mengalami gempa bumi. Kegiatan seismik dapat menyebabkan gangguan jaringan hingga kerusakan perangkat.

Akses Menuju Disaster Recovery Center

Poin satu ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Bayangkan apabila provider membangun DRC di zona seismik dan suatu hari terjadi bencana gempa bumi di wilayah tersebut. Anda tentu tidak dapat mengakses DRC. Padahal, dalam keadaan genting, justru segala sesuatunya harus bergerak lebih cepat. Jika DRC susah untuk diakses, bagaimana nasib operasional perusahaan Anda saat terjadi bencana?

Karenanya, pertimbangkan pula faktor aksesibilitas saat memilih provider DRC yang tepat. Akses yang mudah tak hanya memudahkan Anda untuk mengakses DRC tanpa kendala berarti, tetapi juga memungkinkan untuk digunakan sebagai kantor sementara apabila memang dibutuhkan.

 

Selain keempat hal di atas, jangan lupa pula untuk terus aktif mencari referensi dari rekan-rekan Anda yang sudah lebih dulu menggunakan provider DRC tertentu. Semoga Anda bisa segera mendapatkan provider DRC yang tepat yang dapat menjaga keberlangsungan bisnis Anda.

 

===

Salah satu penyedia Disaster Recovery Center di Indonesia adalah Lintasarta. Klik disini untuk mempelajari lebih lanjut tentang solusi Lintasarta Disaster Recovery Center.