lintasarta

May 30, 2022

Kerja di Metaverse vs Remote/Teleworking: Apa Bedanya?

Metaverse merupakan salah satu topik yang sedang hype di Indonesia. Presiden Joko “Jokowi” Widodo sendiri misalnya sempat menyinggung topik Metaverse dan mengingatkan masyarakat untuk bersiap-siap menghadapinya.



Secara singkat Metaverse dapat dideskripsikan sebagai tempat perpaduan dunia fisik dan digital. Di sini, representasi digital manusia (avatar) dapat berinteraksi satu sama lain, tidak hanya untuk bekerja sama, tetapi juga bermain dan bersosialisasi.



Bila konsep Metaverse rasanya pernah Anda dengar atau alami sendiri, mungkin ini karena berbagai elemen di dalamnya sebenarnya sudah tidak asing lagi. Konsep avatar sendiri misalnya sudah dikenal para pemain gim daring yang berinteraksi sesamanya lewat Internet.



Baca Juga: Dorong Penggunaan Pembayaran Nontunai dengan Alat Pembayaran Kartu Kredit



Hanya saja, Metaverse juga memanfaatkan teknologi realitas virtual (virtual reality atau VR) dan realitas berimbuh (augmented reality atau AR), sehingga interaksi lewat Internet ini bisa dilakukan dalam ruangan 3D yang lebih imersif.



Teknologi ini sendiri sebenarnya masih terus berkembang. Meskipun begitu, berbagai pihak sudah menawarkan aplikasi dan solusi yang didasarkan pada teknologi ini. Salah satunya adalah menciptakan kantor atau ruang kerja virtual (virtual office).



Kantor virtual di Metaverse bisa dibandingkan dengan praktik remote working dan teleworking yang sudah dikenal saat ini. Keduanya memungkinkan karyawan untuk bekerja dari jarak jauh, baik dalam skema remote working maupun teleworking.



Pandemi COVID-19 telah memaksa banyak perusahaan dan karyawan untuk mengeksplorasi lebih jauh konsep remote working dan teleworking. Pada banyak jenis pekerjaan, ternyata bekerja dari jauh ini memang memungkinkan, bahkan disukai karyawan.



Baca Juga: Perbandingan Standard, Simplified, dan Enhanced Customer Due Diligence dalam Layanan Keuangan



Namun, perusahaan dan karyawan juga menemukan berbagai kekurangan bekerja jarak jauh dibandingkan bekerja di kantor. Kekurangan ini diharapkan dapat diatasi dengan kantor virtual di Metaverse.



Metaverse, 2D vs 3D



Pada dasarnya semua interaksi remote working (baik lewat surel, telepon video, dan perangkat lunak kolaborasi), merupakan interaksi di ruang dua dimensi. Kita menulis pesan, membaca dan mengerjakan dokumen lewat perantaraan layar dua dimensi dari komputer pribadi, tablet, atau ponsel.



Metaverse, berkat teknologi VR dan AR membuka peluang interaksi yang lebih luas lagi di ruang tiga dimensi. Rapat (meeting) bisa diselenggarakan di ruang virtual yang 3D, berbeda dengan rapat konferensi video saat ini di mana orang-orang hanya direpresentasikan sebagai tampilan dua dimensi di layar datar. Ruang 3D ini akan memungkinkan orang-orang berinteraksi lebih akrab dan erat dibandingkan konferensi video biasa, baik untuk bekerja maupun bersosialisasi.



Kolaborasi



Remote working saat ini mengandalkan perangkat lunak berbasis teks seperti aplikasi chat (contohnya Slack), perangkat lunak kantoran seperti surel dan kalender daring, pengolah dokumen, telepon, dan konferensi video. Teknologi AR dan VR membuka peluang alat kolaborasi seperti Meta Horizon Workroom atau Microsoft Mesh.



Horizon Workroom misalnya dapat memanfaatkan alat kolaborasi tradisional seperti chat, perangkat lunak kantoran (spreadsheet, presentasi), dan konferensi video. Teknologi Metaverse memungkinkan penambahan fitur seperti pengaturan tata letak ruang rapat, yang tidak bisa ditemukan di remote working tradisional. Misalnya, tata letak ruang rapat untuk presentasi bisa dibedakan dengan ruang rapat untuk diskusi, atau sekadar bercakap-cakap.



Pada remote working yang ada saat ini, diskusi biasanya harus diagendakan terlebih dahulu. Padahal di lingkungan kantor, pertukaran pendapat bisa saja terjadi spontan ketika kebetulan bertemu di lorong kantor.



Metaverse memungkinkan replikasi diskusi dan kolaborasi spontan yang mungkin terjadi ruangan kantor fisik. Berbagai studi menunjukkan percakapan spontan seperti ini bisa meningkatkan inovasi dan produktivitas perusahaan.



Interaksi Sosial



Buat banyak orang, lingkungan kerja juga berfungsi sebagai tempat bersosialisasi. Ini merupakan salah satu yang hilang dari skema remote work penuh waktu. Percakapan di ruang chat tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi sosial di kantor secara fisik.



Baca Juga: Siapkah Infrastruktur Perusahaan Anda untuk Terapkan Teleworking?



Kantor virtual di Metaverse diharapkan dapat memberikan kesempatan para karyawan untuk bersosialisasi seperti di kantor fisik. Di sana, terbuka juga kesempatan untuk berinteraksi dengan rekan yang mungkin berasal dari kota atau bahkan benua lain.