lintasarta

June 23, 2021

Metode bagi Para Pengajar dalam Dunia Pendidikan Digital

Terdapat beberapa metode pengajaran yang bisa diaplikasikan oleh pengajar dalam kegiatan belajar mengajar sehubungan dengan era dunia pendidikan digital. Terlebih pada masa pandemi, inovasi-inovasi dalam metode pembelajaran semakin dibutuhkan karena sistem pembelajaran tradisional atau tatap muka tidak menjadi pilihan utama.



Di tengah perubahan kebiasaan baru ini untuk menjalankan pendidikan digital, diperlukan cara untuk membangun lingkungan digital pendukung yang membutuhkan pendekatan organisasi dan kolaborasi yang menyeluruh antara mahasiswa, dosen pengajar, karyawan kampus, manajemen, hingga Rektor.



Baca juga: Dampak Digitalisasi Pendidikan terhadap Industri 4.0 di Indonesia



Saat ini, beberapa institusi pendidikan telah menjalankan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Mengacu terhadap survei yang dilakukan Wahana Visi Indonesia, sepanjang 2020, terungkap, 95% pengajar setuju penggunaan metode pembelajaran jarak jauh.



Hanya saja, penguasaan teknologi dan alat penunjang perlu disiapkan secara serius. Sebab, seiring perkembangan zaman, para pengajar juga harus menyadari tantangan-tangangan yang ada, khususnya ketika metode pembelajaran jarak jauh terus diterapkan.



Ada beberapa metode pembelajaran yang diterapkan dalam era pendidikan digital, khususnya pada masa pandemi. Berikut ini adalah ulasannya.



Metode e-Learning



Metode e-Learning sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan di Indonesia. Namun, adanya pandemi, membuat metode pembelajaran tersebut semakin sering digunakan.



Pada umumnya, e-Learning merupakan salah satu metode pendidikan digital yang memanfaatkan koneksi jaringan Internet serta Web server sebagai penyedia layanan utama.



Dengan metode ini, pengajar bisa memberikan bahan-bahan pembelajaran dalam bentuk teks, audio, atau video. Dengan begitu, kelas pun dapat berlangsung di mana saja dan kapanpun, asalkan terkoneksi dengan jaringan Internet yang memadai ke Web server e-Learning.



Sementara itu, bagi para siswa, pembelajaran e-Learning juga memiliki banyak manfaat. Sebab, metode ini tidak hanya menuntut para siswa untuk memahami isi dan materi di kelas, tetapi juga mampu menerapkan teori-teori yang dipelajari dari penugasannya.



Baca juga: Apa Itu Pendidikan 4.0 dan Bagaimana Penerapannya di Indonesia?



Selain itu, kemampuan kognitif siswa pun dapat terasah dengan baik apabila menggunakan metode pembelajaran e-Learning. Sebab, saat menggunakan metode pembelajaran ini, beberapa masalah bukan tidak mungkin terjadi, seperti jaringan koneksi Internet yang tidak stabil, dan sebagainya.



Metode Blended Learning



Blended Learning (bauran) merupakan metode pembelajaran gabungan antara tatap muka langsung dan daring. Biasanya, saat menggunakan metode ini, persentase untuk melakukan pembelajaran tatap muka di kelas lebih sedikit, misalnya, satu hari selama seminggu.



Universitas Indonesia pernah melakukan survei terkait penggunaan metode pembelajaran Blended Learning ini. Dalam survei tersebut, terungkap 98% mahasiswa lebih memilih menggunakan metode pembelajaran Blended Learning, sisanya 28% secara e-Learning dan 24% kembali ke sistem pengajaran tradisional atau tatap muka secara penuh.



Sementara itu, dari perspektif para pengajar, metode Blended Learning pun mendapatkan antusias positif. Sebanyak 68% lebih memilih metode Blended Learning, sementara sisanya e-Learning (30%), dan pembelajaran tatap muka penuh sebesar 9%.



Penggunaan teknologi yang andal



Untuk menerapkan kedua metode di atas, tentu memerlukan teknologi yang andal bagi setiap institusi pendidikan. Lintasarta, yang telah memiliki pengalaman lebih dari 33 tahun dalam dunia teknologi dan informasi di Indonesia, memiliki solusi teknologi lewat produknya Lintasarta Smart Campus.



Dengan menggunakan teknologi Lintasarta Smart Campus, para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan digital dalam membangun sistem terintegrasi dalam lingkungan akademiknya.



Baca juga: Digitalisasi kampus dengan Smart Campus di Indonesia



Selain itu, Lintasarta Smart Campus juga dilengkapi dengan aplikasi Mobile Phone yang dapat digunakan mahasiswa dan dosen untuk mengetahui jadwal kuliah, absensi, pembayaran kuliah, nilai, Kartu Rencana Studi (KRS), hingga peminjaman buku di perpustakaan.



Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana keunggulan Lintasarta Smart Campus, silakan hubungi kami.