lintasarta

November 23, 2022

5 Tantangan SD-WAN dan Cara Mengatasinya

SD-WAN merupakan teknologi kaya fitur dengan kemampuan untuk menggabungkan jaringan, keamanan, pelaporan, dan manajemen ke dalam satu platform. Arsitektur SD-WAN menciptakan overlay jaringan yang memungkinkan TI untuk mengonfigurasi, mengelola, memantau, dan mengamankan sebagian besar aspek WAN dari jarak jauh, termasuk perangkat edge dan arus lalu lintas.



Dengan melakukan abstraksi transport layer dari hardware menuju software, SD-WAN memfasilitasi prioritas lalu lintas, memungkinkan TI untuk menggunakan tautan publik dan pribadi yang lebih murah seperti broadband dan nirkabel bersama dengan koneksi Multiprotocol Label Switching (MPLS) yang lebih mahal. Otomatisasi, sentralisasi, dan fleksibilitas yang diberikan oleh SD-WAN menghasilkan lingkungan WAN yang lebih gesit untuk bisnis menengah hingga besar.



Sekilas terlihat seperti solusi teknologi serba bisa, akan tetapi calon penggunanya tetap harus mengetahui tantangan SD-WAN dan faktor risiko penyebarannya. Tim TI perusahaan Anda pun bisa jadi mengalami kebingungan terhadap berbagai opsi SD-WAN yang ada dan bagaimana membuat keputusan yang tepat dalam menganalisis kecocokan SD-WAN dengan lingkungan jaringan perusahaan.



Baca juga: Peran SD-WAN dalam membantu perusahaan membangun infrastruktur IoT



Artikel ini merangkumkan beberapa tantangan SD-WAN yang umum dihadapi oleh tim TI dalam mengevaluasi pemilihan teknologi SD-WAN bagi perusahaan.



5 Tantangan SD-WAN Beserta Solusinya



1. Pemilihan vendor



Tantangan SD-WAN pertama adalah pemilihan vendor. Dalam beberapa tahun terakhir, WAN telah berevolusi untuk mencakup teknologi, seperti Secure Access Service Edge (SASE), integrasi dengan penyedia Cloud utama, dan berbagai fitur untuk membantu kinerja dan keragaman aplikasi. Sementara terkait keamanan, Cloud, dan fitur baru memungkinkan pengguna untuk bekerja dengan aman dari manapun mereka berada, tim TI perlu menganalisis alur kerja pengguna mereka untuk memahami bagaimana posisi terbaik setiap vendor untuk memberikan layanannya.



Menanggapi tantangan ini, tim TI Anda dapat mendokumentasikan alur aplikasi bisnis yang ada saat ini dan bagaimana bisnis akan bekerja selama dekade berikutnya. Saat membuat laporan ini, tim harus memperhatikan bagaimana pengguna dapat lebih produktif dengan menggunakan fitur SD-WAN.



2. Penyediaan layanan dasar



Adanya pergeseran dari teknologi WAN pribadi, seperti MPLS, ke Internet sebagai opsi konektivitas default untuk SD-WAN tak terhindarkan. Hampir semua bisnis kini mengadopsi strategi yang mengutamakan public cloud pada SaaS, IaaS, dan PaaS. Terkait tantangan SD-WAN berkisar pada penyedia layanan dasar mana yang paling cocok untuk lokasi perusahaan dan apakah akan menggunakan backbone IP tunggal atau strategi multi-ISP.



Baca juga: Public Cloud atau Private Cloud? Panduan memilih Layanan Cloud Terbaik untuk Perusahaan Anda



Backbone IP tunggal sering digunakan untuk perusahaan global besar karena lalu lintas tetap berada dalam satu sistem otonom, menciptakan latensi dan jitter yang lebih dapat diprediksi di seluruh kinerja aplikasi. Sebaliknya, jaringan nasional tidak terlalu mementingkan delay pada round-trip sehingga mereka dapat mempertimbangkan strategi multi-ISP berdasarkan kode pos individu.



Namun, tim TI perusahaan Anda harus mempertimbangkan lebih dari sekadar kinerja jaringan. Pusat operasi jaringan MPLS tradisional dikenal dengan fokus dan kemampuan pemecahan masalah mereka, menyediakan manajemen end-to-end dari edge dan sirkuit WAN. Umumnya, ISP tidak fokus, yang berarti tanggung jawab ada pada vendor untuk memecahkan masalah dan mengelola masalah konektivitas.



3. Konektivitas Cloud



Di hampir semua proyek pemilihan vendor SD-WAN, tim TI memerlukan koneksi ke AWS, Microsoft Azure, Google Cloud Platform, atau Lintasarta Cloudeka. Vendor SD-WAN umumnya akan jatuh ke dalam tiga kategori berikut mengenai kemampuan mereka untuk mengakses layanan Cloud.




  1. Akses Cloud asli dibangun ke dalam arsitektur vendor dan menggunakan infrastruktur backbone Cloud untuk menghubungkan situs kantor cabang.

  2. Vendor mengirimkan peralatan SD-WAN mereka ke lingkungan Cloud dengan public gateway atau private backbone.

  3. Vendor menjadikan tanggung jawab pelanggan untuk menyebarkan peralatan di dalam pusat data Cloud lokalnya.



Opsi pertama biasanya dipilih oleh vendor SD-WAN yang mengadopsi Cloud sebagai backbone global mereka.



Opsi kedua memberikan beberapa fleksibilitas mengenai fitur go-to-market vendor, termasuk private backbone atau public gateway, yang mengarahkan lalu lintas lebih efisien dibandingkan dengan Internet.



Terakhir, opsi ketiga menyediakan akses ke vendor Cloud tetapi dalam arsitektur yang lebih ad hoc dan disederhanakan.



4. Pengurangan Biaya



Mengurangi biaya adalah salah satu keunggulan utama yang dimiliki SD-WAN. Namun pengurangan biaya seringkali tidak diukur dalam penghematan bottom-line dan memerlukan pertimbangan manfaat keseluruhan untuk bisnis. Misalnya, mengadopsi SD-WAN dengan SASE memungkinkan praktik kerja yang lebih efisien. Hal ini dikarenakan jika Anda memberdayakan pengguna untuk mengakses aplikasi secara efisien, efek keseluruhan pada bisnis bisa sangat besar.



Cara standar lain untuk mengurangi biaya adalah dengan mengadakan Internet underlay site-by-site lokal dari penyedia layanan berbiaya terendah.



Konsolidasi fitur juga menunjukkan penghematan biaya yang signifikan karena tim TI mempertimbangkan vendor yang menawarkan peralatan dengan SD-WAN, SASE, dan akses vendor Cloud yang dibangun ke dalam platform mereka. Dengan konsolidasi, SD-WAN lebih mudah untuk dikelola dan digunakan, yang secara positif akan memengaruhi tim TI Anda karena membutuhkan lebih sedikit sumber daya untuk mengelola sistem.



5. Manajemen



SD-WAN membantu menghilangkan batas antara SD-WAN yang dikerjakan sendiri, yang dikelola bersama, dan dikelola sepenuhnya oleh vendor. Perusahaan tidak harus memilih tingkat manajemen mereka dengan cara tradisional dan statis.



Baca juga: Panduan Memilih Penyedia SD-WAN yang Tepat untuk Perusahaan



Ketika penyedia tidak memiliki technology stack yang lengkap, penyedia harus membawa keahlian tambahan untuk memberikan sistem. Ini adalah cara tradisional untuk memberikan penawaran WAN: membangun kemampuan dengan menyatukan platform. Cara ini biasanya menghasilkan proses yang lambat karena sistem di antara setiap technology stack sering kali tidak bekerja sama dengan baik.



Vendor yang memiliki technology stack lengkap dapat membantu pelanggan mengelola WAN mereka tergantung pada persyaratan untuk situasi tertentu. Dengan tetap mengontrol teknologi, vendor memiliki posisi yang baik untuk menangani persyaratan apa pun di semua tingkat layanan terkelola. Jika tim TI ingin mengelola perubahan, interface manajemen SD-WAN memfasilitasi ini. Jika tim memerlukan sedikit bantuan, vendor dapat membantu karena memahami berbagai aspek dari penawaran yang diberikan.



Sedang mempertimbangkan untuk beralih ke teknologi SD-WAN? Layanan Lintasarta Managed Service SD-WAN akan membantu perusahaan Anda menyediakan infrastruktur jaringan, perangkat SD-WAN, tenaga ahli yang profesional, serta memonitor dan memelihara perangkat lain sebagai penunjang teknologi SD-WAN.



Teknologi SD-WAN yang ditawarkan Lintasarta memiliki keunggulan lebih, berkat fitur High Performance Network yang berfungsi mengatur alokasi trafik di setiap cabang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Lintasarta Managed Service SD-WAN pun didukung dengan fitur Unified Threat Management (UTM) yang mampu menjaga keamanan jaringan publik dari ancaman luar. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.