penulislintasarta

February 06, 2018

Apa itu Gartner Magic Quadrant?

Ketika berbicara dengan rekan Anda mengenai Cloud atau seputar teknologi informasi, mungkin Anda sudah sering mendengar istilah Gartner Magic Quadrant. Istilah ini memang sudah banyak dikenal dalam bidang IT, namun sayangnya tidak semua orang paham apa yang asal usul atau proses pembuatan matriks ini.



Gartner Magic Gartner Quadrant merupakan matriks atau kuadran yang menunjukkan tren pasar khususnya dalam bidang IT. Dengan adanya kuadran ini, diharapkan Anda bisa mengetahui kondisi dan juga perkembangan pasar IT yang sedang berlangsung. Selain itu, Gartner Magic Quadrant kerap digunakan sebagai landasan atau patokan para analis dalam menentukan strategi dan rencana pengembangan produk atapun go-to-market. Tidak heran, Gartner Magic Quadrant mengandung informasi-informasi yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan strategi.



Siapa yang Membuat Gartner Magic Quadrant?



Kuadran ini diambil dari nama pencetusnya, yakni Gideon Gartner. Gideon Gartner merupakan pendiri perusahaan Gartner yang bermarkas di Stamford, Connecticut, Amerika Serikat. Perusahaan ini pertama kali didirikan pada tahun 1979 dengan tujuan awal untuk memberikan informasi seputar perkembangan teknologi informasi yang berkaitan dengan pemain-pemainnya dari seluruh dunia.



Informasi yang disajikan ini sangat penting mengingat saat ini teknologi informasi semakin berkembang. Data yang mereka hasilkan diperlukan oleh banyak pihak terutama perusahaan teknologi, agensi pemerintahan, investor, dan juga perusahaan-perusahaan besar lainnya, seperti National Rural Electric Cooperative Association di Amerika Serikat. Dengan informasi yang mereka dapat dari Gartner Magic Quadrant ini, para pemain bisnis di seluruh dunia bisa memetakan ataupun memprediksi kondisi teknologi ke depannya.



Data ini mereka dapat dari hasil riset terhadap perusahaan atau pemain di bidang teknologi informasi dari penjuru dunia. Data-data kualitatif ini kemudian mereka olah dan dihasilkan dalam sebuah laporan. Analisis data dilakukan setiap satu hingga dua tahun sekali sehingga Gartner Magic Quadrant selalu berubah-ubah mengikuti tren teknologi informasi yang ada.



Jenis-Jenis Kuadran 



Gartner Magic Quadrant menilai vendor melalui beberapa pembagian tingkatan (rating). Sejauh ini, ada empat tingkatan yang mereka keluarkan untuk mengelompokkan status para vendor.



Pertama adalah kuadran Niche Player. Kuadran ini merupakan tingkat terendah dalam hasil analisis Gartner Magic Quadrant. Para vendor yang berada di kuadran ini adalah mereka yang umumnya hanya menyediakan layanan untuk segmen tertentu secara terbatas. Selain “dihuni” oleh vendor jenis tersebut, kuadran ini juga biasanya ditempati oleh vendor-vendor yang masih dalam tahap menyesuaikan produk mereka untuk kepentingan pasar.



Selanjutnya, tingkatan di atas Niche Player adalah Visionaries. Vendor ini lebih canggih dan besar dari pada yang ada di kuadran sebelumnya. Para vendor di kuadran Visionaries sudah bisa memberikan inovasi produk untuk digunakan oleh perusahaan tingkat dunia. Biasanya, vendor-vendor tersebut masih dimiliki oleh perusahaan perorangan. Namun pada umumnya, vendor-vendor tersebut masih belum mumpuni untuk menangkap pangsa pasar secara berkelanjutan.



Kemudian ada kuadran Challengers. Seperti namanya, vendor-vendor yang ada di sini siap menantang vendor-vendor yang ad adi kuadran dengan rating teratas. Para vendor di sini tak hanya bisa menunjukkan kualitasnya dalam pasar tapi juga bisa menjadi ancaman bagi para vendor yang ada di kuadran dengan tingkat terbaik. Para vendor di kuadran Challengers memiliki produk yang sudah tak diragukan lagi kualitasnya dan dalam kondisi “aman” untuk terus menumbuhkan perusahaan mereka secara berkelanjutan karena memiliki sumber daya yang mumpuni.



Terakhir, ada kuadran Leaders. Ini merupakan tingkat tertinggi yang dikeluarkan oleh Gartner. Para vendor di sini tahu dengan pasti apa yang dibutuhkan oleh pasar sehingga mampu memberikan inovasi-inovasi terbaru. Mereka adalah vendor yang akan berusaha memberikan yang terbaik bagi para konsumen dengan menyediakan infrastruktur yang dapat diandalkan. Dibanding para vendor di kuadran Challengers, vendor di sini memiliki skala perusahaan yang jauh lebih besar dan cukup berpengaruh. Gartner menilai para vendor berdasarkan dua kriteria, yakni kelengkapan visi dan kemampuan untuk mengeksekusi. Dua hal tersebutlah yang menjadi sara penilaian untuk menempatkan suat vendor di kuadran yang sesuai dengan status mereka. 



Demikian pembahasan singkat mengenai Gartner Magic Quadrant. Tidak kalah dengan perusahaan-perusahaan Information and Communication Technology (ICT) asing, Lintasarta sebagai salah satu pemain bisnis ICT di Indonesia juga telah menyiapkan berbagai solusi teknologi terkini dan andal yang dapat membantu bisnis di Indonesia tetap kompetitif. Ingin tahu apa saja solusi teknologi yang Lintasarta tawarkan? Silakan hubungi kami.