lintasarta

June 07, 2021

Dampak Digitalisasi Pendidikan terhadap Industri 4.0 di Indonesia

Digitalisasi pendidikan merupakan salah satu program yang terus dicanangkan pemerintah Indonesia. Program tersebut menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia setelah munculnya gagasan revolusi industri 4.0 beberapa tahun lalu.



Pada dasarnya, revolusi industri 4.0 menekankan penggunaan teknologi otomatisasi dan siber dalam setiap sektor kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, digitalisasi pendidikan akan membuat beragam aspek dan proses pendidikan yang sebelumnya dilaksanakan secara tradisional menjadi virtual, atau menggunakan berbagai teknologi digital.



Baca juga: Apa Itu Pendidikan 4.0 dan Bagaimana Penerapannya di Indonesia?



Proses digitalisasi pendidikan sebenarnya sudah berjalan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir, seperti munculnya beberapa platform yang menghubungkan pengajar dan murid, hingga media sosial pendidikan meski masih berjalan lambat. Pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun lalu pun membuat proses tersebut mau tidak mau harus diperhatikan secara serius, karena situasi yang memaksa misalnya proses belajar tatap muka sudah tidak dimungkinkan membuat perubahan yang begitu cepat dalam sektor pendidikan.



Jika dahulu pembelajaran lebih sering dilakukan tradisional tatap muka atau di kelas, kini efek adanya pandemi membuat institusi pendidikan mencari cara terbaik menjalankan sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi digital. Beberapa hasil survey pun menyebutkan, sistem pembelajaran jarak jauh ini diharapkan dapat terus terlaksana, meski pandemi berakhir.



Digitalisasi Pendidikan dapat munculkan inovasi



Digitalisasi pendidikan akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan masyarakat di Indonesia, satu di antaranya adalah memunculkan banyak inovasi, baik dari sisi pemangku kepentingan, pemerintah, hingga para siswa. Hal ini secara tidak langsung dapat meningkatkan jumlah para inventor muda yang kini mulai banyak dengan kemunculan startup digital berbasis pendidikan (Edtech).



Contohnya, inovasi dalam Edtech itu pun dapat dilihat dari hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company, aplikasi pendidikan di Asia Tenggara bahkan telah diunduh 20 juta kali sepanjang Januari hingga Agustus 2020. Jumlah tersebut naik tiga kali lipat pada periode yang sama tahun sebelumnya.



Baca juga: Bagaimana Cara Mewujudkan Pembelajaran Digital di Indonesia?



Selain itu, para siswa pun dapat memiliki ruang untuk terus berpikir kritis dan merancang gagasan penyelesaian masalah ketika menjalani pendidikan secara daring. Sebab, dengan adanya proses digitalisasi, siswa harus memiliki time management yang baik, serta mampu menguasai beragam platform teknologi pendukung saat belajar.



Mendukung serapan tenaga kerja



Revolusi Industri 4.0 awalnya sempat dikhawatirkan akan membuat Pemutusan Hak Kerja (PHK) “masal” karena kehadiran teknologi yang dapat menggantikan peran manusia dalam berbagai sektor industri. Fenomena ini pun sempat ramai dibahas di berbagai belahan penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia.



Akan tetapi, beberapa pakar menyebutkan hal tersebut dapat diminimalkan apabila pemerintah memiliki visi dan misi yang jelas untuk menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih. Sebab, rasionalisasi terhadap biaya dan metode produksi pun diprediksi akan terus berubah seiring semakin pesatnya perkembangan teknologi di dunia.



Oleh karena itu, salah satu cara yang bisa digunakan agar tidak terjadi hal tersebut adalah melakukan digitalisasi pendidikan. Dengan teknologi, para siswa, baik dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, dapat terbiasa dengan penggunaan teknologi, sehingga nantinya dapat pula menciptakan gagasan tentang ilmu pendidikan yang mereka minati.



Para siswa tersebut pun nantinya dapat bersaing ketika masuk ke dalam dunia kerja atau profesional karena telah memiliki kultur dan keahlian berbasis teknologi saat belajar.



Komitmen Lintasarta



Lintasarta sebagai salah satu perusahaan teknologi dan informasi yang telah berpengalaman lebih dari 33 tahun memiliki komitmen untuk mendukung program digitalisasi pendidikan di Indonesia. Saat ini, Lintasarta memiliki produk Lintasarta Smart Campus, yang dapat digunakan untuk membangun sistem terintegrasi dalam lingkungan pendidikan tinggi.



Baca juga: Digitalisasi kampus dengan Smart Campus di Indonesia



Lintasarta telah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dua di antaranya Universitas Airlangga dan Universitas Padjajaran, yang telah menggunakan teknologi Lintasarta Smart Campus. Dengan teknologi tersebut, institusi pendidikan dapat memperoleh solusi ICT menyeluruh, mulai dari penyediaan fasilitas infrastruktur IT yang andal, platform dan sistem yang terintegrasi, hingga aplikasi mobile phone.



Jika Anda tertarik ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana keunggulan Lintasarta Smart Campus untuk mendukung upaya pemerintah mewujudkan digitalisasi pendidikan di Indonesia, silakan hubungi kami di sini.