free page hit counter

Dampak pandemi Covid-19: Bagaimana pemerintah dapat pulihkan ekonomi?

Bagaimana pemerintah dapat pulihkan ekonomi?

Dampak pandemi Covid-19 di Indonesia yang telah melumpuhkan bisnis di berbagai sektor, mendorong pemerintah untuk menempuh langkah strategis. Pada akhirnya, pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan New Normal, yang merupakan masa transisi selama pandemi belum berakhir. Hal ini dilakukan demi memulihkan perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi.

 

Memasuki era New Normal di Indonesia, masyarakat maupun pelaku usaha di berbagai sektor diharuskan menjalankan protokol kesehatan. Kebijakan ini lantas melahirkan perubahan perilaku masyarakat yang kini mengandalkan perangkat maupun solusi berbasis teknologi. E-Commerce, E-Learning hingga perangkat teknologi seperti Thermal CCTV and Mask Detection, kini tak lagi menjadi hal yang asing bagi masyarakat di berbagai daerah.

 

Perubahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk semakin meningkatkan penetrasi penggunaan solusi digital dalam rangka pemulihan ekonomi daerah dan peningkatan stabilitas ekonomi di tengah pandemi. Misalnya, agar segala urusan perizinan usaha, pembayaran pajak, pelayanan penanaman modal, dan lain-lain dapat berjalan dengan baik, solusi Thermal CCTV and Mask Detection mampu digunakan untuk mengawasi setiap individu yang berada di gedung-gedung kantor tersebut sesuai protokol kesehatan. Solusi ini akan memberikan peringatan dini kepada tim pengawas jika ada pekerja atau pengunjung yang memiliki suhu tubuh badan di atas normal atau tidak menggunakan masker. Dengan demikian, kantor tetap dapat dibuka dengan sistem pengawasan yang canggih.

 

 

Solusi berbasis teknologi untuk tingkatkan ekonomi daerah

 

Sebagaimana disebutkan di atas, e-commerce bukan lagi hal baru bagi masyarakat di Indonesia. Pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat untuk beraktivitas di rumah saja, membuat toko virtual menjadi salah satu andalan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Di sisi lain, e-commerce juga menjadi wadah bagi petani untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen.

 

    1. SKOTA Tani by Lintasarta

Teknologi serupa juga disediakan Lintasarta melalui layanan SKOTA Tani by Lintasarta. Layanan ini memungkinkan petani untuk memasarkan produk hasil tani mereka secara online hanya dengan aplikasi yang dapat diakses dengan smartphone.

 

Aplikasi SKOTA Tani by Lintasarta dirancang untuk membantu petani mengembangkan, memaksimalkan hasil panen mereka, memasarkan hingga mendapat edukasi dari para ahli tani. Melalui aplikasi SKOTA Tani by Lintasarta, para petani akan mendapatkan informasi dan pengetahuan agar dapat menghasilkan panen yang bermutu.

 

Selain petani, aplikasi SKOTA Tani by Lintasarta juga turut membantu pemerintah mendapatkan informasi terkait hasil tani dan lahan pertanian secara real-time. Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh data yang dapat menjadi acuan kebijakan pertanian lebih lanjut.

 

Baca juga: SKOTA Tani: Aplikasi Pertanian Penunjang Petani Pintar

 

Menariknya, SKOTA Tani by Lintasarta juga dilengkapi dengan fitur informasi cuaca yang terintegrasi dengan sistem sensor cuaca milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan fitur ini, petani dapat memanfaatkan informasi prakiraan cuaca sebagai panduan untuk mengembangkan lahan mereka.

 

Fitur SKOTA Tani by Lintasarta lainnya yang bisa menjadi panduan para petani yaitu adanya dukungan teknologi Internet of Things (IoT), di mana aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan sensor seperti sensor unsur hara, kelembaban dan lainnya. Dukungan fitur ini akan membantu petani memahami kondisi lahan tanpa harus melakukan pengecekan secara manual.

 

    1. SKOTA Wisata by Lintasarta

Industri pariwisata merupakan industri yang paling terdampak pandemi Covid-19. Dikutip Tempo, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menjelaskan pandemi Covid-19 telah memberikan dampak buruk kepada sektor perhotelan, restoran hingga sektor lainnya yang terkait pariwisata. Jika dikalkulasikan, total kerugian yang dialami sektor tersebut mencapai Rp 85,7 triliun.

 

Namun dengan kebijakan New Normal di Indonesia dari pemerintah, industri ini dapat kembali memulai bisnis, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini berlaku di berbagai wilayah termasuk daerah yang memiliki potensi pariwisata. Pemerintah dalam hal ini juga perlu berperan untuk membina pelaku bisnis pariwisata agar tepat dalam menentukan strategi memulihkan pariwisata daerah di era New Normal.

 

SKOTA Wisata by Lintasarta dapat menjadi pilihan tepat bagi palaku bisnis pariwisata dalam menjalankan bisnis di era New Normal di Indonesia. Mendukung penerapan protokol kesehatan dalam hal physical dan social distancing, aplikasi SKOTA Wisata by Lintasarta memungkinkan bisnis pariwisata untuk menyediakan layanan online bagi pelanggan.

 

Baca juga: Bagaimana bisnis perhotelan bertahan di era New Normal?

 

Untuk bisnis perhotelan misalnya, aplikasi SKOTA Wisata by Lintasarta memungkinkan perusahaan menyediakan fasilitas registrasi pelanggan secara online atau menggunakan gawai atau peranti pribadi milik pengunjung. SKOTA Wisata by Lintasarta juga dapat mengakomodir kebutuhan pelanggan saat memesan fasilitas hotel, hingga kunci elektronik. Semua fitur tersebut tersedia dalam aplikasi yang dapat dioperasikan dengan mudah sehingga dapat meminimalisir kontak antara pengunjung dengan staf hotel.

 

Teknologi VR dan AR juga sudah diterapkan Lintasarta dalam aplikasi SKOTA Wisata by Lintasarta. Dengan teknologi ini, pelaku bisnis pariwisata dapat menyediakan fitur tur virtual sehingga memungkinkan pelanggan mendapat pratinjau dengan tampilan yang menarik. Dukungan teknologi AR sendiri dapat menjadi alternatif kebutuhan tour guide, sehingga pelaku bisnis pariwisata dapat menjalankan protokol kesehatan dengan optimal.

 

Dampak pandemi Covid-19 memang menjadi tantangan di lintas industri. Kendati demikian, Lintasarta berkomitmen untuk membantu pemerintah mengembangkan bisnis berbagai perusahaan di Indonesia di era New Normal. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, Lintasarta terus mengembangkan inovasi untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk di era New Normal di Indonesia.

 

Sejumlah teknologi lainnya sudah dirancang oleh Lintasarta untuk membantu pemerintah memulihkan bisnis di tengah pandemi Covid-19. Anda dapat mendapatkan informasi selengkapnya dengan menghubungi kami atau ikuti acara webinar bersama Walikota Kupang Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, S.E., M.M., Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie, S.Sn., M.Si., Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Barat Setiaji, S.T., M.Si., Guru Besar ITB Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M. Eng., dan Direktur Bisnis Lintasarta Alfi Asman. Anda juga dapat bergabung dalam webinar yang akan diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2020 pukul 14.00 WIB melalui tautan berikut ini.