lintasarta

April 14, 2022

IoT, Teknologi Kunci dalam Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah

Kualitas air limbah sudah jadi kewajiban untuk semua industri yang banyak menggunakan air sebagai bahan baku. Air limbah yang umumnya mengandung bahan pencemar bisa membahayakan lingkungan sekitarnya dan karena itu harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan.



Hasil pengolahan air limbah ini harus dipantau dan dipastikan agar tidak melanggar baku mutu yang sudah ditentukan. Bila ternyata kualitas hasil olahan ini tidak memenuhi syarat, perusahaan harus secepatnya mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan limbah yang dibuang tidak merusak lingkungan sekitar.



Pada 2019 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan peraturan yang mewajibkan 12 jenis industri untuk memantau kualitas olahan air limbah dengan sistem SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan dalam Jaringan). Sistem yang didasarkan pada teknologi Internet of Things (IoT) ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian kualitas limbah secara real-time dan dengan biaya lebih hemat.



Baca Juga: SPARING Managed Service, Cara Mudah Memantau Kualitas Air Limbah



Sebelum penerapan SPARING, proses pemantauan kualitas air limbah selama ini dilakukan secara manual. Pemantauan dilakukan dengan pengambilan dan pengujian sampel secara berkala (biasanya dilakukan setiap hari).



Peran teknologi IoT dalam SPARING



Secara umum, IoT didefinisikan sebagai perangkat dengan sensor dan sistem pengolahan data yang tertanam, yang terhubung dengan jaringan data (Internet). Munculnya teknologi Internet of Things (IoT) telah merevolusikan berbagai bidang industri, termasuk menghadirkan sistem SPARING.



Dalam hal ini, perangkat yang terhubung ke jaringan Internet (lewat konektivitas data) adalah berbagai sensor yang melakukan pengukuran parameter dalam olahan limbah. Secara umum, konektivitas data yang digunakan IoT bisa beragam, baik sambungan kabel maupun nirkabel (wireless). Perangkat IoT sering menggunakan jaringan nirkabel karena lebih praktis, misalnya jaringan seluler, radio trunking, dan LoRaWAN.



Suatu perangkat IoT dalam SPARING terdiri dari beberapa bagian, di antaranya sensor, perangkat pendukung (pemasok sumber daya listrik, seperti panel surya, serta pengumpul data), serta sistem komunikasi untuk terhubung dengan Internet.



Baca Juga: Mengenal Apa Itu SPARING dan Keuntungannya untuk Industri



Ada 5 jenis sensor yang bisa digunakan dalam SPARING: sensor pH (derajat keasaman), TSS (total suspended solids), COD (chemical oxygen demand), NH3-N (ammonia-nitrogen), dan debit. Pemilihan sensor yang digunakan ini disesuaikan dengan regulasi. Sebagai contoh, sistem SPARING pada kawasan industri akan menggunakan semua jenis sensor yang disebut sebelumnya. Namun, SPARING di pertambangan nikel hanya akan menggunakan 3 jenis sensor saja, yaitu sensor pH, TSS, dan debit air.



Perangkat IoT ini secara terus-menerus mengukur parameter yang sudah ditetapkan, untuk memantau kualitas hasil olahan air limbah. Pengguna SPARING tidak lagi perlu melakukan pengambilan sampel dan pengujian di laboratorium, karena proses pengukuran sudah dilakukan secara otomatis.



Karena terhubung dengan Internet, perangkat IoT dapat langsung mengirimkan data hasil pengukuran ke pusat data (Data Center) pemerintah dan perusahaan. Perusahaan dapat lebih cepat mengambil tindakan bila baku mutu air limbah menunjukkan adanya masalah.



Solusi SPARING dari Lintasarta



Sesuai Peraturan Menteri LHK No 80 tahun 2019, sektor industri rayon, pulp/kertas, petrokimia hulu, oleokimia dasar, minyak sawit, pengolahan minyak bumi, eksplorasi dan produksi migas, pertambangan emas dan tembaga, pertambangan batu bara, industri tekstil, dan kawasan industri, wajib menggunakan SPARING untuk pemantauan kualitas olahan air limbah. Perusahaan dari sektor industri seperti ini dapat menggunakan layanan pihak ketiga, seperti yang ditawarkan Lintasarta.



Baca Juga: Inilah Keuntungan Layanan Pemantauan Kualitas Air Limbah (SPARING)



Lintasarta menyediakan solusi SPARING sebagai layanan dengan skema sewa (Managed Service). Perusahaan cukup membayar sewa penggunaan secara berkala tanpa biaya lain (hidden cost) dan sudah dapat memikmati layanan SPARING dari Lintasarta.



Berkat teknologi IoT, pengguna sistem SPARING dari Lintasarta dapat menerima peringatan (alert) bila terjadi perubahan keadaan air limbah yang melampaui standar. Dari data yang dihasilkan oleh perangkat IoT, perusahaan juga dapat melihat tinjauan umum (overview) hasil pengukuran air limbah pada selang waktu tertentu, mendapatkan laporan yang diciptakan secara otomatis, dan bisa mengambil keputusan secara real-time.



Untuk mengetahui lebih lanjut tentang layanan SPARING dari Lintasarta, silakan hubungi kami.