penulislintasarta

February 20, 2018

Tier 3 Data Center: Apa itu dan kenapa Anda membutuhkannya?

Ketika akan menggunakan layanan pusat data, Anda tidak bisa langsung menjatuhkan pilihan pada sebuah vendor. Namun, terdapat beberapa pertimbangan yang harus perhatikan. Pemakaian pusat data atau Data Center mencakup jangka waktu yang lama sehingga jangan sampai salah pilih karena. Jika salah pilih, maka Anda tidak akan mendapatkan sesuai apa yang Anda inginkan untuk perusahaan Anda.



Selain pertimbangan perusahaan dalam memilih layanan Data Center, Anda juga harus memperhatikan kualitas layanan itu sendiri. Untuk mengetahui sebaik mana kualitas layanan Data Center, Anda harus mengenal sertifikasi Data Center. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh organisasi bernama Uptime Institute asal Amerika Serikat. Uptime Institute memberikan penilaian suat pusat data dengan mengklasifikasikannya menjadi empat tingkatan yang dikenal dengan Tier.



Bagi Anda yang ingin memilih layanan Data Center, pilihlah yang sudah memiliki sertifikasi dengan minimal Tier 3. Jika Anda belum paham apa itu Tier 3 dalam sertifikasi Data Center, berikut penjelasannya.



Diperuntukkan bagi perusahaan besar



Pengguna Data Center dengan sertifikasi Tier 3 pada umumnya merupakan perusahaan berskala besar. Perusahaan ini bertindak sebagai pihak ketiga dalam penyediaan layanan Data Center bagi perusahaan lainnya, karena untuk sertifikasi Tier 1 dan Tier 2 dianggap kurang mumpuni dalam memenuhi kebutuhan sebagai penyedia layanan. Sehingga, jika Anda akan memakai suatu layanan, pastikan tidak mengambil risiko untuk memilih vendor dengan sertifikasi Tier 1 dan Tier 2.



Waktu downtime cukup singkat



Waktu downtime sangat berpengaruh bagi perusahaan, apalagi perusahaan besar. Satu detik saja bisa menimbulkan kerugian yang cukup besar. Oleh sebab itu, waktu downtime harus menjadi pertimbangan saat akan memilih layanan Data Center. Penyedia jasa Data Center yang sudah memiliki sertifikasi Tier 3 bisa Anda andalkan karena Data Center mereka hanya memiliki waktu downtime kurang dari 2 jam dalam setahun, atau lebih tepatnya hanya 1,6 jam.



Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding downtime yang dimiliki oleh Tier 1 maupun Tier 2 yang bisa mencapai 22 hingga hampir 29 jam lamanya. Bisa Anda bayangkan semakin lama waktu downtime yang diperlukan, maka akan semakin banyak kerugian yang harus Anda tanggung, bukan? Selalu ingat kata pepatah, waktu adalah uang.



Tier 3 sudah memiliki sistem redundant yang bisa diandalkan



Meskipun Tier 2 juga sudah memiliki sistem redundant, namun sistem ini pada Data Center dengan sertifikasi Tier 3 jauh lebih baik. Sistem redundant yang dimiliki Data Center Tier 2 hanya sebagian, maka Tier 3 sistem redundant-nya lebih kompleks. Sistem redundant pada Tier 3 memungkinkan untuk menonaktifkan sistem termasuk mekanik dan elektrik, secara sementara waktu untuk tujuan maintenance. Jadi, Tier 3 ini dapat dibilang infrastrukturnya sudah dijaga secara baik.



Ketersediaan yang tinggi



Data Center pada Tier 3 memiliki ketersediaan Service Level Agreement (SLA) yang cukup tinggi, yakni 99,982%. Jumlah ini memiliki selisih yang cukup jauh dibandingkan dengan Tier 1 maupun Tier 2 yang masing-masing hanya 99,67% dan 99,75%. Namun jika dibandingkan dengan Tier 4, ketersediaan Tier 3 tidak begitu berpaut jauh, dengan SLA di angka 99.995%.



Sebelum memutuskan layanan Data Center mana yang akan Anda pilih, pastikan dulu apakah layanan tersebut sudah memiliki sertifikasi minimal Tier 3. Jadi, sudah siap memilih vendor mana untuk mempercayakan Data Center Anda?



Lintasarta menyediakan layanan Colocation yang dapat memenuhi kebutuhan ekspansi bisnis perusahaan Anda. Data Center milik Lintasarta sudah memenuhi standar Uptime Institute (Tier III), tersertifikasi ISO dan PCI DSS. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang keunggulan dan manfaat layanan Colocation Data Center Lintasarta untuk perusahaan Anda, silakan hubungi kami.