Transformasi Digital Korporasi Tak Hanya Ubah Business Process, Tapi Juga Culture & Spirit Manajemen

Transformasi digital menjadi sesuatu yang multak dilakukan saat ini bagi korporasi untuk menjaga sustainability untuk masuk ke era ekonomi digital. Digitalisasi itu dilakukan terhadap business process yang kita miliki baik itu proses internal maupun eksternal. Bahkan terjadi evolusi terhadap pemahaman dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan teknologi digital di Indonesia, meski masih kalah dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura atau Malaysia

ipad-tablet-technology-touch-large

Menurut Arya N. Soemali, Direktur IT Services Director Lintasarta, transfromasi itu tidak seperti semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal yang harus dipersiapkan. Akan tetapi sebelum melakukan transformasi digital harus dimengerti

terlebih dahulu tujuan transformasi dan membangunnya dengan perencanaan yang baik. “Tentu saja itu harus sesuai dengan visi misi korporasi tersebut,” katanya di Jakarta Jumat (24/6).

Transformasi digital adalah suatu proses yang harus dijalankan oleh pelaku bisnis, karena adanya kebutuhan dan tuntutan pasar sehingga transformasi digital menjadi strategi bisnis.

Dia menjelaskan bahwa keputusan strategis untuk melakukan transformasi digital berada di pucuk pimpinan. Leadership dari para pimpinan ini yang menjadi penarik gerbong transformasi. Namun, lanjutnya, kajian melakukan transformasi ini bisa dilakukan dengan sumber daya sendiri atau menggunakan jasa konsultan.

Keputusan untuk melakukan transofrmasi digital bagi perusahaan besar memang membutuhkan kesiapan dan perhitungan matang meski dilakukan secara bertahap. Implementasi itu perlu dilakukan mengingat persaingan dan e siensi yang dilakukan korporasi semakin agresif dalam beberapa tahun terakhir.

Kunci keberhasilan implementasi ini terletak pada better customer experience yang secara langsung akan memperoleh peningkatan revenue dan pro t dari perusahan, e siensi biaya, menjaga kelangsungan bisnis perusahaan, membuat keputusan dengan cepat, dan meningkatkan kepuasan konsumen atau pelanggan. Selain itu, paramenter keberhasilan bagi setiap korporasi lebih kepada peningkatan performance, daya saing, perkembangan market share, dan memberikan pengalaman baik bagi pasar.

Meski masih dapat bertahan, korporasi yang masih memanfaatkan sistem konvensional baik disegi pemasaran, pembayaran, distribusi, invetarisasi, maupun sumber daya manusianya semakin lama akan kehilangan daya saing, produk yang ditawarkan tidak kompetitif dan tergerus oleh perusahan-perusahaan besar lainnya.

Dalam strategi implementasi digital ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan pebisnis agar penerapan itu sesuai dengan kebijakan anggaran atau investasi IT. Strategi itu, lanjutnya, dapat berupa kesiapan anggaran yang dapat dilakukan dengan investasi secara keseluruhan, ataupun melakukan investasi melalui Operating Expenditure (Opex) base model. Bahkan sekarang sudah tersedia juga dalam pay per use.

Saat ini sektor pemerintahan, perbankan, dan perdagangan termasuk sektor yang cukup agresif dalam menerapkan transformasi digital. Namun demikian, sebagai penyedia layanan ICT, Lintasarta berupaya agar kebutuhan layanan berbasis digital terhadap business process bagi setiap industri dan perusahaan dapat memberi solusi terintegrasi

yang tepat guna kendati kebutuhan setiap industri memiliki perbedaan.

Pada dasarnya ada beberapa aplikasi umum yang dapat digunakan oleh semua industri seperti aplikasi keuangan, SDM, inventory, procurement, dan sebagainya. Akan tetapi ada juga aplikasi yang spesi k terkait industri seperti perbankan, migas, perhotelan, perkebunan dan sebagainya.

Oleh karena itu, Lintasarta menempatkan
SDM yang dapat beradaptasi dengan cepat
terhadap perubahan transformasi digital. Korporasi yang ingin bergerak ke arah transformasi digital tidak hanya mengubah business process-nya saja, tetapi juga harus mengubah culture dan spirit para manajemen dan jajaran.

Lintasarta sebagai pemain utama di industri ICT nasional dengan pengalaman lebih dari 28 tahun memiliki beberapa data center yang terletak di Jakarta dan diluar kota. Pada tahun ini anak perusahaan Indosat Ooredoo ini berencana mambangun data center di daerah Jatiluhur, Purwakarta yang siap digunakan pada Agustus tahun ini.

“Jika kita berbicara data center dan data recovery (DRC), semua dipengaruhi oleh backbone jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun baik itu fiber optic, VSAT dan sebagainya. Infrastruktur data center dan infrastruktur telekomunikasi membuat suatu kekuatan dimana pelanggan dapat saling sharing, katanya.

Pembangunan data center tersebut dibekali dengan teknologi keluaran terakhir dan terserti kasi. Sertifikasi ini bertujuan untuk membangun kepercayaan pelanggan terhadap produk dan jasa. Data center yang dibangun itu memiliki serti kasi Tier III yang memiliki availability, ketahanan, redundancy dan memiliki kehadalan.

Serti kasi itu membuat pasar memiliki confidance level yang lebih tinggi. Begitu halnya dengan security jaringan sebagai elemen utama yang selalu dikedepankan oleh Lintasarta.

Saat ini perusahaan tidak perlu lagi membangun infrastruktur data center untuk menjalankan aplikasi maupun menyimpan data. Lintasarta telah menggandeng partner terbaik dibidangnya seperti Oracle dan SAP.

“Jadi, kami berupaya membangun eksosistemnya. Kami tidak hanya fokus kepada satu aplikasi saja tetapi kami juga membangun area lain yang dibutuhkan pelanggan,” ujarnya.

Kerja sama antara Lintasarta dan IBM akan memberikan berbagai keuntungan bagi pelaku industri dalam menghadapi era ekonomi digital yang serba instan, cepat, dan transparan.

Lintasarta memiliki portofolio produk ICT yang lengkap, sedangkan IBM sebagai perusahaan IT global memiliki pengalaman dan tenaga profesional IT terbaik berstandar global, menjadi nilai tambah bagi pelaku bisnis dalam menghadapi perubahan di era

transformasi digital ini.
Melalui kerja sama ini, Lintasarta

menghasilkan IT smart solution yang siap membantu akselerasi pertumbuhan pelaku industri di antaranya Enterprise Resiliency Services, Data Center Design & Construction, Data Center Migration, Enterprise Infrastructure Managed Services, Control Desk, IT Infrastructure Security Consulting, Managed Security Services, dan Enterprise

Mobility Services.

Lintasarta sebagai penyedia infrastruktur data komunikasi dan IT services yang merupakan anak perusahaan Indosat Oredoo. Pemain IT baik itu organisasi atau korporasi selalu bercita-cita untuk bekerja sama erat dengan pemilik data komunikasi seperti Lintasarta.

Lintasarta menyadari kebutuhan pelanggan untuk meyiapkan bisnis mereka dalam menghadapi transformasi digital ini, juga merupakan bagian dari Lintasarta untuk selalu berinovasi dalam peningkatan layanan IT. Atas hal tersebut Lintasarta melakukan kerja sama dengan para partner terbaik yang mempunyai pengalaman untuk membantu pelanggan mencatat akselerasi pertumbuhan bisnis, dan mendukung percepatan transformasi digital, serta mendukung implementasi smart city dan Internet of Things di Indonesia.(*)