lintasarta

October 25, 2022

Tren e-Tourism yang Bertahan Setelah Pandemi

Industri perjalanan dan pariwisata dapat berkembang pesat karena peran dari teknologi informasi. E-Tourism secara mendasar memerlukan integrasi teknologi informasi sebagai strateg pemasarani digital yang dapat meningkatkan kedatangan wisatawan, karena kemudahan yang ditawarkan.                                 



Itu sebabnya, penting bagi hotel, maskapai penerbangan, restoran, pemerintah, dan perusahaan lainnya di industri pariwisata untuk mengikuti tren teknologi terbaru dalam industri perjalanan. Hal ini juga menjadi sangat penting khususnya di era setelah pandemi, yang telah mengubah perspektif dan ekspektasi wisatawan.



Baca juga: 4 Pilar Utama yang Membentuk Smart City



Teknologi e-Tourism melibatkan penerapan TI, e-commerce, dan solusi teknologi dalam bidang pariwisata, perjalanan, dan perhotelan dengan tujuan mengotomatisasi perjalanan dan proses terkait, menghemat waktu, mengurangi biaya, serta menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih mulus bagi wisatawan.



Mengapa e-Tourism Penting bagi Bisnis Pariwisata?



Teknologi e-Tourism dapat membantu bisnis untuk merampingkan, bahkan mengotomatisasi proses yang secara tradisional membutuhkan keterlibatan aktif manusia. Teknologi ini kemudian berpotensi membantu bisnis untuk mengurangi kebutuhan staf, memotong biaya, dan meningkatkan jumlah pendapatan yang dihasilkan serta mengarah ke perbaikan rata-rata pendapatan.



Selain itu, teknologi tersebut dapat membantu bisnis melalui peningkatan akurasi dan kenyamanan, sekaligus membantu mengurangi atau meniadakan faktor human error. Itu karenanya, bisnis pariwisata perlu untuk selalu mengikuti tren teknologi pariwisata terbaru, sehingga dapat mengadaptasi solusi terbaik darinya.



Baca juga: Bisakah Pengaplikasian Smart City Membuat Kota Tetap Aman dan Modern dari Sisi Teknologi?



Apalagi ketika tren baru bermunculan dan teknologi e-Tourism baru tersebut menjadi mapan, wisatawan secara tidak langsung akan mulai mengharapkan tingkat pengalaman tertentu dan menginginkan kenyamanan yang diberikan. Jika bisnis Anda gagal memenuhi harapan tersebut, kemungkinan besar mereka akan merasa kecewa. Ini kemudian dapat menyebabkan ulasan negatif dan merusak reputasi bisnis Anda.



Tren e-Tourism yang Semakin Populer Berkat Pandemi



Berikut tren teknologi e-Tourism yang keberadaannya semakin populer sejak pandemi dan menjadi jawaban atas perubahan perilaku konsumen akibat pandemi.





  1. Pencarian dan kontrol suara

    Ponsel cerdas, speaker pintar, dan asisten AI telah membantu meningkatkan relevansi penelusuran suara sejauh menyangkut tren teknologi dalam industri perjalanan. Secara khusus, semakin banyak perjalanan yang menggunakan pencarian suara untuk menemukan dan memesan tiket pesawat, kamar hotel, dan pengalaman perjalanan.



    Oleh karena itu, penting untuk merancang situs web bisnis pariwisata Anda dengan mempertimbangkan pencarian suara, sehingga Anda dapat memanfaatkan tren ini. Selain itu, kontrol suara juga memainkan peran dalam pengalaman perjalanan yang sebenarnya.



    Di dalam kamar hotel, perangkat yang dikendalikan suara dapat digunakan untuk mengontrol pencahayaan dan pemanasan di dalam kamar, atau untuk mendapatkan informasi wisata tanpa perlu berbicara dengan anggota staf. Tren e-tourism ini kemungkinan akan terus berkembang ke bidang industri lainnya juga.




  2. Robot

    Teknologi robotika adalah salah satu bentuk tren e-Tourism yang paling menarik dan terus berkembang. Di dalam hotel, misalnya, robot telah digunakan dalam peran seperti pramutamu, menyambut tamu yang datang, sekaligus dapat memberikan informasi.



    Beberapa hotel telah memperluas penggunaannya lebih jauh lagi, melibatkan teknologi robot dalam cleaning service dan penanganan bagasi. Di dalam restoran, robot berpotensi berperan dalam persiapan makanan dan layanan pengantaran makanan. Di bandara, teknologi robot ini bahkan juga dapat digunakan untuk mendeteksi senjata tersembunyi, sementara beberapa pabrikan juga menggunakan robotika untuk membuat kotak bagasi yang mengikuti Anda dengan cerdas.



    Selain itu, agen perjalanan menggunakan robot untuk pra-penyaringan, membuat waktu tunggu lebih produktif bagi wisatawan. Seperti banyak tren e-Tourism lainnya, penggunaan robot sebenarnya meningkat dalam menanggapi situasi pandemi, terutama karena mereka berpotensi mengurangi kontak manusia ke manusia.




  3. Pembayaran Tanpa Kontak

    Bentuk penting lainnya dari teknologi e-Tourism adalah kemampuan untuk menerima pembayaran tanpa kontak. Hal ini akan memungkinkan perusahaan perjalanan untuk memproses pembayaran lebih cepat, termasuk dalam situasi di mana wisatawan tidak memiliki akses ke uang tunai, atau kartu kredit atau debit mereka. Tren e-Tourism ini juga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan, karena menghemat waktu.



    Pembayaran secara cashless ini berawal dari adanya kebutuhan untuk menjawab tantangan pandemi di mana wisatawan kini khawatir memegang atau menyimpan uang tunai sebagai salah satu media penyebaran virus. Tak dapat dipungkiri, tren ini tak hanya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan saja, tapi juga bagi para staf atau pelaku bisnis pariwisata.




  4. Realitas Virtual (VR)

    Realitas virtual telah menjadi teknologi yang muncul di sejumlah sektor yang berbeda, tetapi perannya dalam industri pariwisata sangat signifikan. Tren e-Tourism ini memberi wisatawan kemampuan untuk merasakan lokasi yang jauh dari kenyamanan rumah mereka sendiri, dan dapat menjadi perbedaan apakah mereka akhirnya menyelesaikan pemesanan.



    Dengan menggunakan tur VR, wisatawan dapat merasakan segalanya mulai dari tur hotel virtual dan restoran, hingga bangunan terkenal, taman nasional, atau bahkan aktivitas tertentu. Interaktivitas dan imersi juga dapat membantu memberi Anda keunggulan kompetitif atas pesaing yang belum memanfaatkan tren teknologi semacam ini. Sebagian besar tur VR atau tur 360 derajat sekarang kompatibel dengan web browser dan dapat membantu wisatawan yang kini enggan bepergian karena pandemi untuk tetap dapat mendapatkan pengalaman bepergian.




  5. AI Chatbot

    Chatbot yang diberdayakan AI dapat menjadi salah satu investasi teknologi perjalanan yang tak akan pernah usang. Hal ini dikarenakan chatbot mampu memberikan jawaban cepat kepada pelanggan terhadap berbagai pertanyaan 24/7, terlepas dari ketersediaan staf. Teknologi ini dapat menjadi keunggulan bisnis Anda, terutama di dalam layanan pelanggan.



    Pemanfaatan chatbot ini paling baik saat menjawab pertanyaan umum, yang memiliki jawaban standar. Namun, kemajuan teknologi AI mengakselerasi kemampuan chatbot modern untuk dapat berinteraksi lebih banyak.





SKOTA Wisata by Lintasarta merupakan solusi super app untuk pariwisata daerah yang menawarkan berbagai kemudahan perjalanan bagi para wisatawan, terutama setelah pandemi. Selain fitur integrasi pembayaran nontunai, SKOTA Wisata by Lintasarta juga menawarkan portal informasi daerah tentang objek wisata yang hendak dituju, termasuk penjelasan singkat, review, dan informasi transportasi umum yang tersedia. Tersedia pula panduan rute dan estimasi biaya.



Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Sudah Menerapkan Program Smart City



Calon wisatawan dapat meninjau lebih seksama destinasi wisata yang hendak dikunjungi sebelum memutuskan untuk membayar. Hubungi kami untuk menggunakan layanan SKOTA Wisata by Lintasarta dan mendapatkan informasi lebih lanjut.