lintasarta

February 17, 2021

Memahami Sistem Pengajaran Sinkron Vs Asinkron dalam Kuliah Online

Pandemi telah mengubah drastis cara belajar dan mengajar di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Karena kuliah tidak lagi dapat diselenggarakan di kampus, proses pengajaran harus dilakukan melalui sambungan Internet (kuliah online). 



Banyak dosen memilih memanfaatkan aplikasi konferensi video, umumnya yang sudah tersedia seperti Zoom atau Google Meet, untuk menyelenggarakan kuliah online. Kuliah daring seperti ini adalah cara paling cepat bagi para dosen, karena pada praktiknya tidak jauh berbeda dengan mengajar di kelas.



Baca juga: Smart campus bantu perguruan tinggi tangkal pandemi



Dosen memaparkan materi dan penjelasan pada jadwal yang sudah ditentukan, sementara mahasiswa menyimak, memberi tanggapan, atau mengajukan pertanyaan bila penjelasan dosen tersebut dianggap kurang jelas.



Diskusi sesama mahasiswa juga dapat dilakukan setelah dosen selesai memberikan penjelasan. Meskipun mahasiswa dapat menghadiri kuliah dari mana pun (tidak hanya dari rumah), mereka tetap harus hadir pada jadwal yang sudah ditentukan, seperti kuliah tradisional/offline. Kuliah online seperti ini dapat juga disebut sebagai kuliah sinkron



Cara kuliah daring bukan satu-satunya yang bisa dilakukan. Kuliah daring juga bisa dilakukan dengan cara asinkron, yang mana dosen mengunggah materi kuliah seperti diktat, soal, dan video terlebih dahulu. Mahasiswa kemudian dapat mempelajari bahan kuliah ini sesuai dengan jadwal yang lebih fleksibel. Dosen tetap dapat memberi tenggat untuk penyerahan tugas dan ujian, namun mahasiswa bebas mengatur waktu belajarnya sendiri.



Pada kuliah asinkron, diskusi biasanya difasilitasi lewat aplikasi forum web. Mahasiswa dapat memberikan komentar atau mengajukan pertanyaan kapan saja, dan kemudian dijawab mahasiswa lain atau staf pengajar di forum yang sama.



Pengajaran asinkron merupakan metode yang lebih banyak ditemukan pada banyak institusi pendidikan yang sudah terbiasa menyelenggarakan pengajaran jarak jauh (distance learning), misalnya Open University (Inggris), Universitas Terbuka di Indonesia, dan berbagai penyedia MOOC (Massively Open  Online Course) seperti Coursera dan EdX.



Saling melengkapi dalam kuliah online



Pengajaran sinkron dan asinkron memiliki kelebihan masing-masing. Kelebihan dan kekurangan pengajaran sinkron dan asinkron, misalnya, dibahas oleh Universitas Waterloo, Kanada.  Namun, di sini kita akan membahas beberapa di antaranya secara singkat.



Baca juga: SKOTA Tani: Aplikasi Pertanian Penunjang Petani Pintar



Kuliah online sinkron bisa lebih baik dan efisien dari segi waktu. Dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi seketika, dan pertanyaan yang diajukan mahasiswa dapat dijawab saat itu juga oleh staf pengajar. Sebagian mahasiswa juga mungkin tetap lebih nyaman dengan kuliah terjadwal tetap, dan tidak terlalu cocok dengan waktu belajar fleksibel



Sementara itu, pada pengajaran sinkron, dosen tidak perlu merekam ceramahnya terlebih dahulu. Dosen juga biasanya lebih mudah mempersiapkan pengajaran asinkron, terutama bila mereka ingin tetap mempertahankan format ceramah dan presentasi seperti di dalam kelas.



Bila universitas memilih menyelenggarakan kuliah secara asinkron, mahasiswa dan dosen juga bisa mendapatkan berbagai manfaat. Mahasiswa dapat belajar dengan lebih cepat atau lebih lambat sesuai kemampuannya dalam memahami materi kuliah. Mahasiswa juga dapat menghentikan atau memutar ulang bahan kuliah berbentuk video sesuai kehendaknya. Karena waktu belajar lebih fleksibel, mahasiswa pun tidak perlu khawatir ketinggalan kuliah karena situasi darurat.



Pengajaran asinkron biasanya menuntut persiapan yang lebih dari dosen, yang harus menyediakan semua materi secara lengkap untuk mahasiswa. Kerepotan terutama akan dihadapi bila dosen ingin memberikan kuliah dalam bentuk video. Di sisi lain, produksi bahan kuliah ini, bila mutunya baik, cukup dilakukan sekali dan dapat digunakan kembali di tahun ajaran berikutnya. 



Pada praktiknya kedua cara ini bisa disandingkan. Dosen yang lebih suka dengan kuliah sinkron tetap dapat mengunggah materi kuliah berupa diktat, dan video pengayaan, dan membuka diskusi di forum. Sebaliknya, dosen yang mengutamakan kuliah asinkron bisa menyelenggarakan sesi diskusi langsung (live) agar mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan dosen dan asisten.



Baca juga: Apa Saja Manfaat yang Anda dapatkan dengan Teknologi Smart Campus?



Lintasarta Smart Campus menyediakan fasilitas lengkap untuk perguruan tinggi yang ingin menyelenggarakan kuliah online, baik sinkron ataupun asinkron. Dukungan infrastruktur andal dari Lintasarta menjamin sesi kuliah langsung, webinar, ataupun ujian daring dapat berjalan tanpa hambatan.



Pengajar dapat mengunggah bahan berupa video, gambar, dan media pembelajaran lainnya yang bisa dipelajari oleh mahasiswa kapan pun dan di mana pun, menggunakan Lintasarta e-Learning Management System. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi Smart Campus dari Lintasarta, silakan hubungi kami