free page hit counter

Beberapa Pertimbangan bagi Rumah Sakit untuk Implementasikan SIMRS

rumah sakit

Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan lainnya pada saat ini dihadapkan oleh tantangan untuk meningkatkan kualitas layanannya. Semakin populernya asuransi kesehatan, termasuk JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) membuat semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di rumah sakit. Hal ini menuntut fasilitas kesehatan yang masih menggunakan sistem manajemen rumah sakit yang konvensional agar meningkatkan efisiensi dalam melayani lebih banyak pasien.

Sistem manajemen rumah sakit yang baik bisa meningkatkan kualitas informasi tentang pasien, dan memungkinkan tenaga kesehatan untuk mengambil keputusan rasional dari informasi yang tersedia.

 

Baca juga: Apa Itu SIMRS dan Bagaimana Penerapannya Bagi Rumah Sakit?

 

Manajemen rumah sakit konvensional memiliki beberapa masalah, seperti masalah penyelarasan data antardepartemen dan risiko kehilangan data. Lebih jauh lagi, data pasien yang dimiliki bisa saja tidak mutakhir (out of date). Pencatatan dan pengolahan data secara manual berisiko terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh manusia (human error), yang sering terjadi bila data yang harus ditangani berjumlah besar.

Semua masalah akibat manajemen konvensional tersebut dapat menimbulkan ketidakpastian atas informasi yang tersedia tentang pasien, dan menghalangi tenaga kesehatan memberikan perawatan terbaik.

Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) diharapkan dapat mentransformasi dan meningkatkan pelayanan di fasilitas kesehatan secara menyeluruh. Di Indonesia, penerapan SIMRS sebenarnya sudah diwajibkan dalam Permenkes RI No 82/2013. Namun pada praktiknya, banyak rumah sakit yang masih terkendala dalam mengadopsi SIMRS. Selain itu, seperti perubahan mendasar pada umumnya, penerapan SIMRS membutuhkan pertimbangan matang. Apa saja hal yang mesti dipertimbangkan?

 

Kebutuhan rumah sakit dan pasien

Dalam membangun SIMRS, harus memerhatikan beberapa faktor, seperti kebutuhan pengelola rumah sakit itu sendiri dan kebutuhan pasien. Rumah sakit membutuhkan sistem yang mampu mengelola transaksi secara akurat, efisien, dan cepat (Handiwidjojo, 2009. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).

 

Baca juga: Tantangan yang Akan Dihadapi jika Menerapkan Teknologi Telemedicine

 

Sementara itu, pasien menuntut pelayanan yang cepat antara pasien dan institusi kesehatan, dan pasien dengan dokter. Pasien akan terbantu bila tersedia sistem yang dapat menyediakan kemudahan pendaftaran, misalnya lewat SMS, situs web, atau aplikasi ponsel. Pilihan pembayaran bisa disediakan tidak hanya tunai, tetapi juga kartu kredit, debit, dompet elektronik, dan berbagai pilihan pembayaran lain. Integrasi dengan jasa asuransi juga harus diperhatikan.

 

Kemudahan penggunaan dan sumber daya manusia

Farzandipur, Jeddi, dan Azimi meneliti beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi rumah sakit. Mereka menemukan bahwa faktor manusia, seperti keterampilan sumber daya manusia dan kemudahan penggunaan sistem informasi merupakan faktor yang paling pantas mendapat perhatian.

Pegawai rumah sakit yang lebih berpengalaman dengan komputer lebih percaya diri dalam memanfaatkan sistem informasi rumah sakit, dan karena itu akan mendorong kesuksesan dalam adopsi SIMRS. Kemudahan pemakaian sistem akan membuat para pengelola rumah sakit untuk lebih cepat membiasakan diri dengan sistem informasi yang dibangun, dan turut menyumbangkan keberhasilan implementasi SIMRS.

 

Kemampuan pengembang

Rumah sakit yang berencana untuk mengadopsi SIMRS harus jeli dalam memerhatikan kemampuan pengembang atau vendor yang akan menjadi mitra. Banyak pengembang yang belum mengetahui kondisi sektor kesehatan, dan lebih memiliki kompetensi di bidang sistem komputer daripada sistem rumah sakit. Bila bermitra dengan vendor seperti ini, rumah sakit akan mendapatkan solusi SIMRS yang belum tentu sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk menjembatani dengan vendor, bisa jadi diperlukan analis sistem yang mengetahui administrasi rumah sakit dan memiliki pengetahuan tentang sistem komputer. Tentunya ini bisa juga dihindari bila rumah sakit bermitra dengan perusahaan yang sudah berpengalaman bekerja dalam sektor kesehatan.

 

Baca juga: Pulihkan bisnis Rumah Sakit di saat New Normal

 

Lintasarta sudah berpengalaman dalam beberapa dekade bekerja sama dengan berbagai sektor industri di Indonesia, termasuk sektor kesehatan. Solusi SIMRS dari Lintasarta adalah sistem pencatatan rekam medis yang mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit secara real-time. Rumah sakit dapat memperoleh informasi medis dan non-medis secara tepat dan akurat.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang keunggulan solusi SIMRS dari Lintasarta, Anda bisa menghubungi kami.