lintasarta

November 04, 2022

4 Penggerak Adopsi SD-WAN Pasca-Pandemi

SD-WAN telah menjadi teknologi pilihan banyak perusahaan yang ingin meningkatkan kapabilitas jaringan WAN maupun ingin membangun jaringan baru. Hal tersebut disebabkan munculnya sejumlah faktor penggerak adopsi SD-WAN.



SD-WAN merupakan arsitektur WAN yang memungkinkan pengelolaan jaringan WAN lewat perangkat lunak terpusat yang mudah dikonfigurasi. Penerapan SD-WAN memungkinkan peningkatan kapasitas bandwidth dengan harga terjangkau, tetapi juga mengoptimalkan konektivitas jaringan WAN.



Secara umum, SD-WAN memiliki berbagai keunggulan dibandingkan WAN tradisional. Solusi SD-WAN memungkinkan pemantauan jaringan untuk mengoptimasi performa berdasarkan aplikasi. Misalnya, jaringan SD-WAN dapat memberikan prioritas lebih tinggi untuk aplikasi bisnis yang lebih penting. Sementara itu, aplikasi hiburan dan media sosial yang dapat diberikan prioritas lebih rendah. SD-WAN juga lebih sesuai untuk penggunaan aplikasi Cloud, dan punya kelebihan dari segi keamanan.



Sebelumnya, pada IDC sempat meramalkan bahwa pasar SD-WAN akan terus tumbuh pada 2023. Seiring dengan surutnya pandemi, permintaan akan pemasangan SD-WAN di jaringan perusahaan akan tetap meningkat. Frost & Sullivan menyebutkan beberapa dorongan strategis, yaitu tren bekerja jarak jauh (remote working) maupun hybrid working, Cloud Computing, keamanan siber, teknologi 5G & IoT.



Baca juga: SD-WAN dan Cloud Computing: Kombinasi Ampuh Dua Teknologi



Tren penggerak adopsi SD-WAN pasca-pandemi



Work from Anywhere



Bekerja jarak jauh ataupun bekerja dari mana saja (work from anywhere) dipastikan bukan menjadi tren sesaat, melainkan akan menjadi opsi cara kerja permanen. Perusahaan juga harus menyesuaikan infrastruktur jaringannya untuk beradaptasi dengan para karyawan yang bekerja dari rumah.



Masalah yang dihadapi karyawan pada dasarnya ada dua. Pertama, performa aplikasi bisnis. Berbeda dengan saat di kantor, karyawan yang bekerja dari rumah juga harus memperebutkan bandwidth dengan penghuni lain (pasangan dan anak-anak).



Masalah kedua adalah keamanan. Karyawan perlu mengakses sumber daya perusahaan yang mungkin sensitif. Sebelum pandemi, ini biasanya berarti penggunaan solusi VPN (Virtual Private Network). Namun dengan meningkatnya penggunaan aplikasi Cloud, serta semakin banyaknya karyawan yang bekerja dari rumah, penggunaan solusi SD-WAN bisa jadi lebih ekonomis.



SD-WAN dapat menjadi solusi untuk perusahaan yang perlu mendukung karyawan bekerja dari jarak jauh. Dengan SD-WAN, masalah performa aplikasi dan keamanan bisa diatasi. Di sisi lain, biaya pemasangan dan operasi perangkat yang diperlukan untuk SD-WAN di rumah mungkin terlalu mahal. SD-WAN bisa jadi layak untuk beberapa kasus, misalnya untuk mendukung eksekutif dan karyawan tertentu yang vital buat perusahaan.



Baca juga: Penghematan Biaya Bukan yang Terpenting: Tiga Pertimbangan Lain untuk Migrasi ke SD-WAN



Cloud Computing



Cloud Computing telah membantu banyak perusahaan bertahan di masa pandemi. Pasca-pandemi, tren adopsi komputasi awan diperkirakan akan terus berlanjut. Gartner misalnya memperkirakan bahwa belanja Cloud sedunia pada akan mencapai US$ 599,840 miliar, meningkat 17% dibandingkan 2022.



Pada gilirannya, adopsi Cloud juga akan mendorong penggunaan SD-WAN, karena arsitektur WAN tradisional tidak efisien untuk penggunaan komputasi awan. Dengan meningkatnya tren Multicloud, yang diperkirakan akan semakin meningkat pada 2023, sumber daya komputasi perusahaan akan semakin tersebar di Cloud dan tidak lagi terpusat di infrastruktur Data Center on-premise.



Keamanan Siber



SD-WAN akan menjadi bagian dari tren baru dalam pengelolaan keamanan siber, yaitu SASE (Secure Access Service Edge). Secara tradisional, pengelola keamanan berasumsi bahwa pengguna, perangkat, dan aplikasi semuanya berada di dalam jaringan perusahaan. Padahal perusahaan cenderung semakin mengadopsi lebih banyak aplikasi Cloud dan dengan tren WFA, semakin banyak pula pengguna dan karyawan yang berada di rumah atau di jalan.



SASE menggabungkan fungsi jaringan dan keamanan dalam satu kerangka kerja, dan dikelola dari Cloud. Dengan SASE, pengelolaan keamanan diharapkan dapat lebih efisien dan lebih cocok dengan cara penggunaan jaringan saat ini.



SD-WAN merupakan bagian komponen jaringan dari solusi SASE, bersama komponen keamanan (Secure Web Gateway, Cloud Access Security Broker, Firewall as a Service, dan Zero Trust Network Access).



5G dan IoT



Teknologi jaringan seluler generasi kelima (5G) merupakan penggerak lain yang diperkirakan akan semakin mendorong adopsi SD-WAN pasca-pandemi. Jaringan 5G mampu mentransmisikan data dengan kecepatan yang bersaing dengan kabel (fiber), dengan laju sampai 20 Gbps.



Teknologi 5G memberikan opsi konektivitas tambahan untuk jaringan WAN perusahaan, baik untuk kantor cabang maupun untuk karyawan yang bekerja dari jarak jauh. Namun, dampak yang tidak kalah terasa adalah pada teknologi Internet of Things (IoT). Berbagai organisasi dapat memasang lebih banyak perangkat IoT dengan memanfaatkan konektivitas berkecepatan tinggi yang disediakan oleh jaringan 5G.



Survei global yang diselenggarakan oleh Vodafone dan Savanta pada 2020 menunjukkan bahwa 95% responden (1.639 bisnis di seluruh dunia) mendapatkan return of investment (RoI) positif.



Baca juga: Memecahkan Masalah Hybrid Cloud dengan SD-WAN



Lintasarta Managed SD-WAN



Perusahaan yang mengadopsi teknologi SD-WAN dapat memilih untuk membangun sendiri, atau menyerahkannya ke penyedia jasa Managed SD-WAN (managed service). Ketika memanfaatkan managed service, perusahaan menyerahkan pemasangan, pemantauan dan pengelolaan kepada penyedia jasa.



Ketika memutuskan untuk mengadopsi teknologi SD-WAN, perusahaan bisa memilih untuk membangun sendiri atau memanfaatkan jasa managed service. Sudah semakin banyak perusahaan yang memilih model managed service untuk mendapatkan solusi SD-WAN.



Lintasarta menyediakan paket Managed Service SD-WAN untuk perusahaan yang membutuhkan. Lintasarta berpengalaman dalam bidang komunikasi data selama lebih dari 34 tahun, dan didukung oleh para profesional dan pakar IT tersertifikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Lintasarta Managed SD-WAN, silakan hubungi kami.