Perbedaan Telemedicine dan Telehealth

Istilah Telemedicine mungkin tak lagi asing di tengah masyarakat. Sebab, layanan Telemedicine yang disediakan oleh perusahaan berbasis aplikasi maupun oleh rumah sakit dapat dibilang naik daun selama pandemi. Selain Telemedicine, istilah lain yang perlu Anda ketahui yaitu Telehealth.

 

Meski terdengar identik, baik Telemedicine maupun Telehealth memiliki perbedaan. Masing-masing istilah ini mengacu kepada cara yang berbeda dalam memberikan perawatan kesehatan melalui teknologi yang ada. Selengkapnya, berikut ulasan perbedaan Telemedicine dan Telehealth.

 

Apa itu Telemedicine?


 

Telemedicine akan lebih mudah dipahami dibanding Telehealth. Sebab, Telemedicine adalah layanan yang terbatas pada pemberian perawatan klinis sebagaimana konsultasi langsung dengan dokter. Layanan Telemedicine menawarkan praktik kedokteran menggunakan teknologi telekomunikasi untuk memberikan perawatan dari jarak jauh. Perbedaannya dengan layanan konvensional adalah bahwa pasien dan dokter berada di ruang yang berbeda dan terhubung berkat teknologi telekomunikasi.

 

Beberapa contoh praktik Telemedicine adalah:



    • Video conference jarak jauh untuk mendukung diagnosis, pengobatan dan pencegahan penyakit

    • Transmisi foto kondisi kesehatan atau luka pasien ke dokter

    • Kunjungan tindak lanjut pasca operasi melalui pesan teks, telepon atau video conference

    • Monitoring jarak jauh kondisi pasien setelah terapi atau operasi

    • Transmisi suara jantung atau tekanan darah pasca operasi, dan lainnya




 

Baca juga: Apa perbedaan layanan Telemedicine rumah sakit dan startup kesehatan?


 

Apa itu Telehealth?


 

Telehealth adalah penggunaan informasi elektronik dan teknologi telekomunikasi untuk penanganan kesehatan pasien oleh tenaga medis maupun dokter. Informasi elektronik tersebut dapat mencakup gambar digital, video, atau file teks yang disimpan di komputer. Sementara teknologi telekomunikasi yang dapat terlibat dalam praktik Telehealth adalah termasuk smartphone, perangkat wearable, internet, video conference,media streaming, hingga telepon maupun komunikasi nirkabel.

 

Layanan Telehealth dijalankan oleh kedua belah pihak yang terlibat dalam interaksi, bisa antara dokter-pasien dan keluarganya, antara beberapa dokter atau bahkan antara dua petugas medis. Beberapa contoh praktik Telehealth adalah:

 

  • Video conference – Interaksi dua arah secara real-time ini mendukung layanan perawatan kesehatan. Sebab, semua peserta dapat berinteraksi satu sama lain. Metode ini juga dianggap sinkron. Dalam praktik Telehealth contohnya seperti saat 30 dokter di 30 lokasi menghadiri sesi pelatihan jarak jauh yang disiarkan dari pusat akademi medis.

  • Store & Forward – Praktik ini mencakup transmisi gambar, video, atau teks digital yang direkam dan disimpan sebelum dikirim. Contohnya seorang pasien mengambil gambar gigi yang dakit kepada dokter.

  • Remote Patient Monitoring (RPM) – Transmisi data kesehatan atau medis seperti tekanan darah, tingkat glukosa dan oksigen dalam darah. Beberapa alat ukur yang dapat digunakan seperti stetoskop digital, ophthalmoscopes, otoscopes, kamera smartphone atau perangkat wearable seperti gelang pintar maupun smartwatch.

  • Mobile Health – Dikenal juga sebagai mHealth, praktik ini menggunakan perangkat mobile seperti tablet atau smartphone untuk mengirimkan informasi kesehatan. Contohnya instruksi pra operasi yang dikirim ke pasien untuk mempersiapkan prosedur pembedahan.


 

Baca juga: Mengamankan Telemedicine: Risiko sekarang dan masa mendatang


 

Perbedaan antara Telemedicine dan Telehealth


 

Sebagian orang menganggap Telemedicine sebagai bagian dari Telehealth. Namun dapat disimpulkan, perbedaan Telemedicine dan Telehealth adalah di mana layanan Telehealth mengacu pada kumpulan pengetahuan, administrasi hingga aktivitas perawatan non-klinis yang lebih luas.

 

Telehealth berbeda dari Telemedicine karena mengacu pada cakupan layanan kesehatan jarak jauh yang lebih luas daripada Telemedicine. Secara khusus, Telemedicine mengacu pada layanan klinis jarak jauh. Sementara itu Telehealth dapat merujuk pada layanan non-klinis jarak jauh, khususnya untuk praktik selain layanan klinis. Misalnya seperti pelatihan, pertemuan administratif dan pendidikan kedokteran berkelanjutan.

 

Telemedicine milik Lintasarta


 

Lintasarta turut membantu industri kesehatan di Indonesia dalam mengembangkan layanan Telemedicine. Melalui layanan Lintasarta Telemedicine, Lintasarta dapat membantu rumah sakit menyediakaan layanan seperti Tele-Konsultasi yang memungkinkan pasien melakukan konsultasi jarak jauh dengan dokter dan kedepannya dapat melayani Tele-USG, Tele-EKG hingga Tele-Radiologi.

 

Lintasarta Telemedicine juga didukung dengan platform yang dapat diintegrasikan dengan ragam layanan pembayaran melalui bank atau e-wallet, SIMRS, asuransi, layanan pengiriman, hingga klinik dan TEMENIN yang merupakan layanan Telemedicine Kemenkes. Dengan demikian, rumah sakit, klinik maupun pasien tetap dapat menyediakan dan menikmati layanan kesehatan secara remote dengan nyaman serta aman.

 

Baca juga: Kapan Rumah Sakit Perlu Solusi Telemedicine Terpadu?


 

Solusi Lintasarta Telemedicine dirancang untuk dapat berjalan di berbagai perangkat seperti smartphone, laptop, PC hingga tablet sehingga dapat menjangkau dan digunakan semua pengguna. Keamanan data pasien akan dijamin karena data dihimpun dalam lingkup Cloud rumah sakit.

 

Anda dapat menghubungi kami jika Anda tertarik menggunakan layanan Lintasarta Telemedicine atau ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait keunggulan lainnya dari Lintasarta Telemedicine.