lintasarta

September 01, 2021

Cara Memajukan Bisnis Kecil dan Menengah dengan Teknologi Cloud

Pada saat ini bisnis kecil dan menengah (Small and Medium Business atau SMB) semakin menyadari manfaat layanan teknologi Cloud. Laporan State of the Cloud 2021 menyebutkan bahwa saat ini 64% beban kerja dan 59% data milik SMB sudah diletakkan di Public Cloud. Angka ini diperkirakan akan bertambah dalam waktu dekat. Dalam 12 bulan, proporsi beban kerja SMB di Cloud akan bertambah menjadi 69%, sedangkan jumlah data menjadi 67%.



Sebagai perbandingan, beban kerja dan data untuk semua organisasi pada saat ini masing-masing mencapai 50% dan 46%. Ini berarti SMB bergerak lebih maju dalam adopsi layanan Cloud. Dalam laporan tersebut, SMB didefinisikan sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan kurang dari 1.000 orang.



Baca juga: Kontainerisasi, Salah Satu Tren Cloud Computing 2021



Layanan Public Cloud untuk bisnis kecil dan menengah (SMB) memang menawarkan serangkaian manfaat. Secara umum, kita dapat melihat berbagai manfaat itu dari aspek anggaran ataupun aspek strategis.



Umumnya SMB memiliki sumber daya keuangan yang lebih terbatas dibandingkan perusahaan yang lebih besar. Karena itu, anggaran merupakan aspek yang sangat penting. Berikut ini adalah beberapa manfaat dalam hal aspek anggaran:



Pengadaan infrastruktur yang lebih terjangkau



Salah satu manfaat yang umum didapatkan adalah menekan belanja infrastruktur IT, baik untuk membeli perangkat baru untuk ekspansi bisnis ataupun upgrade perangkat lama. Dengan layanan Public Cloud, perusahaan tidak perlu lagi membeli perangkat keras yang mahal, namun cukup memanfaatkan layanan Public Cloud untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan.



Kemudahan untuk peningkatan sumber daya komputasi (server, jaringan, dan lain-lain) ini terutama sangat menguntungkan untuk SMB yang bisnisnya berkembang pesat. Perusahaan dapat menambahkan sumber daya baru dengan cepat tanpa harus melalui proses pengadaan yang tidak hanya mahal tapi juga memakan waktu.



Biaya operasional



Pemanfaatan layanan Cloud juga dapat memberikan penghematan biaya operasional. Perusahaan dapat mengurangi atau bahkan mengeliminasi ruang server (server room) atau Data Center sendiri yang memakan tempat luas dan biaya pemeliharaan tinggi.



Dengan model pembayaran pay-as-you-go (membayar sesuai kebutuhan), biaya operasional perusahaan dapat dibayar dengan lebih ekonomis. Sebuah studi kasus dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia menunjukkan bahwa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dapat menghemat biaya operasional dan pemeliharaan, di samping memperoleh manfaat lainnya.



Model pay-as-you-go ini juga cocok untuk bisnis startup yang berkembang cepat. Contoh kasus yang populer adalah Dropbox dan Netflix, yang menggunakan layanan cloud Amazon AWS untuk ekspansi. Lebih baru lagi, perusahaan seperti Qube Cinema di India memanfaatkan model pembayaran pay-as-you-go ini untuk ekspansi dengan biaya efektif (cost-efficient).



Aspek strategis



Manfaat lain adalah dari aspek strategis. Di tengah tekanan kompetisi, bisnis kecil dan menengah dituntut untuk bergerak cepat agar dapat bersaing dengan perusahaan yang memiliki sumber daya lebih besar. Ini dapat dilakukan dengan menjadikan adopsi teknologi sebagai keunggulan kompetitif.



Baca juga: 5 Strategi Migrasi ke Cloud Computing



Akses teknologi terbaik



Dengan mengadopsi layanan Cloud, SMB dapat mengakses sumber daya teknologi terbaik tanpa harus investasi besar. Sebagai contoh, inovasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan (AI) dan Big Data mensyaratkan daya komputasi berupa prosesor dan penyimpanan data, yang dapat menyita biaya. Berkat layanan Cloud, perusahaan dapat mengembangkan aplikasi dan produk yang mengandalkan teknologi maju ini tanpa terkendala oleh kekurangan perangkat keras. Sumber daya komputasi terbaik yang dibutuhkan dapat diakses dengan memanfaatkan layanan Cloud.



Pilihan di saat krisis



Layanan Cloud juga dapat menjadi pilihan untuk SMB di tengah krisis. Pada saat ketidakpastian ekonomi, perusahaan dipaksa untuk melakukan optimasi sumber daya. Biaya seperti listrik, sewa ruangan, dan biaya pemeliharaan lainnya tetap harus dibayar meskipun sumber daya komputasi yang dipakai hanya minimal di saat bisnis sepi.



Berkat model pembayaran pay-as-you-go, perusahaan dapat beroperasi minimal dengan efisien tanpa biaya overhead, bahkan mungkin tidak perlu bayar sama sekali bila sumber daya public cloud tidak digunakan.



Selain memperhitungkan manfaat yang akan didapatkan, SMB juga memperhitungkan tantangan yang akan dihadapi ketika migrasi ke layanan Cloud. Menurut laporan State of the Cloud, ketika akan melakukan migrasi ke layanan Cloud, SMB menghadapi tantangan seperti memahami dependensi aplikasi (app dependency), optimasi biaya, dan memilih ukuran yang tepat (right sizing) dari instance cloud.



Baca juga: Deka Flexi: Public Cloud inovasi anak bangsa dengan harga terjangkau se-Indonesia untuk efisiensi bisnis



Optimasi dan pengendalian biaya khususnya sangat penting untuk SMB yang memiliki anggaran terbatas. Dalam hal ini, memilih mitra yang sesuai dapat membantu mengatasi tantangan agar SMB dapat meraup manfaat layanan Public Cloud dan mengembangkan bisnisnya.



Lintasarta Cloudeka menyediakan solusi layanan Cloud yang lengkap sesuai kebutuhan Anda. Tidak hanya layanan Public Cloud, Lintasarta juga menyediakan Private, Hybrid Cloud, dan solusi Cloud lainnya. Untuk informasi lebih jauh tentang layanan Lintasarta Cloudeka, Anda dapat menghubungi kami.