free page hit counter

Customer centric sebagai salah satu kunci transformasi bank digital

Transformasi bank digital di era New Normal

Transformasi digital bukan lagi hal baru di dunia perbankan. Pada tahun 2020 pun strategi digital semakin digencarkan oleh industri perbankan dalam berbagai tingkat. Pandemi Covid-19 yang juga melanda Indonesia tidak menjadi halangan bagi bank untuk menerapkan digitalisasi. Bahkan sebaliknya, pandemi telah mengakselerasi pengimplementasian bank digital.

 

Tak lagi dipungkiri, selama pandemi, solusi berbasis digital memang menjadi andalan di lintas industri. Selain lebih efisien, solusi berbasis teknologi juga dapat memudahkan keberlangsungan proses bisnis serta memenuhi kebutuhan konsumen kalangan muda yang mendorong layanan digital disertai lapisan keamanan digital. Oleh karena itu, transformasi digital di industri perbankan harus ditindak lanjuti.

 

Transformasi perbankan digital di era New Normal

 

Industri retail dan bisnis lainnya dituntut menutup lokasi fisik atau membatasi jam operasional. Kondisi ini lantas mendorong penggunaan pembayaran elektronik seperti perbankan digital dan cashless, terlebih karena pembatasan kontak fisik.

 

Aktivitas ini pada saatnya akan membentuk kebiasaan baru atau New Normal. “Kebiasaan baru ini perlu dipahami pelaku bisnis perbankan. Nasabah akan lebih terbiasa dengan transaksi digital dan memerlukan teknologi yang mengimbangi kebutuhan tersebut,” kata Ongki Wanadjati Dana, Presiden Direktur Bank BTPN pada kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Lintasarta (9/9).

 

Nasabah mungkin tidak berkunjung ke kantor bank cabang untuk melakukan transaksi meskipun operasional kantor dibuka. Dengan demikian, industri perbankan perlu bertransformasi digital untuk menyesuaikan kondisi saat ini. Transformasi digital bagi industri perbankan perlu dilakukan baik dari sisi People, Process, maupun dari sisi teknologinya agar digitalisasi dapat dijalankan dengan optimal.

 

People

 

Transformasi digital di lintas industri termasuk industri keuangan tidak hanya diterapkan pada sistem yang dijalankan perusahaan. Orang yang terlibat di dalam proses bisnis perusahaan pun perlu bertransformasi. “Kaitannya dengan transformasi digital, dibutuhkan karyawan yang agile dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat serta memiliki pemahaman yang baik untuk digitalisasi bisnis bank,” kata Ongki.

 

Proses transformasi ini dapat dilakukan dengan training karyawan atau enablement untuk dapat menggunakan sejumlah solusi digital yang digunakan selama masa pandemi dan seterusnya. Tidak hanya seperti penggunaan solusi video conference, VPN maupun Cloud, tetapi juga coding dan ketangkasan dalam berinovasi di area bank digital.

 

Proses bisnis

 

Mengingat kondisi pandemi mengubah banyak hal, industri perbankan pun perlu menyesuaikan perubahan tersebut. Perubahan ini perlu dilakukan pada pola berpikir, proses bisnis di internal perusahaan hingga perubahan layanan untuk nasabah (customer experience).

 

Saat pandemi maupun New Normal di Indonesia, mayoritas bank mengurangi jam buka – tutup kantor cabang demi melindungi karyawan maupun pelanggan dari penyebaran virus. Sementara itu sebagian staf perbankan didorong untuk bekerja dari rumah secara remote. Bagi bank yang menggunakan solusi Cloud, aktivitas ini akan dapat dilakukan dengan mudah sehingga proses bisnis dapat tetap berjalan meski kantor cabang tutup.

 

“Cloud akan sangat memberikan solusi yang lengkap dan efisien dalam proses bisnis bank digital,” kata Ongki. Cloud mampu menyimpan data dalam jumlah besar dan akan memberikan informasi dengan cepat ketika dibutuhkan. Hal ini selaras dengan kebutuhan  bank digital yang akan sangat agile atau berubah dengan cepat.

 

Solusi Cloud juga disediakan oleh Lintasarta sehingga dapat membantu perusahaan menjalankan bisnis di tengah New Normal. Lintasarta menyediakan solusi layanan teknologi Cloud yang sesuai untuk inovasi terkini bank digital. Dengan layanan Cloud Lintasarta, perusahaan tidak lagi perlu membangun dan mengoperasikan infrastruktur IT sendiri, dan dapat menyederhanakan operasional IT.

 

Teknologi

 

Di tengah pandemi, transformasi digital untuk industri perbankan tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang andal. Perubahan perilaku pelanggan serta ekosistem lainnya yang turut berubah, mendorong perbankan digital untuk mengikuti tren terkini. Misalnya, ketika nasabah tidak dapat melakukan kujungan ke kantor cabang untuk membuka rekening ataupun melakukan transaksi. Solusi dalam kondisi ini dapat diatasi dengan menghadirkan layanan pembukaan rekening di mana pun dan kapan pun.

 

Salah satu solusi yang dapat diterapkan industri perbankan untuk melayani nasabah maupun calon nasabah di tengah kondisi pandemi adalah penggunaan Electronic Know Your Customer (E-KYC). Solusi E-KYC akan memudahkan nasabah dalam menjangkau layanan perbankan dari jarak jauh. Solusi ini juga menguntungkan industri perbankan karena tetap dapat menjangkau nasabah sembari mengedepankan protokol kesehatan.

 

“Kita tidak lagi menawarkan apa yang Bank ingin kerjakan melainkan apa yang nasabah benar-benar butuhkan. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaan transformasi digital, kita perlu memikirkan apa yang dibutukan nasabah atau customer centric,” kata Ongki.

 

Untuk mewujudkan solusi tersebut, Lintasarta menyediakan layanan Lintasarta E-KYC. Solusi Lintasarta E-KYC merupakan solusi yang membantu proses verifikasi identitas dan informasi pelanggan dilakukan secara digital melalui sistem yang terintegrasi. Lintasarta E-KYC akan membantu mempermudah proses verifikasi pelanggan yang biasanya dilakukan secara manual.

 

Solusi Lintasarta ini juga membantu perusahaan perbankan menurunkan biaya operasional serta meningkatkan pendapatan dari akuisisi pelanggan yang lebih berkualitas. Lintasarta E-KYC dilengkapi sejumlah fitur mulai dari Liveness Detection yang memverifikasi bahwa calon nasabah benar-benar orang, Face Recognition, hingga Electronic Signature.

 

Solusi berbasis teknologi lainnya yang dapat mendukung bank digital bertransformasi adalah pengembangan kartu kredit. Untuk kebutuhan ini, Lintasarta menyediakan layanan Lintasarta Third Party Card Management (TPCM). Lintasarta TPCM adalah solusi lengkap untuk pengembangan bisnis proses produk kartu kredit dengan cakupan layanan aktivasi, transaksi, pembuatan tagihan, hingga pengawasan dari fraud.

 

“Electronic Know Your Customer dan Third Party Card Management milik Lintasarta telah tersertifikasi PCI DSS, yang mana membuat solusi-solusi tersebut aman untuk menyimpan seluruh jenis data dan informasi,” kata Arya Damar, Presiden Direktur Lintasarta.

 

Anda dapat menghubungi kami jika tertarik menggunakan solusi Lintasarta Digital KYC Platform, Lintasarta Cloud Service maupun Lintasarta TPCM.