penulislintasarta

December 03, 2017

Tips Memilih Penyedia Disaster Recovery Center (DRC)

Sebagai pemegang tanggung jawab pada perusahaan, Anda tentu harus memastikan keberlangsungan bisnis, salah satunya dengan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana, baik itu bencana yang disebabkan oleh faktor internal seperti serangan virus pada jaringan komputer kantor maupun faktor eksternal seperti bencana alam.



Di sinilah Disaster Recovery Center (DRC) dapat membantu Anda untuk melakukan persiapan tersebut. Pada dasarnya, DRC akan menduplikat dan “menyelamatkan” seluruh data dari data center utama Anda. Di Indonesia sendiri, ada pihak-pihak yang menyediakan layanan DRC ini. Agar tak salah memilih penyedia layanan DRC, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan.



Penggunaan Teknologi



Hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat memilih penyedia DRC adalah teknologi yang digunakan. Idealnya, semakin canggih dan terbaru teknologinya, maka semakin luas pula jenis kebutuhan DRC yang bisa dipenuhi oleh pihak penyedia. Tanyakan apa yang akan dilakukan penyedia apabila data Anda hilang atau tidak dapat diakses.



Baca juga: Pentingnya Disaster Recovery untuk Keberlangsungan Bisnis Anda



Pastikan pula bahwa penyedia menggunakan infrastruktur yang hanya didedikasikan untuk Anda. Ada beberapa penyedia DRC yang menyimpan data beberapa perusahaan sekaligus dalam satu server. Hal ini tentu meningkatkan risiko keamanan.



Kabar baiknya, kebanyakan penyedia DRC biasanya menawarkan   layanan uji coba (testing) dan pengembangan (development). Jadi Anda bisa coba menduplikasi beberapa data pada DRC selama beberapa bulan. Dalam jangka waktu ini, lakukan pengawasan ketat untuk memastikan bahwa penyedia memang mampu memenuhi kebutuhan DRC Anda. Jika semua berjalan baik, Anda bisa melanjutkan layanan hingga bulan-bulan berikutnya.



Kapasitas dan Skalabilitas



Penyedia DRC yang baik idealnya memungkinkan Anda untuk melakukan scaling. Contohnya adalah saat ini, bisnis Anda mungkin masih berskala kecil, data yang Anda miliki belum terlalu banyak sehingga kapasitas DRC yang Anda butuhkan pun tidak besar. Namun, kemungkinan besar bisnis Anda akan berkembang seiring berjalannya waktu. Data akan semakin banyak, memengaruhi kebutuhan jumlah kapasitas.



Baca juga: Apa perbedaan RPO dan RTO?



Nah, Anda harus memastikan bahwa provider DRC bisa meningkatkan kapasitas secara mudah (flexibility). Dengan begini, Anda bisa hemat biaya karena hanya mengeluarkan uang yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.



Jarak dari Data Center Utama



Tanyakan pada calon penyedia DRC Anda, seberapa jauh jarak antara DRC dan Data Center utama? Hal ini penting karena dapat memengaruhi keamanan perangkat. Sebaiknya pilihlah lokasi DRC yang berjarak 35 km sampai 100 km agar latensi jaringan (network latency) tidak terlalu tinggi. Dengan begitu, proses backup dan restore data bisa dilakukan tanpa ada kejadian hilang data atau zero data loss



Selain itu, pastikan pula calon penyedia tidak meletakkan DRC di zona seismik, yakni kawasan yang memiliki aktivitas seismik cukup tinggi, sehingga lebih rentan mengalami gempa bumi. Kegiatan seismik dapat menyebabkan gangguan jaringan hingga kerusakan perangkat.



Akses Menuju Disaster Recovery Center



Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Bayangkan apabila pihak penyedia membangun DRC di zona seismik dan suatu hari terjadi bencana gempa bumi di wilayah tersebut. Anda tentu tidak dapat mengakses DRC. Padahal, dalam keadaan genting, justru segala sesuatunya harus bergerak lebih cepat. Jika DRC susah untuk diakses, bagaimana nasib operasional perusahaan Anda saat terjadi bencana?





Karenanya, pertimbangkan pula faktor aksesibilitas saat memilih provider DRC yang tepat. Akses yang mudah tak hanya memudahkan Anda untuk mengakses DRC tanpa kendala berarti, tetapi juga memungkinkan untuk digunakan sebagai kantor sementara apabila memang dibutuhkan.



Baca juga: Dukungan Implementasi Regulasi Penempatan Data Center dan DRC di Indonesia



Selain keempat hal di atas, jangan lupa pula untuk terus aktif mencari referensi dari rekan-rekan Anda yang sudah lebih dulu menggunakan penyedia DRC tertentu. Salah satu penyedia DRC di Indonesia adalah Lintasarta. Apabila Anda memerlukan fasilitas DRC yang aman, fasilitas yang ditawarkan Lintasarta Jatiluhur bisa menjadi pilihan.



Fasilitas DRC tersebut terletak di daerah yang aman dari gempa bumi karena berada di daerah tinggi (124 meter di atas permukaan laut, yang juga terbebas dari banjir). Selain itu, DRC Jatiluhur dibangun dengan tujuan sebagai Disaster Recovery dengan menyediakan work area serta fasilitas parkir yang luas, dan dapat digunakan jika terjadi bencana.



DRC milik Lintasarta terhubung dengan konektivitas data andal yang mendukung neutral carrier, serta pasokan daya listrik yang stabil dari dua sumber listrik yang berbeda yaitu PLTA Jatiluhur dan PLN. Fasilitas tersebut juga mudah terjangkau dari ibu kota Jakarta. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi Lintasarta Disaster Recovery Center untuk keberlangsungan bisnis Anda, silakan hubungi kami.